‘JANJI JONI’: Ringan Bukan Berarti Tak Berkualitas!
Produksi: Kalyana Shira (2005)
Sutradara: Joko Anwar
Cast: Nicholas Saputra, Mariana Renata, Rachel Maryam, Surya Saputra
Apa yang bisa Joni janjikan? Hiburan yang menyenangkan atau petuah yang menggurui? Ternyata Joni lebih memilih yang pertama. Terus terang, secara moral, Joni nyaris tidak menawarkan esensi cerita yang solid kepada penontonnya, terkecuali hiburan yang menyenangkan tadi. Dan untunglah Joni berhasil dengan baik menepati janjinya.
Joni (Nicholas Saputra) adalah seorang pengantar rol film yang sangat berdedikasi terhadap pekerjaanya. Ia telah berjanji akan selalu tepat waktu dalam mengantar rol-rol film tersebut karena ia sangat menyadari jika ilusi film yang ditonton banyak orang tergantung kepada dirinya. Suatu hari, janji Joni berada dalam taruhan karena seorang perempuan cantik (Mariana Renata). Karena sangat tertarik kepadanya, Joni menjanjikan untuk mengantar film dengan tepat waktu, dengan imbalan nama sang nona, walau ia tahu sang nona sudah mempunyai pacar yang temperamental (Surya Saputra). Namun, entah mengapa, hari itu sang nasib seakan melawan dirinya. Banyak sekali yang harus dia hadapi dalam tugas mengantar film tersebut. Apakah Joni berhasil menepati janjinya?
Terlepas dari logika cerita yang kurang dapat dipertanggungjawabkan, Janji Joni hadir dengan kualitas yang baik sebagai apologinya, sehingga kita bisa menikmatinya tanpa harus terganggu oleh logika cerita. Kesan untuk menampilkan film yang vintage pun cukup berhasil ditampilkan dengan pemilihan warna dan setting. Animasi dan narasi pada awal film juga merupakan nilai tambah sebagai keistimewaan film ini, sehingga Janji Joni menjadi beda dengan film-film Indonesia lainnya. Tabik untuk Joko Anwar yang walau baru pertama sekali menyutradarai film, namun sangat mengerti apa yang diiginkannya, sehingga dapat menghasilkan film yang matang.
Film ini juga nyaris tanpa musical score, karena sebagai musik pengiring hanya menampilkan lagu-lagu dari soundtracknya, yang mana hal ini juga jarang dilakukan. Dengan menampilkan track-track dari band-band indie Jakarta, keputusan ini cukup berani, tapi ternyata cukup relevan sebagai pengiring film, walau kadang beberapa lagu sedikit bertabrakan dengan adegannya.
Nicholas Saputra lumayan berhasil keluar dari streotype perannya dan tampil dengan cukup kocak. Mariana Renata is absolutely gorgeous, tapi harus belajar akting lebih banyak lagi. Artis-artis pendukung, seperti Rachel Maryam, Sudjiwo Tejo, Gito Rollies, Ria Irawan serta penampilan banyak cameo menambah semarak film ini. Yang mengejutkan adalah munculnya kembali aktor laga senior Barry Prima dan berani tampil dengan karakter diluar yang biasa diperankannya. What a comeback!
Janji Joni jelas adalah film yang menarik. Tampil menghibur dan jenial dan yang pasti takkan tampil membosabkan walau kita menontonnya berulang-ulang. Sangat direkomendasikan!
