‘GOODBYE LENIN!’: Wickedly Fun Entertainment


Produksi: Sony Pictures Classic (2003)
Sutradara: Wolfgang Becker
Cast: Daniel Brüh, Katrin Saß, Chulpan Khamatova, Maria Simon, Florian Lukas, Alexander Beyer

Genre: Drama/Komedi/Satir
Durasi: 121"
Release Date: 13 Februari 2003 (Jerman)
My Grade: 4 out 5

Good_bye_lenin‘Goodbye Lenin!’ adalah komedi. Dan itu memang benar. Tapi tentu saja ini bukan komedi biasa. Kalau pernah menonton ‘Le Fabuleux destin d’Amélie Poulain’ (2001), maka film ini akan mengingatkan kita akan pengalaman menonton sebuah komedi yang menggelikan sekaligus menyentuh dan memberikan sesuatu untuk diambil oleh penontonnya.

Alex (Daniel Brüh) dan saudarinya Ariane (Maria Simon) tinggal bersama ibu mereka (Katrin Saß) yang aktivis pemerintah. Saat itu tahun 1989 dan Berlin masih terpisah oleh sebuah tembok yang membatasi antara wilayah barat dan timur. Suatu hari sang ibu mengalami koma dan sadar beberapa bulan kemudian. Tanpa sepengetahuan sang Ibu, keadaan telah berubah dan kedua Jerman dalam proses unifikasi. Sayangnya, kondisi sang ibu masih lemah dan tidak boleh menerima sesuatu yang mengejutkan. Oleh karena itu, Alex dan Ariane kemudian menciptakan dunia semu untuk ibu mereka, dimana mereka masih hidup di sebuah apartemen yang bernuansa komunis, sementara diluar jendela mereka kapitalis mulai memasuki kehidupan masyarakat. Kelucuan demi kelucuan timbul saat Alex mencoba untuk menutup-nutupi keadaan sebenarnya. Tapi, sepandai-pandainya tupai melompat pasti jatuh juga bukan? Demikian juga dengan situasi yang dilakoni Alex dan ibunya.

‘Goodbye Lenin!’ adalah sebuah satire sosial mengenai kehidupan Jerman pada saat itu, namun daripada berbicara soal politik, yang menjadi inti utama dari film ini menurut saya adalah tentang betapa berbaktinya seorang anak terhadap ibunya sampai menciptakan kebohongan! Tentu saja dengan bumbu-bumbu kehidupan sosial politik masyarakat Jerman pada saat itu. Karakter-karakter dalam film ini sangat membumi sekali dan reaksi mereka terhadap keadaan adalah reaksi yang wajar dan walau memang sedikit tidak masuk akal, namun inilah penggambaran yang dicoba untuk realis untuk sejenis peristiwa seperti itu.

Wolfgang Becker sebagai perangkai cerita, dengan bernas menjalin sebuah cerita yang sebenarnya terlihat absurd, namun dengan presentasi yang masuk akal. Apalagi didukung dengan kekuatan akting dari barisan pemainnya. Inilah yang membuat ‘Goodbye Lenin’ terasa tidak mempunyai jarak dengan penontonnya. Mungkin perbedaan budaya akan menyebabkan kebingungan penonton Non-Jerman akan referensi yang terdapat di film ini, namun secara umum film ini cukup gampang untuk dimengerti.

Referensi akan ‘Le Fabuleux destin d’Amélie Poulain’ semakin terasa, karena film ini bahkan memakai satu skoring milik ‘Amélie’ sebagai pengiringnya. Yah, selama bukan ‘bajakan’, dan mempunyai izin, hal ini tidak begitu mengganggu, malah menambah nikmatnya menonton film ini.

PS:
Trims Yuri for borrowing me the DVD. This review is dedicated for you :)


Leave a Reply