‘NAGABONAR’: Komedi Satir yang Berhasil


Produksi:  Demi Gisela Citra Sinema/Bumi Prasidi Bi-Epsi (2007)
Sutradara: Deddy Mizwar
Cast: Deddy Mizwar, Tora Sudiro, Wulan Guritno, Lukman Sardi, Mike Muliadro, Darius Sinathrya, Uli

Genre: Komedi/Drama
Durasi: 100"
Release Date: 29 Maret 2007
My Grade: 4 out 5

Nagonar_jadi_2_ii_1

21 tahun yang lalu sineas kenamaan Asrul Sani mereka sebuah karakter yang sangat fenomenal bernama Nagabonar. Dalam narasi komedi-satir yang jenial ia berhasil membawa semangat patriotisme dalam bentuk yang lain dari biasanya. ‘Nagabonar’ juga didukung dengan fantastis oleh aktor kawakan Deddy Mizwar yang dengan sangat meyakinkan meniupkan ruh kedalam rangka tubuh Naga Bonar yang kemudian membuat hidup si pencopet-yang-menjadi-jendral. Kini film klasik tersebut telah mempunyai sekuel yang menyebutkan ‘Nagabonar Jadi 2′.

Apakah memang si Nagabonar (Deddy Mizwar, Kiamat Sudah Dekat, Ketika) jadi dua? Ternyata yang betul adalah si Nagabonar ini telah mempunyai anak laki-laki yang bernama Bonaga (Tora Sudiro, Arisan!, D’Bijis), hasil perkawinannya dengan Kirana (dulu diperankan oleh Nurul Arifin) yang telah meninggal dunia. Bonaga, berbeda dengan bapaknya, adalah seorang pria kosmopolitan yang sukses dan mempunyai pendidikan yang tinggi. Telah mempunyai perusahaan sendiri dan selalu ditemani oleh ketiga teman sekaligus assistennya, Pomo,(Darius Sinathrya, D’Bijis), Ronni (Uli Herdinansyah, Pesan dari Surga), dan Jaki (Mike Muliadro, Virgin, I Love You Om). Walau begitu, pada dasarnya anak sama saja dengan bapaknya, karena Bonaga adalah perwujudan Nagabonar yang jujur, bertanggungjawab, dan juga sama-sama tak mampu menyatakan cinta pada wanita, sebagai pria kontemporer yang hidup ditengah dunia kapitalisme yang cenderung hedonis. Masalah timbul saat Bonaga ingin menjual perkebunan bapaknya di Sumatera Utara, karena ingin membangun resor yang merupakan investasi pihak asing (Jepang!). Masalahnya, di perkebunan tersebut juga merupakan makam ibu, istri dan teman Nagabonar, si Bujang. "Apa kata dunia?" merupakan jargon yang sering diucapkan Nagabonar dalam menyikapi masalah ini. Maka Bonaga memboyong sang bapak ke Jakarta untuk melihat konsep resor yang akan dibangun. Karena sadar akan adat bapaknya yang keras, maka Bonaga meminta tolong kepada Monita (Wulan Guritno, Gie, Kejar Jakarta) konsultan bisnis yang dicintai-tapi-tak-berani-mengungkapkan-nya, untuk memberi penjelasan kepada sang bapak. Nagabonar sangat terkesan terhadap Monita dan berusaha menyatukannya dengan Bonaga, karena ia tahu Bonaga tidak akan berani mendekati Monita. Sementara itu, Nagabonar juga berkenalan dengan Umar (Lukman Sardi, Berbagi Suami, Jakarta Undercover), seorang sopir Bajaj yang merupakan anak almarhum pejuang kemerdekaan. Bonaga sangat tersentuh melihat kesederhanaan Umar, sementara dulu ayahnya berjuang untuk kemederdekaan negeri ini. Hal ini membuat sadar Nagabonar akan keberadaan era yang dihadapinya saat ini.

‘Nagabonar Jadi 2′ adalah tribut Deddy Mizwar terhadap film yang telah membesarkan namanya tersebut. Dengan semangat nasionalisme yang tinggi, ‘Nagabonar Jadi 2′ menjadi alat baginya untuk merefleksikan kondisi masyarakat yang cenderung carut-marut seperti ini dan yang seakan menjadi "kacang-lupa-kulitnya" tanpa harus menjadi alat propaganda yang berlebihan. sementara itu, selain sebagai penerus Nagabonar, karakter Bonaga disini juga merefleksikan perbedaan perspektif antara generasi yang juga berbeda zamannya.

Deddy Mizwar sendiri tentu saja kembali memainkan si Nagabonar. Hanya saja disini ia berkesempatan untuk menjadi pengarah dari skrip yang ditulis oleh Musfar Yassin (Ketika). Ditangannya film ini menyimpan kekuatan satir yang kuat dengan adegan-adegan yang kadang membuat kita bingung harus menangis atau tertawa. Pengadeganan dan elaborasi detil dalam film berjalan dengan akurasi yang telah dipikirkan sebelumnya sehingga film berjalan dengan mulus dan meyakinkan. Sebagai contoh bisa dilihat nanti disaat adegan Nagabonar dan Umar sedang berada didepan patung Jendral Soedirman yang tampil dengan sangat memorable atau adegan saat Nagabonar dan Bonaga secara simultan membuka jendela kamar masing-masing. Sangat Jenial!

‘Nagabonar Jadi 2′ seakan menjadi lompatan bagi Deddy Mizwar dalam karir sutradaranya. Film ini tampil dengan sangat berbeda dengan dua film sebelumnya yang cenderung tampil minimalis. Kali ini, selain mempunyai skrip yang kuat, Deddy Mizwar juga didukung dengan persiapan yang lebih matang, sehingga secara teknis film tampil dengan cukup menarik. Apalagi didukung oleh Yudi Datau (Arisan!, Ungu Violet) sebagai penata kamera yang berhasil memvisualkan cerita yang diinginkan dengan lebih impresif.

Tentu saja, berperan kembali sebagai Nagabonar bukan suatu hal yang sulit untuk Deddy Mizwar. Ditangannya, Nagabonar adalah Deddy Mizwar dan Deddy Mizwar adalah Nagabonar. Tidak ada komentar lain! Sementara itu, Tora Sudiro bermain dengan cukup meyakinkan, hanya saja dialek Bataknya rasanya perlu diperhatikan lagi. Sebagai orang asli Batak, bagi saya ke-Batak-an karakter Bonaga 
terasa superfisial dan berlebihan. Wulan Guritno dan Lukman Sardi bermain dengan cukup meyakinkan, walau trio Darius-Mike-Uli rasanya hadir sebagai ‘pemanis’ cerita saja.

Hanya saja, dibeberapa bagian, repetisi kalimat dan adegan terasa tidak penting. Belum lagi, sebagai sebuah sekuel, film ini merasa berkewajiban untuk menjelaskan banyak hal yang terjadi di film sebelumnya, sehingga terjadi penumpukan informasi yang harus diserap penonton. Namun hal tersebut rasanya tidak mengurangi kekuatan film. Bahkan, saya berani bilang, bolehlah secara kualitas ‘Nagabonar Jadi 2′ dibandingkan dengan versi aslinya.

‘Nagabonar Jadi 2′ adalah jenis film yang sangat menghibur sekaligus pembawa pesan dan keduanya sukses dijalankan oleh film ini. Dan dibandingkan dengan film lain yang juga membawa semangat nasionalisme (Gie, duh!), maka film ini terasa lebih tulus, tanpa beban atau pretensi dibelakangnya dan menjadikan ‘Nagabonar jadi 2′ sebagai tayangan yang sangat direkomendasikan.    


2 Responses to “‘NAGABONAR’: Komedi Satir yang Berhasil”

  1. vodka Says:

    sukses terus bwt bang dedy mizwar n tora sudiro CS n kalo bs bwt film lg yang menyinggung negara ini semakin parah krn pbuatan para pejabat bangsat sukses terus buat para sineas indonesia

  2. aTiKaLuVbLuE Says:

    Gw suka banget ama tema yang diusung film ini!
    Gak biasa tapi tetep menarik buat ditonton..
    Rasa nasionalisme qta jg jd sdikit tersentil abiz nntn film ini.
    Keep up the good work!

Leave a Reply