‘TENTANG DIA’: Sebuah Karya Yang Tergesa-gesa


Produksi: Sinemart (2005)
Sutradara: Rudi  Sudjarwo

Penulis: Titien Wattimena
Cast: Sigi Wimala, Ardinia Wirasti, Fauzi Baadila, Donna Agnesia, Didi Petet


Genre: Drama
Durasi: 90 Menit
My Grade: 2 dari 5

Tentang_dia_1 "Harapan Datang Saat Ia Kehilangan" 

Dari team yang pernah menghasilkan Ada Apa Dengan Cinta?, Rudi Sudjarwo dan Melly Goeslaw, lahir film terbaru yang beredar untuk menyambut Valentine 2005, Tentang Dia. Berdasarkan salah satu cerpen Melly, Tentang Dia bercerita tentang hubungan antara dua orang perempuan muda, prasangka dan rasa kehilangan serta mencintai……

Gadis (Sigi Wimala) yang baru saja dikhianati oleh sang pacar yang berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri,  merasa hidupnya sudah hampa. Padahal ada Randu (Fauzi Baadilla) yang selalu mendukung dan menghiburnya, karena Randu sangat mencintai Gadis. Namun, karena merasa sangat kecewa dengan pengalaman hidupnya, ia menjadi menutup diri. Sampai ia berjumpa dengan Rudi (Ardinia Wirasti) seorang gadis tomboy. Mereka langsung menjadi akrab. Dari Randu, ia belajar mengenai arti kasih sayang dan kehilangan sebenarnya. Sampai dia kemudian mencurigai motif Rudi mendekati dirinya, sehingga akhirnya Gadis berada dikebimbangan kembali.

Entang mengapa dengan Rudi Sudjarwo. Ia adalah seorang sutradara yang kredibel dan talented, akan tetapi ternyata persiapan yang matang dan perencanaan yang jelas merupakan syarat utama baginya untuk menghasilkan sebuah film yang baik. Sebagai contoh Ada Apa Dengan CInta (2002) dan Mengejar Matahari (2004). Diantara kedua film tersebut ada Rumah Ketujuh (2003) yang gagal total menurut saya. Begitu juga dengan Tentang Dia ini. Tentang Dia mengalami berbagai issue yang menimpa Rumah Ketujuh, mulai dari treatment yang lebih mirip FTV, pengembangan karakter yang dangkal, serta monoton. Mungkin jeda dua tahun sekali penting bagi Rudi.

Film ini memang dimaksudkan untuk menjadi mellow, yang diamini dengan warna biru yang mendominasi layar. Sayangnya, tampil terlalu berlarat-larat, terlalu lambat, sehingga melelahkan penonton, sehingga kebosanan menjadi hasil akhirnya. Padahal, menurut hemat saya untuk menjadi mellow tapi mengesankan tidak perlu seperti itu.

Hal ini ditambah lagi dengan Sigi Wimala yang berakting dengan payah. Setelah ‘ditelikung’ adikknya untuk bermain dalam karya Rudi sebelumnya, Mengejar Matahari, akhirnya Sigi berhasil juga. Sayangnya ia tidak mengimbangi dengan akting yang baik. Sangat mentah, menjemukan dan unmemorable. Ardinia Wirasti yang kembali setelah Ada Apa Dengan  Cinta? serta Fauzi Baadilla, menunjukkan perkembangan bakat akting yang besar. Merekalah penyelamat film ini. Selain itu tata sinematografi yang indah patut diacungi jempol. Score dari Anto Hoed is good as always.Yang patut diberingi jempol juga adalah skrip yang penuh dengan dialog yang jenial dan memorable. Semoga karya cipta Titin Watimena bisa semakin baik di proyek selanjutnya.

Latar belakang pembuatan film ini adalah untuk merayakan eksistensi Melly di dunia hiburan selama 10 tahun, yang ditindaklanjuti tidak hanya dengan pembuatan film, melainkan sebuah kumpulan cerpen yang berjudul 10 Arrrghhhh. Terus terang, kumpulan cerpennya kurang menarik untuk dibaca, selain kurang persiapan juga dangkal dan kekanak-kanakan. Akan tetapi, dengan nama besar Rudi Sudjarwo, tentunya harapan besar sangat dipikulkan kepada mereka berdua. Sayang sekali hasilya tidak seperti yang diinginkan. Semoga ini menjadi pembelajaran untuk karya selanjutnya.

8 Responses to “‘TENTANG DIA’: Sebuah Karya Yang Tergesa-gesa”

  1. KaRmeeLaaa Says:

    Hi there,
    To me, “Tentang Dia” merupakan salah satu filem cinta terbaik yang pernah saya tontoni. Ianya memaparkan aspek cinta yang berbeza daripada filem-filem cinta biasa yang pernah ditayangkan. Bagi saya, ia membawa erti yang sungguh dalam dan menyayat hati. Begitu menepati naluri mereka yang puitis.. :-D

  2. Kevin Says:

    ini emang film lama…tapi gw gak pernah setuju ama review u yg satu ini Ris.
    bwat gw,Tentang Dia justru adalah melodrama terbaik Indonesia skrg ini.
    Belum bisa dikalahkan oleh Selamanya ato Ayat-Ayat Cinta sekalipun (emang AAC film religi;tapi kalo disimak sinopsisnya baik-baik ternyata melodrama juga toh?)
    Sigi Wimala berakting dengan forgivable-paling tidak dia tau cara mengekspresikan kemurungan dari tokoh si Gadis
    FAuzi dan Asti emang Shine disini.Akting mereka keren banget!Lebih dari itu penyutradaraan Rudy konsisten terus menghadirkan elemen “suram,kelam,muram”:Gadis yg banyak di shot lagi sendiri,tata gambar yg bertone biru,adegan hujan dkk adl hal yg jarang kita liah dari film melodrama akhir-akhir ini(yang selalu menghadirkan shot di daerah gunung yg bikin sebel)
    Gw rasa yang mesti ber-grade 2 itu Ungu Violet….Tentang Dia?bagi gw ini udah 4…

  3. APATIS VIAN Says:

    @kevin:

    huahahahahahaha…. tumben over-rated… ;p sayangnya lo over-rated ke film yg salah… ;p

    gw aja sempet heran… ya oloh.. ko bisa2 nya cerpen sampah melly goeslow yg gak mutu kek tentang dia si leo sutanto itu tertarik untuk di angkat ke layar lebar…

    eh, ternyata bener BIG FLOP… n emang gak mutu juga…

    lesbian on screen kek nya emang gak sebagus gay on screen impact nya… :D

  4. hARIs Says:

    untuk ini saya setuju dengan AHMAD

  5. Kevin Says:

    kata siapa big flop…ngaco aja lu…wekekeke…
    seinget gw film ini berhasil menjaring 10.000 penonton 3 tahun lalu….

    makanya jangan sotoy!!!
    lagian ini bukan flm tentang lesbian kok…tontonlah filmnya baik-baik..
    kepiye toh…

    AHMAD sapa sih?

  6. hARIs Says:

    @Kevin
    Ahmad itu adalah …..(hehehe maaf ya Mad, nama loe gw kasi tahu Kevin…..)APATIS VIAN!!!!

  7. APATIS VIAN Says:

    @KEVIN

    TENTANG DIA di tonton oleh 10.000 orang lo bilang laku…

    DUDE…WHERE DO U LIVED? Kalo lo
    tinggal di negara kayak vatikan ato Singapore baru angka segitu bisa dibilang laku…

    Ini Indonesia, bung… penduduknya 200juta…GW ULANG AH… 200 JUTA!!!!!
    even horror sampah kayak jelangkung3 yg Cuma tanyang 2minggu aja bisa dapet 450.000penonton (45x lipat tentangdia ya?padahal budgetnya Cuma ratusan juta beda ama TD yang sampe Milyaran…HAHAHAHAHAHA….

    Prediksi gw: lo pasti bales begini: “ ah…sok tau lo…KALA juga gak laku”

    Iye…KALA jelas gak laku karna produsernya goblok gak nyipain budget SAMA SEKALI buat PROMOSI…tau2 jebret…keluar di bioskop… tapi at least jelas banget ktauan budget $60.000 nya lari kemana aja waktu ngeliat output film nya yang luar biasa bermutu…

    Lah TENTANG DIA… leo sutanto getoooooooh…walah… salah satu produser paling tajir di indo tuh..n kalo lo bisa liat ndiri poster TD hampir kesebar di seluruh media massa paling handal di Jakarta saat pemutarannya…

    blom lagi banner2 yg segede gaban… blom lagi promosi lagu melly bareng evan yang hazardous2ear banget……blom lagi embel2 DIANGKAT DARI CERPEN karyaMELLY GOESLOW… tapi hasilnya FLOP….malu banget, oom… sumpah… gw aja yg gak terlibat apa2 di film itu aja ngerasa malu banget…hahahaha…mulai gak jelas :p

    budget produksi milyaran…budget promosi milyaran… flop…kelar sudah hidup lo!

    “…agian ini bukan flm tentang lesbian kok…tontonlah filmnya baik-baik..
    kepiye toh…”

    haha…sebenernya lo pa gw sih ni yg gak ntn… gak liat apa kecenderungan orientasi sex nya gadis pas ditinggal cowonya dan ahirnya nemuin si rudi….itu apa namanya? gay? ;D

    From orang sotoy,
    PEACE :D

  8. beergiliettic Says:

    Сайт о сайдинге! Все, что вы хотели знать об этом строительном материале!
    Виниловый сайдинг KAYCAN | КАЙКАН (Канада) Огромное количество полезной информации!

Leave a Reply