‘INTO THE BLUE/FOG, THE/CAVE, THE/VENOM’: The Review!
Mulai bulan ini saya akan mulai memberikan sebuah fitur review yang dinamakan COMBO HITS!, yaitu review terhadap beberapa film sekaligus yang dianggap memiliki kualitas yang sama. Untuk edisi ini adalah beberapa film thriller yang cukup menghibur dengan rating yang sama. Ini dilakukan karena saya sudah menyaksikan banyak film, baik yang berkelas A maupun tidak. Untuk film-film kelas B ini, menurut saya juga harus diberi review, walaupun mungkin hanya sederhana saja, namun setidaknya sudah ‘menyuarakan’ isi kepala saya setelah menontonnya.
INTO THE BLUE (MGM/Columbia/30 September 2005)Aksi/Petualangan/Thriller
Sutradara: John Stockwell
Cast: Paul Walker, Jessica Alba, Josh Brolin, Scott Caan, Ashley Scott
Durasi: 110"
Samudera, laut biru, pemuda-pemudi seksi, harta karun dan petualangan. Itulah sentral utama dari Into the Blue, karya terbaru dari sutradara John Stockwell. Berkisah tentang sekelompok anak muda yang diperankan oleh Paul Walker, Jessica Alba, Scott Caan dan Ashley Scott,
yang sangat mencintai laut. Dalam suatu ekspedisi mencari harta karun,
mereka malah menemukan narkotika milik bandar yang hilang di laut, saat
pesaway carriernya jatuh kesamudera. Petualangan berubah menjadi
berbahay, saat ketamakan merasuki salah seorang dari mereka dan
kemudian bahaya mulai mengancam jiwa mereka.
Kecintaan Stockwell
akan laut terlihat sekali dalam menggambarkan film ini; penuh dengan
panorama air yang menarik dan menakjubkan. Seting laut juga merupakan
alasan yang tepat baginya untuk memperlihatkan tubuh-tubuh indah
pemerannya dalam balutan busana yang minim. Sayangnya ia kurang
konsentrasi pada menjaga ritme dan dramatisasi cerita. Film serasa
berjalan dengan autopilot dan kita seperti bisa menebak kemana arah
film selanjutnya. Tempo yang sedikit lambat pada paruh pertama bisa
menjebak penonton pada kebosanan. Untunglah menjelang klimaks,
adegan-adegan bergerak dengan lebih cepat dan aksi yang ditawarkan
cukup menarik untuk dinikmati. Paul Walker dan Jessica Alba bermain dengan cukup baik. Begitu juga dengan Scott Caan. Hanya saja Ashley Scott yang sedikit kurang maksimal. Secara keseluruhan, sebagai film yang ringan Into the Blue cukup menghibur, walau dengan mudah kita dapat melupakannya setelah menontonnya.
THE FOG (Columbia/Revolution/14 Oktober 2005)Horror/Thriller
Sutradara: Rupert Wainwright
Cast: Tom Welling, Maggie Grace, Selma Blair
Durasi: 100"
Hollywood kembali melakukan remake terhadap film-film horror klasik. Kali ini adalah salah satu karya master horror John Carpenter di tahun 1980, The Fog.
Cerita film berkisah tentang sebuah kota kecil di pulau Antonio Bay.
Suatu hari segumpal kabut yang sangat tebal datang dari lautan dan
menyelimuti seisi kota. Tanpa penduduk kota sadari, di dalam kabut
tersebut terdapat kekuatan supernatural yang penuh dendam. Kini seluruh
kota terancam akan bahaya maut.
Entah kenapa Hollywood tidak
membiarkan saja film-film horor klasik mereka sebagaimana adanya, tanpa
harus dilakukan proses remake, yang pasti ditujukan untuk penonton
sekarang yang mungkin kurang bisa menikmati film aslinya yang memiliki
teknologi terbatas. Memang, dengan teknologi terbaru, spesial efek
dalam The Fog dapat ditingkatkan. Namun,
apakah demikian juga dengan tingkat ketegangan dan keseraman film ini?
Sayangnya tidak. Atmosfir kengerian yang dibangun oleh film ini serasa
tanggung, sehingga The Fog seperti parade
semua unsur mistis namun tidak dalam rupa yang sesungguhnya. Walau
begitu tempo film ini berjalan dengan cukup cepat, sehingga bagi yang
ingin merasa terhibur, maka The Fog cukup lumayan menarik, apalagi jika dibandingkan dengan remake The Amityville Horror (2005)
yang sutradaranya sama sekali gagal dalam mengekplorasi horor yang
‘baik-dan-benar’. Namun, jika Anda mengharapkan sebuah film horor yang
mencekam, buang jauh-jauh pikiran anda dan nikmati saja aksi yang cukup
baik dari Tom Welling (Smallville), Maggie Grace (LOST) dan Selma Blair (Hellboys).
THE CAVE (Screen Gems/Cineranta/26 Agustus 2005)Aksi/Petualangan/Thriller/Horor
Sutradara: Bruce Hunt
Cast: Cole Hauser, Morris Chestnut, Eddie Cibrian, Daniel Dae Kim, Rick Ravanello, Marcel Lures, Lena Headey, Piper Perabo
Durasi: 97"
My Grade: 2.5 out 5
Sekelompok penyelam profesional disewa untuk melakukan penjelajahan di sebuah gua bawah tanah di sebuah relik di pegunungan Romania. Apa yang mereka temukan di gua tersebut sama sekali diluar dugaan mereka, karena lingkungan gua tersebut bukan saja sebuah ekosistem baru yang tak dikenal, akan tetapi juga dihuni oleh sekelompok mahluk yang berasal dari spesies yang tak dikenal pula. Maka satu persatu anggota tim tersebut menemui ajalnya, sementara jalan keluar satu-satunya dari gua tersebut telah tertutup reruntuhan.
The Cave adalah varian terbaru dari film klasik Alien (1979), karya Ridley Scott. Film tersebut sangat fenomenal, sehingga kemudian menjadi template bagi film-film sejenis. Jika Alien memakai seting ruang angkasa, maka The Cave memakai seting yang sama claustrophobianya, sebuah gua bawah tanah yang telah terblokir. Selanjutnya, The Cave kurang lebih sama saja. Hanya saja untuk menambah sedikit pembeda, ada sedikit twist di ceritanya, yang belum diberi penjelasan secara lebih detil, yang menurut saya sebenarnya cukup menarik. Mungkin untuk sequelnya mungkin? Cole Hauser (Paparazi)sendiri setelah Pitch Black (1999), kembali menghadapi monster-monster yang ganas, hanya saja kali ini ia tidak harus berbagi layar dengan Vin Diesel. Terus terang, bahkan dibandingkan Pitch Black saja, The Cave masih kalah jauh, apalagi dibandingkan Alien. Karena kengerian dan ketegangan yang ditawarkannya nyaris telah kita saksikan pada film-film sebelumnya. Namun, sebagai sebuah hiburan, The Cave masih cukup lumayan untuk disaksikan.
VENOM (Dimension/Outerbanks/30 September 2005)Horror/Thriller
Sutradara: Jim Gillespie
Cast: Agnes Bruckner, Method Man, Bijou Phillips, Jonathan Jackson, Meagan Good
Durasi: 87"
Dari sutradara I Know What You Did Last Summer (1997) dan produser yang sebelumnya sukses menulis Scream (1996), kini hadir Venom. Dengan mengambil Lousiana sebagai seting ceritanya, maka dimulailah kisah mengenai sebuah kotor yang berisi ular-ular. Hanya saja ular-ular tersebut bukan ular biasa, melainkan ular-ular yang mengandung roh dari pembunuh, pemerkosa dan sebagainya. Saat kemudian kotak tersebut terbuka dan memangsa seorang yang dianggap ‘aneh’ di sebuah kota kecil, maka dimulailah teror berdarah terhadap sekelompok remaja, saat ular-ular tersebut mencoba mengumpulkan jiwa-jiwanya kembali.
Venom jelas-jelas sangat terinspirasi oleh film-film horor klasik seperti Texas Chainsaw Massacre (1974) hanya saja dengan penambahan elemen Voodoo sebagai penyemarak cerita. Berbicara soal cerita, film ini tampil dengan jalinan kisah yang amat sederhana dengan karakter-karakter yang sebenarnya tampil hanya untuk sebagai korban bagi sang pembunuh. Adegan-adegan sadis yang cukup inventif memenuhi layar, walaupun pada paruh awal film terasa lambat dan sedikit bertele. Namun menjelang akhir, film berjalan dengan full-throtle dan membuat jantung berebar-debar. Terlepas dari itu Venom hanyalah film yang biasa-biasa saja. Sayang sekali padahal ini adalah kerjasama kedua kali Jim Gillespie dan Kevin Williamson setelah I Know What You Did Last Summer. Mungkin karena Kevin hanya menjabat sebagai produser, bukannya penulis cerita, sehingga Venom tampil dengan standar. Apalagi akting bintang-bintang muda pendukungnya masih sangat pas-pasan. Namun untuk penggemar film-film slasher yang sadis, film ini pantas untuk ditonton.
February 18th, 2006 at 6:45 pm
Great work!