CURSED: Better Watch This Unrated Version
Genre: Komedi/HorrorFilm Grade: 2 out 5
Produksi: Dimension Films (2005)
Sutradara: Wes Craven
Cast: Christina Ricci, Joshua Jackson, Jesse Eisenberg, Judy Greer
DVD Distributor: Dimension Home Video (2005)
Durasi: 99" (unrated)
DVD Grade: 3 out 5
Special Features:
- Behind the scenes featurette
- "The Cursed Effects" featurette
- "Creature Edting 101" featurette
- "Becoming a Werewolf" featurette
Semenjak Scream, saya jadi menggilai Wes Craven, karena menurut saya Craven sangat mengerti seluk beluk dunia horror yang sudah lama digelutinya. Semenjak itu saya mengubek-ubek film-film lamanya, termasuk the cult-classic A Nightmare On Elm Street. Sementara itu, Kevin Williamson-lah yang menyebabkan saya cinta mati kepada film horror setelah menonton I Know What You Did Last Summer. Sebagai die hard fan of horror movies, Williamson pun sangat mengerti apa yang diinginkannya. Kerjasama mereka kemudian menghasilkan trilogi Scream, yang membelokkan plot bahwa film horor juga bisa menjadi cerdas. Keberhasilan Scream segera diikuti oleh banyak epigon-epigonnya, yang sayangnya hanya ikut-ikutan tanpa dapat mengambil esensi kejenialan dan kecerdasan script dan pengarahan dari duo Craven-Williamson.
Kini, setelah beberapa tahun kemudian, genre horor mulai mengalami kejenuhan, sama halnya pada saat Scream pertama sekali dirilis. Sang duo pun memutuskan untuk kembali bekerja sama untuk menghasilkan sebuah film horor, yang mudah-mudahan, bisa mengulangi sukses Scream. Jika dulu Craven dan Williamson habis mengubek-ubek film-film slasher sebagai referensi ceritanya, maka sekarang giliran kisah serigala jadi-jadian alias Werewolf yang menjadi sumber cerita. Maka jadilah Cursed, sebagai karya mutakhir mereka.
Cursed bercerita tentang dua orang kakak beradik (Ricci dan Eisenberg) yang tanpa sengaja mengalami kecelakaan dan terluka oleh cakaran Werewolf. Ketika fisik mereka mulai mengalami perubahan, maka kedua kakak beradik tersebut berusaha memutuskan ketukan yang mereka terima dengan cara mencari serigala jadi-jadian yang melukai mereka dan membunuhnya, karena cara itulah satu-satunya yang bisa memutuskan kutukan sang serigala.
Entah kenapa terasa ada yang salah dengan skrip yang ditulis Williamson. Dia seakan kehilangan sentuhan ajaibnya dalam merangkai cerita. Cursed ditampilkan secara datar bahkan cenderung ringan-ringan saja. Mau tidak mau kita akan membandingkan dengan Scream, yang terus terang lebih mempunyai kompleksitas dan ‘berisi’ dalam ceritanya. Sementara Craven sendiri juga seakan ikut-ikutan terpengaruh menjadi lemah dalam menuturkan plot yang dirangkai Williamson. Dia nyaris tidak menyisakan trade-marknya sebagai Mpu Horor, terutama dalam bidang darah dan gore. Entah apa yang menjadi keputusan mereka untuk merilis Cursed dalam rating PG-13 yang jelas-jelas sangat membatasi ruang gerak film berjenis ini.
Secara umum, Cursed menyisakan beberapa adegan yang cukup menegangkan ala Wes Craven, namun secara keseluruhan Cursed sama sekali bukanlah film horor yang menakutkan atau mengerikan. Atau mungkin karena dalam sejarah film Werewolf memang jarang sekali ada yang menyeramkan, sehingga Cursed pun ikut-ikutan tidak menyeramkan? Namun, terlepas dari itu, Cursed masih merupakan tontonan yang menyenangkan dan menghibur untuk ditonton.
Untunglah kemudian dirilis DVD Unrated Version ini, yang menyisakan sedikit pelepas dahaga bagi penggemar Craven, karena menampilkan beberapa menit yang tidak ada di versi layar lebarnya. Yang pasti versi Unrated ini lebih bloodier and gory dibandingkan theatrical releasenya. Paket DVD-nya juga menampilkan beberapa feature yang menarik. Selain featurette making of-nya, sebuah film dokumenter yang dibuat oleh Jesse Eisenberg dengan judul Becoming a Werewolf juga cukup menarik untuk ditonton dengan ending yang ‘mengejutkan’. Pada intinya, versi DVD ini cukup memuaskan bagi penggemar Craven secara khusus atau horor secara umum dan juga mengobati kekecewaan menyaksikan Cursed versi editingnya.
July 2nd, 2005 at 6:00 am
Ada 2 film Wes Craven yg muncul 2005 ini, Cursed dan Red-Eye. Cukup surprise, karena dia sudah vakum selama 5 tahun, tahu2 2 filmnya rilis di tahun yang sama.
Kayaknya Red-Eye lebih menjanjikan ya? Cillian Murphy factor.