‘NO REGRET’: Tiada Kata Menyesal untuk Mencinta


Produksi:  CJ Entertainment (2006)
Sutradara: Lee Song-hee-ill
Cast: Lee Yeong-hoon, Lee Han, Hwang Choon-ha

Genre: Drama
Durasi: 114"
Release Date: 16 November 2006 (Korea)
My Grade: 4 out 5

Noregrets_posterSebagai sebuah negara yang dianggap konservatif, maka masyarakat Korea Selatan dikenal sebagai masyarakat yang cenderung homophobia. Uniknya, tahun 2005 lalu, ‘The King and Clown’ yang kental dengan aura homoseksualitasnya menjadi film paling laris tahun itu. Sukses dalam mendulang penonton, maka asumsi tersebut patut dipertanyakan. Walaupun pada kenyataanya diskriminasi masih kerap terjadi di kalangan ini, namun tidak membatasi Lee Song-hee-ill, seorang sutradara berbakat yang mengaku sebagai gay, untuk berkarya dan hasilnya adalah ‘No Regret’ atau ‘Hoohoihaji Hanha’ ini sebagai karya layar lebar perdananya yang mendapat sambutan antusias dari pemirsa Pussan International Film Festival 2006 kemarin.

‘No Regret’ bercerita tentang seorang yatim piatu bernama Su Min (Lee Yeong-hoon), yang harus meninggalkan panti asuhan dan kemudian melakukan urbanisasi ke Seoul. Setelah pekerjaanya di sebuah pabrik tidak berjalan dengan mulus, Su Min terpaksa bekerja di sebuah bar khusus kaum gay sebagai seorang host. Pada mulanya Su Min hanya menjalankan pekerjaanya ini untuk mencari uang guna meneruskan pendidikan di universitas, namun ketika seorang pria bernama Jae Min (Lee Han) masuk kedalam kehidupannya, maka segala hal yang diyakininya pun bergeser. Jae Min sendiri datang dari keluarga kaya yang konservatif dan akan segera menikah dengan seorang perempuan. Pada mulanya Su Min menolak cinta Jae Min, namun pada akhirnya Su Min menyerah pada keuletan Jae Min dan menerima ketulusan cintanya. Setelah menjalani kehidupan bahagia bersama, tanpa mereka sadari tagedi mulai mengancam hubungan mereka dan menguji cinta mereka.

Walau ‘No Regret’ mengambil struktur melodrama dalam narasinya, tapi ia juga mencakup komedi segar dan kritik sosial yang mengena, khususnya terhadap sub-kultur masyarakat Korea Selatan itu sendiri. Yang paling penting Lee Song berhasil membuat cerita dengan tingkat subtilitas yang menghanyutkan dan membangun hubungan komunikasi dengan artikulasi yang dapat dengan mudah dipahami oleh penontonnya. Kita sebagai pengamat karakter-karakter ini akan merasa penasaran dan ingin mengetahui kelanjutan kisah mereka.

Penggambaran homoseksualitas dalam film ini pun jauh dari gambaran streotype kaum gay yang biasa dideskripsikan oleh film-film atau sitkom Hollywood. Karakter Su Min dan Jae Min adalah laki-laki sebenarnya dengan aura maskulin yang kental (kecuali orientasi seksualnya tentu!). Mereka bukan tipe Drag Queen, Drama Queen atau tipologi queen lainnya. Sementara itu, pendekatan ala Eropa dalam film ini menyebabkan penggambaran adegan-adegan sensual yang cukup eksplisit. Cukup mengejutkan untuk film Asia seperti ini.

Jika kita mengenal kebiasan dan norma di masyarakat Korea Selatan, mungkin ‘No Regret’ akan mempunyai makna lebih bagi kita untuk mengapresiasinya. Namun pada intinya, ‘No Regret’ mengandung tema universal yan dapat dipahami secara umum. Pendekatan melodrama justru mampu menguraikan intisari yan jenial terhadap atmosfir film. Denan dukungan aktor-aktor muda yang relatif tidak terkenal justru menambah kekuatan film ini. Terlepas dari unsur homoseksualitasnya, ‘No Regret’ harus ditonton pagi penggila drama bermutu.


Leave a Reply