‘REALITA, CINTA DAN ROCK N’ ROLL’: Not Your Average Teen Movie
Produksi: Virgo Putra Film (2006)
Sutradara: Upi Avianto
Cast: Vino G. Bastian, Herjunot Ali, Nadine Chandrawinata, Barry Prima, Sandy Harun, Frans Tumbuan
Release Date: 02 Februari 2006
Dua laki-laki usia remaja, Nugi (Herjunot Ali) dan Ipang (Vino G. Bastian) bersahabat dan sama tergila-gilanya akan musik roll n’ roll. Bermain band bagi mereka bukanlah hobi melainkan jati diri dan cita-cita yang tengah di rintis. Keduanya bengal, badung, impulsif, melakukan apa saja yang mereka inginkan dan berteman dengan si cantik Sandra (Nadine Chandrawinata), pemilik distro, yang sama slengeannya. Ipang adalah anak pertama dari sebuah keluarga kecil yang sebenarnya bahagia, sementara Nugi tinggal berdua saja bersama dengan ibunya (Sandy Harun) yang eksentrik, penganut new-age yang bergaya hippi. Setengah jam pertama dari ‘Realita, Cinta dan Rock N’ Roll’ (RCR) adalah pengenalan karakter, sampai kemudian film memasuki konfliknya. Karena keasyikan nge-band, nilai-nilai Ipang menjadi jelek sekali dan di tengah kemarahan orangtuanya, terungkap jati dirinya sebagai anak adopsi. Nugi yang tidak nyaman dengan kehidupan ibunya akhirnya berkesempatan untuk menemui sang ayah yang telah lama tidak pernah ditemuinya dalam sosok seorang transeksual yang bernama Mariana (Barry Prima).
‘RCR’ adalah film remaja, namun apa yang di proposisikan dalam narasinya jelas bukan tipikal cerita remaja yang biasa kita saksikan. Upi Avianto menohok dengan realitas mengenai dunia remaja saat ini dan dibalut dengan konflik yang cukup berat untuk ukuran pemikiran remaja dan ditambah dengan dialog-dialog yang cerdas sekaligus memorable. Namun, Upi mempresentasikan isue yang ditawarkannya dengan pendekatan yang lebih populis dan ringan sehingga mudah untuk dicerna. Sayangnya pendekatan ini, yang dilakukakan agar penonton awam lebih gampang untuk menikmati film, justru menjadi kelemahan terbesar dari film ini. Upi tidak mengelaborasi secara lebih maksimal isue-isue yang ada dalam film ini, sehingga terkesan menampilkan kulitnya saja. Kemudian ia seperti terjebak untuk ’setia’ pada pola-pola formula klise, seperti konflik cinta segitiga Nugi-Ipang-Sandra (Nugi tanpa sengaja melihat Ipang dan Sandra berciuman), konflik anak adopsi Ipang (Ipang tanpa sengaja mencuri dengar perdebatan orangtuanya mengenai statusnya), sampai kepada ending dengan resolusi yang terlalu sederhana (kalau tidak mau dikatakan ‘gampangan’), walau klimaks film yang cukup jenial dapat menyelamatkan film ini.
Terlepas dari itu, Upi menunjukkan progresi yang signifikan sebagai seorang sutradara ‘yang-baik-dan-benar’. Setelah film pertamanya ‘30 Hari Mencari Cinta (2004)’ yang colourful dan girlie sekali, maka kini ia memaparkan dunia laki-laki dengan cara yang laki-laki (berani, lugas, tegas) dan tanpa beban. Berbanding terbalik dengan seorang sutradara laki-laki saat menggarap film tentang laki-laki dengan gaya yang malah terkesan cengeng .
Herjunot Ali dan Vino G. Bastian menunjukkan kekuatan akting yang luar biasa, terutama untuk aktor pemula. Chemistry mereka demikian kental, sehingga bahasa tubuh, gerak dan vokal menjadi kekuatan akting mereka. Ini film ke-2 bagi Junot dan ke-3 bagi Vino, namun jika mereka fokus dengn akting mereka, saya yakin mereka here to stay! Aktor-aktor pendukung lainnya pun bermain dengan baik dan santai sehingga terkesan cukup natural, terutama untuk pendatang baru seperti Nadine Chandrawinata. Putri Indonesia tahun 2005 ini berhasil dengan cukup baik untuk tampil sexy, sassy, witty but honest. All I have to say about her is…whoa, whoa,…..Nadine…she’s drop dead gorgeus, sensual and can act too!
Yang paling mengejutkan justru datang dari bintang laga kawakan Barry Prima, yang berperan sebagai seorang transeksual. Seorang Barry Prima yang biasanya berakting standar untuk film-film laganya, berubah menjadi seorang Mariana yang lembut, sensitif, dan maternal sekali (walau tetap jago berkelahi tentunya!). Ini membuktikan jika beliau hanya membutuhkan skrip dan karakter yang menonjol saja untuk tampil sebagai seorang aktor sebenarnya.
‘RCR’ jelas menawarkan sesuatu yang berbeda dan dapat dinikmati dengan baik pula. Kemudian, apakah Ipang dan Nugi menjadi anak yang berbeda? Mungkin tidak, namun setidaknya mereka telah belajar untuk menjadi lebih dewasa dan mampu untuk menyelesaikan masalah mereka. Ohya, ini bukan film tentang Rock N’ Roll,mwngutip Upi, tetapi tentang dua anak bengal yang menyikapi kehidupannya. One thing bother me is what happen with female director with two male in kiss. Apakah ini adalah objek fantasi mereka. We’ll figure it out, I guess.
February 23rd, 2006 at 5:11 am
Ngebandingin dari review gw:
Realita, Cinta dan Rock N Roll - 11 Februari 2006
Mungkin permasalahan utama dari penulis skenario di Indonesia adalah kekurangan referensi, sehingga mereka selalu saja menulis tentang hal-hal yang klise tanpa dilandasi oleh semangat meneliti yang tinggi. Konsepsi Rock N Roll di sini diterjemahkan secara awam sekali, sebagai kebebasan yang liar, hippies ala 70an, dan gengsi tinggi sebagai seorang cowok. Absurd sekali menlihat frame demi frame dari film karya Upi (sutradara 30 hari mencari cinta) yang mencoba menerjemahkan hal itu dalam bentuk karya visual. Belum lagi sejumlah visualisasi klise yang sangat membosankan, karena hampir sepanjang sejarah film Indonesia selalu saja memunculkan hal seperti itu-itu saja. Coba simak, berapa puluh persen film yang menghadirkan bencong dengan logat sedemikian, menarik casting yang sebetulnya kurang kapabel tapi namanya diperlukan, lomba yang sudah pasti memihak underdog protagonis, dan juga “engkau-bukan-anakku” syndrom. Satu-satunya hal yang menarik perhatian saya adalah akting dari Herjunot Ali (salah satu pendatang baru di blantika film) yang mampu bermain dengan sangat wajar dan scene-stealers dengan dialog-dialognya yang sangat hidup. Melihat Nugi, karakter yang diperankan Junot di situ kita akan blur dengan kenyataan sebenarnya. Seolah disitu Junot bermain sebagai dirinya sendiri. Satu poin yang sangat membantu, anyway.
Film ini bercerita tentang dua sahabat yang diperankan Vino Bastian dan Herjunot Ali. Mereka terobsesi menjadi rockstar lengkap dengan fashion cuek-nya yang dianggap oleh penulis skenario sebagai rock n roll attitude. Dikisahkan dalam film, mereka berdua masih SMA! Di tengah-tengah mereka hadir seorang perempuan penggoda yang diperankan oleh Nadine Chandrawinata, sang Miss Indonesia 2005. Masing-masing karakter membawa beban hidup mereka sendiri-sendiri, yaitu dari keluarga. Ipang (Vino) mencoba lari dari permasalahan realita yang diketahui tentang statusnya dalam keluarga. Nugi (Junot) mencoba menghadapi realita bahwa ayahnya adalah seorang transeksual. Dari situ mereka memakai falsafah rock n’ roll dan cinta untuk bertahan.
5/10 - 4 di antaranya untuk buah akting Junot!
March 2nd, 2006 at 11:01 pm
Aku akui semua yang Hilman katakan itu ada benarnya, kalau kita memandang dari sudut perspektif filmis tentunya. Tapi, ini kan semua masalah subjektifitas pemikiran dan relatifitas seseorang. I really appreciate it. Tapi, ‘RCR’ jelas berbeda dibandingkan tipikal film remaja Indonesia. Mengenai masalah kekurangan, memang penting untuk diingatkan, tapi mengingat insan film kita tengah belajar, maka hal ini mungkin dapat di permisifkan, okay?
May 1st, 2007 at 11:59 pm
Junot punya FS g’ c..??
May 6th, 2007 at 9:16 pm
ReaLita CiNTa bnEr” gooD bGt…
ga nYangka dA jg toNtonaN yg Bner”giLa….
no cOmmeNt dech….
i luv rOcK n rOlL!!!!!!!
rEalita ciNtA yU thE beSt
October 14th, 2007 at 7:12 am
ga smua orng yg sk ngeband ber’ image jlex…..
trgantng dr kepribadian msing2, bs jg karaktr mrka seb or ga….
gw jg sk nge band tp gw ga sk kl ank band slalu di image kan dkt ma drug’s….
December 21st, 2007 at 4:11 am
bagus gw suka itu
January 23rd, 2008 at 10:51 am
gila gue dement banget ma
film nya….
keluarin lagi donk film
yang bergaya anak2 rock n roll
jaman sekarang….
pasti lebih gila-gilaankan???
*RASHA*
March 20th, 2008 at 8:27 pm
Nie PiLem. . .
Pas GW kLz 2 SMa haha gara” nie pilem,anak” skeLaz Jd BruTaL HAHA,raMbuT dGOndRONGin,clana Di Ketatin,BoLoZ rMe” nd TrAhir abok”an haha.PaRaH eMAng tpi ASyiK,gw SkA adEgan HoT dOk,tRus bRantem,pipiz jga haha.
SKaRANG aLiRan MuseR . . . Japanese . . . Haha
March 31st, 2008 at 9:16 pm
gk semua ank band itu identik dng kenakalan tetapi ank band itu mnciptakan suatu kreasi yg gk bsa di tiru ama ank2 laen.vino ad fs gk.????soalnya gw ngefans bangel am lo sob
April 9th, 2008 at 7:51 pm
2 boyzZ so cuTe
vinO MirIp bgtZz ma Abanx Gw
May 10th, 2008 at 5:17 am
aku nge fans ma junot..
June 3rd, 2008 at 3:09 am
junot mirip bgt ma gw!!!!!!!!!!!
June 30th, 2008 at 4:31 am
gw suka bgt Ekting para emainnya
junot,vino kpn2 main di film gw oke,,
July 6th, 2008 at 9:08 pm
ajjak loe terbang ama rock n roll krn hidup memang benar2 realita dan ngadepin hidup. gue rock n roll asal jawa timur tepatnya dijombang city kacau universe. the badjingan rock n roll zombang comunity. nama kami memeng kelihatan brutal n kami juga ga mau jd manusia munafik dan sok baik. salam reallita just love foreverand rock nroll
July 17th, 2008 at 1:58 am
Puti Titian
July 31st, 2008 at 12:36 pm
bwd’jUnOT,,,,
I Like U’R sTyLe….
September 19th, 2008 at 8:22 pm
gila,,,, filmx kren abiz,,,,,,
khidupanx w suka tuh
November 20th, 2008 at 11:58 pm
Junot,,, vINO…
Niez SKa Gya Xan,,,
bAHKAN nIEZ Pgen Kyk Xan,,,
rOCk’nroll pWOOLLL…….
November 30th, 2008 at 7:22 am
ipang aq igin lu jadi sahabat guwe .guwe igin tau jadi kayak lu salam buat rock n roll anjinggggggg
February 5th, 2009 at 8:46 pm
FILM NE KRENZ .W SUKA SAMA AKTINX’Y JUNOT .JUNOT I MIZZ YOU…
February 18th, 2009 at 1:27 pm
gw suka banget ama ne film apa lagi liat ipang (vino g bastian) gw nge fans bgt ama ne anak i miss you ipang,gw suka bgt gaya loe sumpah…loe gokil abizzzzz….!!! klo bsa aq pgen banget foto bareng ama loe…mudah mudahan mimpi gw bisa loe kabulin…amiennnnnnn!!!!!!!!!!!!!
February 19th, 2009 at 1:08 pm
Filmna keren! Udah ada yg liat blogna blm? Dahsyaaat! Barengan ma ceweknya. Di http://www.blognyaupi.blogspot.com
Bisa jd gosip tuh!
June 4th, 2009 at 7:10 pm
slm rock n roll