‘PESAN DARI SURGA’: Sebuah Pesan Yang Kurang Tersampaikan


Produksi: MVP Pictures (2006)
Sutradara: Sekar Ayu Asmara
Cast: Luna Maya, Vino G. Bastian, Catherine Wilson, Lukman Sardi, Rianti Cartwright, Indah Kalalo, Ramon Y. Tungka, Sharifaa Danish, Davina, Dimas Setowardhana

Genre: Drama
Durasi: 93"
Release Date: 21 Desember 2006
My Grade: 2 out 5

Pesan_dari_surgaSetahun setelah ‘Belahan Jiwa’ (2005), Sekar Ayu Asmara kembali lagi dengan ‘Pesan dari Surga’. Melihat trailernya, seakan-akan saya melihat Belahan Jiwa bagian 2. Entah memang disengaja atau tidak, namun demikian impresi yang saya dapat setelah menyimak tayangan beberapa detik tersebut. Setelah kemudian berkesempatan menyimak filmnya secara utuh, bisa dikatakan Sekar Ayu Asmara sepertinya masih percaya dengan gaya penceritaan yang berkesan suspense-misterius seperti yang dipakainya dalam ‘Belahan Jiwa’. Persamaan lainnya adalah karakter-karakter yang sedikit surealis dengan latar belakang psikologis yang cukup kuat. Tapi apakah kemudian persamaan ini berkorelasi dengan tema utama dari ‘Pesan dari Surga’ yang jelas-jelas sangat berbeda dengan ‘Belahan Jiwa’?

Filmnya sendiri bercerita tentang lima anak muda yang tergabung dalam kumpulan musik yang bernama Topeng. Sesuai dengan namanya, maka kelima anak muda tersebut tidak akan pernah menutup-nutupi keadaan diri dan pribadi mereka terhadap satu sama lainnya. Ibaratnya, di dalam Topeng, mereka akan melepaskan Topeng dan menjadi diri mereka sendiri tanpa adanya kemunafikan. Lantas, apakah kemudian di kehidupan publik mereka tidak akan memakai topeng? Ternyata tidak! Canting (Luna Maya), vokalis temperamental yang slenge’an dan mengalami krisis kepercayaan terhadap kekasihnya (Dimas Setowardhana). Brazil (Catherine Wilson), basis yang mengalami trauma masa lalu sehingga selalu mempermainkan pacar-pacarnya, termasuk si kembar Oya dan Oyi (Ramon Y. Tungka). Veruska (Rianti Cartwright), kibordis yang hamil diluar nikah dan terinfeksi H.I.V. dari pacarnya yang dokter (Uli Herdinansyah), Prana (Vino G. Bastian), gitaris yang telah beristri seorang peramal -atau paranormal?- (Indah Kalalo) namun tidak bahagia walau pun sangat mencintai istrinya, karena sang istri tidak mau mempunyai anak karena percaya sang anak akan menderita jika lahir didunia dan oleh karena itu ia pun selingkuh dengan perempuan lain. Kuta (Lukman Sardi), drummer berpenampilan garang yang sekaligus seorang artis tato, namun malah berpacaran dengan suami orang (Ario Bayu). Karakter-karakter yang tidak biasa inilah yang mendominasi ‘Pesan dari Surga’. Lantas apa yang dimaksud dengan pesan dari surga? Ternyata sebuah pesan yang disampaikan seseorang yang bangun dari koma dan ditujukan untuk beberapa orang yang telah ditinggalkan oleh seseorang yang mencintai mereka.

Terus terang, setelah menyaksikan ‘Pesan dari Surga’ saya merasa sedikit kecewa, karena ekpektasi saya adalah untuk menyaksikan sebuah film psikologis yang kental dengan aura suspensenya. Sayangnya, yang ada justru sebuah film dengan tingkat inkonsistensi dan pengabaian logika yang cukup signifikan sehingga terasa cukup mengganggu, belum lagi epilog film yang terasa mengada-ngada ditambah kurang piawainya Sekar Ayu Asmara dalam merangkum cerita yang ingin dituturkannya ini. Saya kurang tahu ada apa dengan sutradara satu ini, apakah sedang bermain-main dengan kesabaran penontonnya atau malah tengah bereksperimen dengan daya nalar penonton. Entahlah, apakah saya yang terlalu cerdas untuk film ini atau memang tingkat intelegensia saya yang kurang tinggi untuk mencerna isi film, karena saya merasa gagal untuk mencerna maksud dan tujuan sebenarnya dari Sekar Ayu Asmara dalam membuat ‘Pesan dari Surga’. Bukan berarti saya tidak terhibur saat menyaksikan film ini. Sama sekali tidak. Filmnya berjalan dalam pace yang cukup cepat dan adegan-adegan mengalir dengan cukup lancar. Apalagi ditunjang oleh akting bintang-bintang di dalamnya yang bermain dengan cukup alami, termasuk untuk seukuran Catherine Wilson dan Davina sekalipun. Luna Maya sendiri makin menunjukkan tajinya sebagai aktris utama. Saya jadi penasaran, bagaimana caranya Sekar Ayu Asmara selalu bisa memperoleh bintang-bintang tenar untuk bermain di film-filmnya.


3 Responses to “‘PESAN DARI SURGA’: Sebuah Pesan Yang Kurang Tersampaikan”

  1. ve Says:

    hahahaha!

    bro, u should be writing a movie column somewhere. beneran, deh. u know how to give “kritik membangun” tanpa harus jadi politically correct. keep on writing, yaaa! :)

  2. hARIs Says:

    Thanks berat. Cuma blom pede nih. Hehehehe

  3. giENa Says:

    iihhhh….
    dimas setooo ny cuakkkeeeeeeeeeeeeeeeeeppppppppppppppp bgttt,,
    tp aqw susah bgt nyari foto”y d net

Leave a Reply