‘SAW III”: Deskripsi Neraka di Bumi? Hell, Yeah!


Produksi: Lion Gate Entertainment (2006)
Sutradara: Darren Lynn Bousman
Cast: Tobin Bell, Shawnee Smith, Angus Macfadyen, Bahar Soomekh, Leigh Whannell, Donnie Wahlberg

Genre: Horor/Thriller
Durasi: 113"
Release Date: 27 Oktober 2006 (USA)
My Grade: 3.5 out 5

Saw_iiiKekejaman dan ironi moralitas melengkapi lingkarannya dengan ‘Saw III’. sebagai sebuah konklusi, ‘Saw III’ akan menjawab berbagai pertanyaan yang timbul sesudah menyaksikan dua film sebelumnya. John Kramer alias Jigsaw (Tobin Bell) dalam kondisi yang memprihatinkan karena tengah sekarat oleh penyakit yang dideritanya. Namun ia masih mempunyai "tugas’ terakhir terhadap "objek" yang bernama Jeff (Angus McFadyen, Alias). Jeff harus melewati serangkaian tes jika ingin hidupnya selamat. Hanya saja, berbeda dengan sebelumnya, bukan Jeff pribadi yang didera oleh perangkap mengerikan Jigsaw, namun sejumlah orang yang terlibat dalam kecelakaan yang menyebabkan kematian anaknya. Tugas Jeff adalah memberi maaf dan menyelamatkan orang-orang tersebut! Untuk menjaga kestabilitasan tubuh Jigsaw, maka Amanda (Shawnee Smith), murid-magangnya, menculik Dr. Lynn Denlon (Bahar Soomekh, Crash) agar dapat merawat Jigsaw selama proses tes yang dilakukan terhadap Jeff. Dr. Lynn sendiri dipakaikan sejenis perangkap yang secara otomatis akan menewaskannya jika Jigsaw meninggal. Maka dikejar oleh waktu, Jeff dan Dr. Lynn harus menyelesaikan "tugas" mereka. Namun tanda diketahui oleh siapapun, sebenarnya Jigsaw tengah menyiapkan rencana terbesarnya!

Sadomasokisme tingkat tinggi dalam seri ‘Saw’ ini dinaikkan eskalasi intensitasnya oleh Darren Lynn Bousman yang sebelumnya telah menyukseskan ‘Saw II’ (2005). Sebagai film yang dianggap sebagai penutup, maka twist dalam cerita serta kesadisan alat-alat penyiksaan dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga bisa dikatakan ‘Saw III’ cukup sukses dalam mengekspos kengerian serta rasa penasaran penonton akan akhir cerita Jigsaw. Mungkin untuk seri terakhir ini akan terasa lebih melodramatis dibandingkan dua seri sebelumnya, namun terasa lebih menarik dari segi pengembangan karakter dan progresi jalan cerita.

Bermula sebagai sebuah horror independen kecil, ‘Saw’ (2004) yang disutradarai oleh James Wan ternyata berhasil menarik minat banyak penonton, sehingga lahir sekuel-sekuelnya. Bisa dikatakan ‘Saw’ telah menjadi film cult baru di genre horror dalam dekade ini. Yang menjadikan film ini unik, selain serangkaian alat-alat penyiksaannya yang bisa bikin geleng-geleng kepala, adalah sang villain-nya itu sendiri yang hanya seorang manusia biasa tanpa kemampuan supranatural yang misterius karena hanya mengandalkan kecerdasan otaknya dalam memilih korban-korbannya dan motif serta latar belakang yang cukup manusiawi, sehingga menjadikan dia seorang villain yang bisa kita relasikan secara emosional. Ini juga yang mungkin membuat Jigsaw menjadi sebuah ikon horror terkini yang orisinil.

Mungkin ini bukan film yang penting atau malah memuakkan bagi sebagian orang, akan tetapi ia murni sebagai sebuah horror akan kenyataan betapa gilanya dunia dan sebagian orang yang hidup didalamnya. Ia tidak berpretensi menjadi suar kebenaran atau berkoar-koar tentang kebaikan melawan kebajikan. ‘Saw’ seperti lebih menjadi personifikasi neraka karena ia adalah purifikasi moralitas seseorang untuk menyadari kesalahan dan mensyukuri hidupnya atau malah menemui ajalnya dengan menggenaskan karena tidak mau berusaha dengan keras untuk menyelamatkan hidupnya sendiri tanpa pertolongan orang lain. ‘Saw’ berbicara tentang konsekuensi sebuah pilihan dan pembuktian seberapa kuat tekad untuk hidup. Hanya saja disini dideskripsikan dengan kekejaman yang terasa vulgar dan berdarah-darah.

Oke, mungkin saya sudah terlalu berlebihan dan mungkin saya juga saya "sakit jiwa" karena menyenangi darah yang belepotan di film ini. Namun setidaknya film ini menjaga saya tetap sadar bahwasannya saya harus bisa lebih bersyukur karena masih bisa hidup sehat sentausa tanpa harus "ditabok" terlebih dahulu.

PS: By the way, there will be ‘SAW IV’!


Leave a Reply