‘PULSE’: Usaha Pembeda Yang Kurang Menarik
Produksi: Dimension Pictures/Distant Horizons (2006)
Sutradara: Jim Sonzero
Cast: Ian Sommerhalder, Kristen Bell, Christina Millian, Jonathan Tucker, Brad Douriff (Spec. App.)
Genre: Horror/Thriller/Misteri
Durasi: 90"
Release Date: 13 Oktober 2006 (USA)

Setelah ‘The Ring’, ‘The Grudge’, dan ‘Dark Water’, maka ‘Pulse’ adalah J-Horror ke empat yang diremake menjadi film Hollywood. Dan tampaknya ‘demam’ ini belum berakhir, karena sudah bisa dipastikan pada tahun 2007 nanti akan keluar versi remake dari ‘One Missed Call’ (2004) atau ‘Chakushin Ari’ karya Takashi Miike.
Kembali ke ‘Pulse’. Film ini adalah remake dari film yang aslinya berjudul ‘Kairo’ (2001), karya Kiyoshi Kurosawa, yang terkenal dengan karya-karya gelapnya yang kadang absurd dan surealis. ‘Kairo’ pun tak luput dari aura absurd dan surealis tadi, hanya saja dalam kadar yang cukup ringan. Namun begitu, tetap saja membutuhkan konsentrasi dan atensi yang tinggi dari penontonnya, karena ‘Kairo’ adalah horor yang gelap, moody dan terkadang menyeramkan. Inti utama dari ‘Kairo’ setidaknya yang saya tangkap, adalah kemurungan manusia modern yang terisolasi karena gagal berinteraksi dengan utuh terhadap lingkunganya sehingga sebagai kompensasinya mereka memutuskan untuk berinteraksi secara maya melalui teknologi internet. Sayangnya, kemajuan teknologi justru juga membuka portal dimana makhluk-makhluk yang seharusnya sudah tiada mencoba untuk masuk kembali ke dunia nyata!
Secara garis besar ‘Pulse’ mengadopsi inti cerita dari ‘Kairo’, hanya saja kemudian ada sedikit penyesuaian agar cerita dapat menjadi lebih gampang dicerna, karena pada versi aslinya, cerita pada awalnya berjalan pararel, karena menampilkan dua karakter utama yang mempunyai narasi yang berbeda. Barulah menejlang akhir cerita mereka bertemu. Pada ‘Pulse’ versi Amerika ini bercerita tentang seorang Mahasiswi, Mattie (Kristen Bell) yang menemukan kekasihnya Josh (Jonathan Tucker), seorang hacker, tewas gantung diri. Beberapa hari kemudian ia menerima pesan elektronik di komputernya, yang anehnya, dikirim oleh Josh. Selanjutnya ia mengetahui kalau komputer Josh telah berpindah tangan kepada Dexter (Ian Somerhalder), juga seorang hacker. Ternyata di dalam komputer Josh terdapat semacam channel yang bisa menjembatani dunia roh untuk masuk kedunia manusia. Celakanya, layaknya serangan virus, program tersebut telah menginfeksi komputer-komputer, PDA bahkan ponsel yang terhubung secara on-line. Roh-roh tersebut menghisap sari kehidupan manusia yang bertemu dengan mereka, sehingga manusia-manusia tersebut akan merasa hampa dan mempunyai niat bunuh-diri yang besar. Ketika populasi orang yang melakukan bunuh diri semakin besar, maka Mattie dan Dexter mencoba untuk menghentikannya, sebelum terlambat!
Jika sebelumnya pernah menyaksikan ‘Kairo’, pasti segera bisa merasakan kalau ‘Pulse’ terasa sangat berbeda dengan versi aslinya. Jika ‘Kairo’ seperti mengajak penontonnya secara perlahan-lahan hanyut dalam ceritanya, maka ‘Pulse’ seperti sebuah horror-pop-kontemporer ala Amerika yang berusaha untuk menjelaskan banyak hal, sementara penjelasan yang diberikan justru memusingkan dan kurang dapat diterima (baca: plausible). Penggarapan Jim Sonzero juga serba tanggung, antara mencoba mengikuti ritme ‘Kairo’ atau over-stylish ala MTV. Pada mulanya ‘Pulse’ akan diarahkan oleh Wes Craven (Scream), namun entah mengapa tidak jadi. Ia malah hanya menangani skenarionya, bekerja sama dengan Ray Wright. Pengaruh Craven sebenarnya cukup terasa pada beberapa unsur suspens dari ‘Pulse’. Hanya saja filmnya berjalan datar bahkan cenderung monoton. Kadar kengerian ‘Pulse’ kurang tergarap dengan baik, sehingga kurang mencekam. Padahal ‘Pulse’ telah meminjam beberapa adegan yang menarik dari film aslinya, namun ternyata tetap tidak mendukung.
Kelemahan lain dari film ini adalah dari segi akting. Kristen Bell (Veronica Mars) dan Ian Somerhalder (Lost) terasa kurang maksimal. Beberapa pemain pendukungnya pun terasa dibuat-buat aktingnya, termasuk Jonathan Tucker (Texas Chainsaw Massacre), yang tampil di beberapa adegan. Oh ya, film ini juga menampilkan cameo dari Brad Douriff. Bagi yang sering menonton film horror pasti kenal siapa beliau. Ia adalah pengisi suara Chucky di ‘Child’s Play 1,2,3′ serta ‘Bride of Chucky’ dan ‘Seed of Chucky’.