‘PARADISE NOW’: Surga Itu Harus Diperjuangkan!


Distribusi: Warner Independent Pictures (2005)
Sutradara: Hany Abu-Assad
Cast: Kais Nashef, Ali Sulaiman, Lubna Azabal, Amer Hlehel

Genre: Drama
Durasi: 90" 
My Grade: 4 out 5

Paradise_now‘Paradise Now’ jelas merupakan salah satu film yang wajib tonton untuk 2005. Menjadi pemenang film berbahasa asing terbaik untuk Golden Globe 2006 serta mendapatkan nominasi dalam kategori yang sama dalam Academy Award 2006, bukanlah alasan utama untuk menyaksikannya, karena ‘Paradise Now’ adalah kekuatan akting dan cerita yang menjalin menjadi suatu entiti emosionil yang kuat.

Said (Kais Nashef) dan Khaled (Ali Sulaiman) adalah sepasang pemuda Palestina yang biasa-biasa saja. Bersahabat semenjak lama dan keduanya bekerja di sebuah bengkel yang sama. Sebagaimana pemuda yang tinggal di daerah konflik, semangat patriotisme memenuhi dada mereka. Kesempatan untuk membuktikan rasa kepahlawanan mereka kemudian tiba, saat Jamal  (Amer Hlehel), teman mereka dari kelompok bawah tanah, menginformasikan bahwa telah tiba waktunya bagi Said dan Khaled untuk melakukan bom bunuh diri di Tel Aviv, Israel. Pada mulanya semua  berjalan dengan baik, sampai saat tiba di daerah perbatasan, mereka hampir ketahuan oleh tentara perbatasan Israel dan harus kembali ke, Nablus, Jalur Barat, Palestina. Sayangnya, Said dan Khaled terpisah. Khaled kembali ke markas dan berusaha menjelaskan kepada pimpinan mereka bahwa Ali tidak mungkin untuk berkhianat. Sementara justru Said kembali lagi ke perbatasan dan memasuki wilayah Israel. Namun, keraguan merasuki dirinya dan ia kemudian membatalkan rencananya dan kembali ke Nablus. Disaat Said kembali ke markas yang sudah kosong, justru Khaled, keliling kota mencari Said. Akhirnya, dengan dibantu oleh Suha (Lubna Azabal), gadis yang dicintai oleh Said, mereka bertemu kembali. Apakah kemudian Said dan Khaled melanjutkan kembali rencana mereka?

Tidak mengira, dari sebuah wilayah konflik seperti Palestina, akan lahir sebuah film seperti Paradise Now. Narasi, yang berputar selama 48 jam terakhir kehidupan pelaku bom bunuh diri, berjalan dengan sangat lancar dan padat. Bercerita dengan sangat subtil dan puitis tentang sebuah topik yang sebenarnya sangat eksplosif. Pada setengah jam pertama adalah pengenalan karakter-karakter, Said dan Khaled, keluarga mereka dan perkenalan Said dengan Suha, gadis yang berpikiran moderat dengan aksen Perancis yang kental. Selanjutnya masuk adegan persiapan dan rencana eksekusi yang ternyata gagal. Setengah jam terakhir di film diisi dengan proses kebimbangan, baik Said dan Khaled.

Misi yang ditawarkan oleh ‘Paradise Now’ sebenarnya sangat jelas, apakah kekerasan bisa menyelesaikan masalah dan bukannya akan menimbulkan masalah yang baru? Kebimbangan inilah yang kemudian ditampilkan oleh kedua pemuda, yang pada mulanya sangat bersemangat itu. Apalagi saat masuk Suha, gadis yang sebenarnya sangat menginginkan perubahan di Palestina, namun menganggap kekerasan bukanlah jawabannya.

Gaya penyutradaraan Hany Abu-Assad sebenarnya standar saja. Tidak ada yang istimewa. Namun, ia terampil dalam merangkai emosi dalam cerita dan juga sangat informatif mengenai pelaku bom bunuh diri ini. Apalagi didukung oleh akting yang sangat menarik dari trio Kais Nashef, Ali Sulaima dan Lubna Azabal, yang bermain dengan sangat alami. Konflik moral inilah yang menjadi komoditas bagi Hany Abu-Assad dalam memfluktuasi emosi, baik dalam narasi maupun penontonnya. Terlepas dari apakah mereka di manipulasi dengan nama agama atas kepentingan kelompok (Jamal mengakatakan bahwa dua malaikat akan langsung menjemput mereka ke surga setelah mereka mati nantinya - kata lain untuk menyatakan kalau mereka akan suhada atas perjuangan mereka), kemudian kita akan menyadari bahwa sebenarnya Said dan Khaled adalah
dua pemuda biasa dengan latar belakang dan alasan yang berbeda saat
ingin melakukan bom bunuh diri tersebut. Dan bagi  mereka surga itu, entah di dunia atau di akhirat nanti, layak untuk diperjuangkan. FIlm juga diisi dengan dialog-dialog yang bernas, sehingga walaupun tanpa iringan musik skoring, kita sama sekali tidak akan merasa bosan. Secara sederhananya, Hany Abu-Assad dalam ‘Paradise Now’ ingin menunjukkan bahwa pelaku bom-bunuh diri juga manusia lho. Dan dia berhasil untuk itu.


Leave a Reply