‘THE TEXAS CHAINSAW MASSACRE: THE BEGINNING’: Sadisme Bervoltase tinggi!
Sutradara: Jonathan Liebesma
Release Date: 06 Oktober 2006 (USA)
Bagi yang menggemari genre horror pasti mengenal seri The Texas Chainsaw Masscre dengan ikonnya yang terkenal, Leatherface. Film yang aslinya keluaran tahun 1974 ini telah mempunyai banyak sekuel dan sebuah remake. Namun, dari sejumlah film tersebut rasanya belum ada yang menjelaskan asal-usul Leatherface. Maka, kemudian dibuatlah The Texas Chainsaw Massacre: The Beginning (TCMB) yang dimaksudkan sebagai akar cerita mitologi Leatherface dan keluarga kanibalnya. Sayangnya, walau menjelaskan muasal prilaku kanibalistik keluarga Hewitt dan si Leatherface, TCMB tetap
terjebak dalam pengulangan pola lama, karena penjelasan riwayat mereka bisa dikatakan tidak terlalu mendetil, bahkan nyaris hanya selintasan saja, karena yang mendominasi cerita tetap saja penggambaran penjagalan manusia yang, terus terang, sangat mengerikan (pernah membayangkan bagaimana rasanya jika tubuh Anda di sinsaw?). Sayangnya, padahal jika latar belakang psikologis para psikopat di film ini dielaborasi dengan baik mungkin akan menjadikan TCMB sebagai horror yang bernilai lebih.
Plotnya pun masih setipe dengan seri sebelumnya, bahkan sangat mirip dengan dengan film seri pertama dan remakenya, yaitu tentang empat orang remaja yang tengah melakukan perjalanan dan tanpa sengaja bertemu dengan komunitas keluarga Hewitt dan tentu saja Leatherface. Selebihnya tentu saja darah, teror dan kengerian! Hanya saja kali ini divariasikan dengan latar belakang prilaku psikopatis keluarga Hewitt dan Leatherface yang bernama asli Thomas Hewitt ini.
Dibandingkan dengan remakenya, maka keluaran terbaru yang merupakan besutan sutradara Jonathan Liebesman (Darkness Fall) seakan melampaui film tersebut dalam hal kesadisan dan ketegangan. Tentu saja apakah hal ini merupakan aspek negatif atau positif tergantung dalam persepektif penontonnya, apakah memang penyuka adegan berdarah-darah atau penikmat horror yang elegan. Terus terang, sebagai penggemar film horror, saya memang merasa cukup terpuaskan dengan film ini. Namun dengan tanpa adanya inovasi yang berarti dalam segi plot dan formula, maka TCMB rasanya sama saja dengan berbagai horror gore yang kini banyak beredar.
Dari jajaran pemainnya, hanya Jordana Brewster (The Faculty, The Fast and Furious) saja yang cukup familiar, sedangkan pemain lainnya umumnya adalah muka-muka baru yang kurang dikenal, namun bermain dengan cukup baik.
Jonathan Liebesman, sang sutradara merupakan nama yang relatif kurang dikenal, namun cukup mampu dalam membangun suasana ketegangan yang kental dengan visual yang cukup menarik, walau tampaknya ia memakai gaya dan tone warna yang mirip dengan remake keluaran 2003 yang lalu. Hanya saja disini ia lebih ekplisit dalam mengumbar kesadisan, sehingga kemudian bisa membuat kita menjadi
mengira-ngira jika sebenarnya Jonathan Liebesman mempunyai anggapan jika horror yang baik itu harus mampu mengekploitasi kematian dengan tingkat kesadisan yang tinggi.