‘CASINO ROYALE’: When Mr. Bond Going Though! (Or Mellow?)
Produksi: MGM (2006)
Sutradara: Martin Campbell
Cast: Daniel Craig, Eva Green, Mads Mikkelsen, Giancarlo Giannini, Jefrey Wright, Judi Dench
Release Date: 17November 2006 (USA)
Disaat hampir semua orang berpolemik tentang pantas-tidak-pantas atau cocok-tidak-cocok-nya Daniel Craig (Munich) sebagai James Bond terbaru, saya sama sekali tidak mempunyai opini apapun, karena jujur saja, saya bukanlah seorang fanatik agen 007 ini. Oleh karenya disaat berkesempatan untuk menyaksikan ‘Casino Royale’, ekspektasi saya biasa-biasa saja. Hanya saja, setelah menyimak filmnya, terus terang perasaan saya sedikit tercampur baur-antara suka dan tidak suka.
Setelah diseri-seri terakhir sebelumnya, franchise 007 tidak lagi dikembangkan dari novel asli Ian Flemming, maka ditahun 2006 ini justru di instalmen ini film dimulai dengan misi perdana James Bond sebagai seorang Double 0, yang tentu saja berdasarkan novel karya Mr. Flemming yang berjudul sama. Uniknya novel ini tidak pernah diangkat menjadi seri Bond. Memang pernah ada film yang berjudul ‘Casino Royale’ ditahun 1967, hanya saja berjenis komedi. Tampaknya film yang dibintangi oleh Peter Seller tersebut bermaksud untuk memparodikan seri Bond belaka. Tidak bisa dianggap serius.
Kembali ke ‘Casino Royale’ tahun 2006, dimana dikisahkan James Bond dipromosikan oleh M (Judi Dench) menjadi agen 00, setelah sebelumnya hanya menjadi agen lapangan M16 biasa. Hanya saja, disini Bond masih harus berkutat antara egonya dan misi yang harus diembannya. Kali ini ia harus menghentikan seorang Bankir, Le Chiffre (Mads Mikkelsen), yang berusaha memenangkan sebuah turnamen kartu di sebuah kasino yang mana uangnya akan digunakan untuk mendanai upaya terorisme. Terus terang, tidak ada yang istimewa dengan jalinan ceritanya. Cukup tipikal untuk kelas 007.
Pemilihan sosok Daniel Craig yang ‘macho’ menjadikan adegan-adegan aksi yang ditampilkan oleh ‘Casino Royale’ terlihat lebih kasar dan keras. Seru dan menegangkan merupakan kesan yang tertangkap setelah menyaksikan adegan-adegan aksinya. Namun ternyata Martin Campbell (Golden Eye) tidak mau terjebak dalam monotonisme aksi belaka, karena ia pun membuat dramatisasi yang kental dari dinamika pribadi karakter Bond itu sendiri. Sayangnya dramatisasi tersebut berjalan sedikit bertele dan terlalu terfokus pada romansa antara Bond dengan Vesper Lynd (Eva Green, Kingdom of Heaven), sehingga pada beberapa adegan film ini terlihat bagai sebuah film roman yang mellow dibandingkan sebuah film aksi yang solid. Ini membuat ritme ‘Casino Royale’ tidak begitu konsisten. Kadang kita seperti melihat dua jenis film yang berbeda pada saat bersamaan. Martin Campbell sepertinya kurang begitu fasih dalam memadukan antara drama dan aksi ini, sehingga mungkin saja bagi sebagian penonton ‘Casino Royale’ akan terasa sedikit membosankan. Durasinya yang cukup panjang berjalan kurang efektif, karena film tidak menjadi padat. Apalagi ternyata asal-usul Mr. Bond itu sendiri tidak dipaparkan secara lebih mendetil.
Daniel Craig sendiri ternyata cukup mumpuni dalam menjalani perannya sebagai James Bond paling mutakhir. Ditangannya, ia berhasil mengaktualisasikan James Bond menjadi sosok baru yang lebih jantan dan menyegarkan, serta lebih meng-anak-muda, yang tentunya sesuai dengan selera penonton masa kini. Boleh ditunggu, selanjutnya Daniel Craig akan melanjutkan perannya sebagai Mr. Bond dalam ‘Bond22′ yang siap edar pada tahun 2008 nanti. Nampaknya ia semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu pemeran Bond favorit.