‘RED EYE’: Teror Psikologis Di Ketinggian 30,000 Kaki


Produksi: Dreamworks (2005)
Sutradara: Wes Craven
Cast: Rachel McAdams, Cillian Murphy, Brian Cox, Jack Scalia

Genre: Thriller
Durasi: 85"
Release Date: 19 Agustus 2005
My Grade: 3.5 out 5

Red_eye_2Surprise, surprise! Tanpa banyak pemberitaan, tiba-tiba Wes Craven hadir kembali di tahun 2005 ini dengan ‘Red Eye’, setelah ‘Cursed’ (2005) yang kurang berhasil, baik dalam pemasaran maupun produksi.

Red Eye adalah istilah untuk perjalanan larut malam, yang kali ini adalah penerbangan yang harus dilakukan oleh Lisa Reisert (Rachel McAdams). Lisa sangat tidak menyukai terbang dengan pesawat, namun teror yang dialaminya sama sekali tidak ada hubungannya dengan turbulensi, melainkan teman sebangkunya Jackson Ripner (Cillian Murphy). Mula-mula Jack tampil sebagai pria menawan, namun sesaat setelah pesawat terbang landas, agenda sebenarnya dari Jack terkuak, dan kini Lisa adalah tawanan di ketinggian 30.000 kaki sementara nyawa ayahnya (Brian Cox) menjadi jaminan. Apa sebenarnya motif Jackson Ripner?

Film dimulai dengan menunjukkan betapa efisiennya Lisa sebagai seorang manajer hotel, hubungannya dengan sang ayah dan kemudian pertemuanya yang ditampilkan dengan manis ala komedi romantis dengan Jackson Ripner. Namun, atmosfir film kemudian berubah menjadi thriller psikologis yang menegangkan saat Lisa menjadi sandera Jackson. Di dalam pesawat yang tidak begitu besar tersebut, Lisa memainkan permainan tikus dan kucing bersama dengan Jackson. Ketegangannya hadir dengan intensitas yang tinggi, membuat penonton duduk tercekam. Selanjutnya, saat pesawat mendarat ketegangan meningkat menjadi thriller pria-dengan-pisau-besar-mengejarmu ala Wes Craven. Disini film berubah lagi menjadi aksi-thriller yang seru.

Sang master kembali mengarahkan sebuah film thriller, namun kali ini ia seperti menantang dirinya sendiri untuk membuat thriller dalam jenis yang berbeda. ‘Red Eye’ adalah sebuah thriller cat-and-mouse dengan unsur psikologis yang kuat. Adegan yang menegangkan lebih ditekankan pada situasi dengan seting yang claustrophobic, bukan kengerian atau darah semata. Dan salut untuknya, karena berhasil membangun sebuah film yang menarik. Wes Craven sepertinya memang sudah tahu benar dengan genre thriller yang dipilihnya, bahkan ketika ia berganti gaya, seperti ‘Red Eye’ yang lebih psikologis, dibandingkan dengan ‘Scream’ atau ‘A Nightmare on Elm Street’ yang lebih berdarah-darah, ia tetap dapat memuaskan penontonnya. ‘Cursed’ mungkin sebuah kegagalan, namun Wes Craven tidak berlama-lama membiarkan kegagalan dalam resumenya. Salut untuk sang master.

Rachel McAdams dan Cillian Murphy menunjukkan kapasitas yang nyaris sempurna dan mengindikasikan kalau mereka adalah calon bintang di masa depan. Rachel McAdams semakin bersinar setelah ‘The Notebook’ dan ‘Mean Girl’, sementara ini peran antagonis kedua yang saya tahu dari Cillian Murphy setelah ‘Batman Begins‘, setelah menjadi protagonis yang impresif dalam ‘28 Days Later’. Kimia diantara keduanya demikian kental, sehingga kadang kita berharap mereka bermain di film romantis saja. Namun, mereka sangat berbakat sehingga menghasilkan permainan yang dinamis.

Satu-satunya yang mengganggu saya adalah adegan di pesawat berlangsung dengan terlalu cepat, sehingga konflik yang terjadi terlihat kurang mendalam. Namun, terlepas dari itu ‘Red Eye’ adalah sebuah thriller yang dibuat dengan baik, solid, menegangkan dan yang pasti sangat menghibur, tanpa membuat penonton merasa seperti orang bodoh, dan itu yang penting.


Leave a Reply