‘200 POUNDS BEAUTY’: Cliche Yet Entertaining
Release Date: 14 Desember 2006 (KOREA SELATAN)
‘200 Pounds Beauty’ atau ‘Minyeoneun Goirowa’ adalah komedi hit sensasional di tahun 2006 lalu, dengan mengumpulkan penonton hingga dalam kisaran 6.5 juta orang. Sebagai sebuah komedi ringan, tentu saja ini prestasi luar biasa. Sebenarnya apa sih yang membuat tertarik masyarakat Korea Selatan untuk berbondong-bondong menyaksikan film ini?
Hanna (Kim Ah-joong) adalah seorang gadis ceria, pekerja keras dan bersuara indah. Ia berprofesi sebagai penyanyai. Namun sayangnya, dikarenakan bobot tubuh yang besar, menyebabkan ia hanya dipakai sebagai penyanyi bayangan untuk superstar Ammi yang seksi. Ya, Ammi hanya cuap-cuap di panggung sedangkan Hanna yang bertugas untuk bernar-benar beranyanyi dibelakang panggung. Dengan bobotnya, tentu saja pihak label menolak untuk mengorbitkan Hanna. Hanna sendiri diam-diam menaksir produser musiknya, Sang-joong (Joo Jin-mo, dari epik ‘Musa’). Sadar akan kondisi fisiknya, tentu saja Hanna kemudian meredam keinginannya untuk mencintai Sang-joong dan hanya bisa memuja sang produser secara rahasia. Walau begitu kelihatanya Sang-joong tulus bersahabat dengan Hanna. Suatu hari, Ammi dengan sengaja mempermalukan Hanna. Hanna semakin tertekan dengan kondisi fisiknya dan kemudian memutuskan untuk menghilang dari lingkungannya dan melakukan operasi plastik untuk mempermak penampilannya. Satu tahun kemudian, tidak ada seorangpun yang mengenalinya lagi, karena kini Hanna menjelma menjadi seorang perempuan cantik bernama Jenny. Kini Hanna alias Jenny siap menggapai mimpi-mimpinya, termasuk untuk mendekati Sang-joong dan menjadi penyanyi sebenarnya. Tentu saja Ammi yang tersingkir tidak mau tinggal diam begitu saja. Seperti telah kita duga, maka menjelang akhir film, rahasia masa lalu Jenny sebagai Hanna terancam untuk terbuka dan merusak kebahagian yang baru saja diraihnya. Tentu saja, happy ending kemudian bukan hal yang harus ditabukan.
Komedi yang mengandalkan orang bertubuh gemuk tentu bukan hal yang asing lagi, termasuk yang terabaru dari Eddy Murphy, ‘Norbit’. Bahkan tetangga kita, Malaysia, telah pula merangkai film dengan tema seperti ini dengan ‘Cinta Kolesterol’. Lalu, apa yang membedakan ‘200 Pounds Beauty’ dengan yang lainnya?
Terlepas dari humor-humornya yang cenderung ofensif terhadap orang gemuk, ‘200 Pounds Beauty’ jelas lebih mengandalkan komedi romantis sebagai jualannya. Jika sering menyaksikan banyak variasi jenis film ini, maka rasanya jalan cerita ‘200 Pounds Beauty’ sudah bisa tertebak.
Yang cukup mengganjal, efek khusus tubuh gemuk yang harus dilakoni oleh Kim Ah-joong sebagai Hanna terasa kurang alami, sehingga terlihat nampak dibuat-buat dan sedikit tidak wajar. Namun, ini kan bukan perfilman Amerika Serikat sana, sehingga masih bisa untuk dimaklumi.
Terlepas dari itu, ternyata ‘200 Pounds Beauty’ sukses dalam misinya dalam menghibur penonton. Film berjalan dengan tempo medium yang ternyata cukup efektif dalam menarasikan ceritanya yang cukup renyah untuk dicerna. Lagipula ‘200 Pounds Beauty’ ternyata menyimpan kekuatan satir dalam ceritanya, terutama terhadap prilaku operasi plastik dan dinamika dunia hiburan industri musik di Korea Selatan sana.
Dengan dukungan dialog yang kuat dan akting yang menawan dari Kim Ah-joong, ‘200 Pounds Beauty’ hadir dengan kekuatan dalam dramatisasi, film berhasil menepikan hal-hal klisenya. Walau mungkin tetap saja akan meninggalkan beberapa hal yang menggantung pertanyaan, ‘200 Pounds Beauty’ adalah pilihan yang cocok untuk merasakan cinta seorang perempuan bertubuh gemuk dalam balutan romantisme ala dongeng.
June 1st, 2007 at 9:58 pm
ris, 3 bintang doang???????????
plizzzzzzz deeeee…..
sbagai sajian komedi mnurut gue 200 pounds beauty adalah salah satu yang terbaik yang pernah dibuat sineas korea
( setelah my sassy girl(kwak jae-yong-2002) dan windstruck (kwak jae yong-2004) tentunya)
—even di compare dengan welecome 2 dabgmakgol yg lo kasih 5 bintang—- terus terang gw lebih enjoy dan terhibur sama film ini…
bahkan di list top 10 movie all times w, ni film ada di posisi 6, dibawah film indonesia paling dahsyat mnurut w:KALA…
200 POUNDS lucu n touchy banget….(omg…endingnya….hikz….)
w aja ampe nonton brulang2 n gak bosen2…..
tapi balik lagi ini masalah taste sih….
cuma 3 bintang terlalu sedikit untuk film komedi romantis yang worth it kayak gini….
piss lah….
btw, pasti lo nontonnya di dvd bajakan ya????????????
tp its ok lah, film korea emang jarang bisa masuk ke bioskop kita….untung skarang ada Blitz……
hohoho….secara gitu ni film originalnya blom kluar…….
piss
June 1st, 2007 at 10:08 pm
btw lagi….
thx atas review metrosexual nya….
kmaren gw bru bli dvd nya (bajakan pastinya ;p soalnya yg originalnya pastinya gak bakal ada )
lucu juga…. yg ini baru stuju 3 bintang doang….soalnya ni film emang buat lucu2an doang tapi berhasil….
btw, kayaknya lo interest banget nih ma film2 berbau “gay”….
soalnya hampir smua review yg gw baca di blog lo ni, pasti smua pelem barbau gay lo bahas…. hehehe
hohoho……what wrong behind that?;p
tapi gapapa sih….karna gw denger di salahsatu website, kalo ciri-film-bagus emang harus bertema gay…. ;p
joko anwar aja yang sutradara terkenal itu seorang gay…( gossip ;p
piss…..
wait ur reply, ris!
June 2nd, 2007 at 12:51 am
wah loe interest bgt ya sama film2 Korea ya?. hehehehehe
Pertama2 kenapa gw cuma ngasi 3 bintang doang dikarenakan penggarapan film kayak gini udah tipikal bgt di film2 Korea. Engga ada sesuatu yang baru. Cuma, ni film memang menyegarkan bgt. Gw akui itu. Tapi engga lebih. Beda dong sama Dongmakgol yang selain secara teknis juara bgt, ceritanya lebih ‘dalam’ dan membuat kita bisa memikirkan sesuatu setelah menyaksikannya….
Soal nontonnya, yaaaa dengan sangat terpaksa gw bilang kalau gw nonton di DVD bootleg. Abis gmana, cuma pembajak aja yang mau mengakomodir keinginan gw untuk nonton film2 yang berbeda. Hehehehehe….
Rasanya, kalau loe ngubek2 blog gue loe pasti tahu kalau review film2 berbau ‘gay’ cuma hadir belakangan ini. Entah kenapa akhir2 ini gw suka nonton film2 dengan tema GLBT itu. Jadi engga cuma gay aja tapi juga lesbianisme. Tapi kalo lesbianisme, gw belum nemuin film yang memuasakan….
Gw kok engga yakin ya kalau ciri2 film bagus itu harus bertema gay, karena banyak film gay asal Amerika dengan kualiats ancur2an, hehehehe. Tapi kalau dari ranah Asia atau Eropa, bisa dipastikan kalau mayoritas film2 tersebut pastilah bagus.
Soal Joko Anwar, gw denger sih dia emang Gay, hehehehehe. Makanya film2nya selalu berbau homoseksualitas, hahahahaha. But he’s also one of my fave director…..
Piss 2…
PS:
Loe kok kenceng bgt nanyain soal sexual preference gw? what wrong behind that?;p
June 9th, 2007 at 7:20 pm
Haris nakal ya…nyoba2 mancing godain gue….. emang gue cowo apaan bo’?
Mending lo godain temen gue aja tuh Hohohohoho…..
Ris…. si AUROR POTTER… dia udah BELOK 100% (oops…keceplosan….auror denger nggak ya? …denger gak denger… Emang gue pikirin, pduli setan….;p )
Klo gw masih ‘in progress’ kearah sana Ris…. Jadi jangan ngarepin gw dulu………..Bwahahahahahahahaha……
Btw, kok lo sekarang udah jarang neh review film2 indonesia? Blom masuk ke daerah lo ataw lo udah kapok nonton film indo yg smakin hari smakin mengenaskan kualitasnya?
Ayo dunx Ris…Suster Ngesot, love is cinta, mengejar mas2, malam jum’at kliwon, 3 hari u/ selamanya dan ngantri tuh buat lo review….
Anyway, karna gw blom se jago lo bisa bikin blog kayak gini(kpn2 ajarin gw ya Say ;p!)…so, gw numpang posting review aja gw aja kali ya…. Boleh kan? Pasti boleh donk…. Soalnya Boleh nggak boleh tetep gw posting…. ;p
ni review gw untuk suster ngesot dan Love is Cinta… ( temen gue AUROR terkutuk pasti lagi teriak2 histeris sekarang di depan computer nya pas baca review gw diblog lo ini….’NAJIS…NAJIS…NARSISSS….’ pasti dia teriak gitu….sekali lagi peduli setan ;p …. Buktinya gw posting di sinema-indonesia banyak yang muji kok… hehehe…. Dia ngiri abis tuh ma gw…. ;p
SUSTER NGESOT
APATIS VIAN SAID: kepercayaan gue kepada MDentertainment naik 9juta persen ketika MD merilis film indo paling fantastis beberapa waktu lalu “ KALA”
gue masih melayang-layang di surga ketika MD kembali merilis film horror terbarunya… gue ngeliat posternya … ehm, lumayan… apalagi judul dan tema nya sangat orisinil sekali dan BELUM PERNAH ada di film horror indo sebelumnya … mau tahu apa judulnya?… Suster Ngesot! Benar2 fantastic kan?
lebih parahnya, gue dengan TOLOL menontonnya karna tertarik waktu ngeliat mbak2 penjual tiket di kalibata21 sabtu kmaren yg tiba2 berubah bentuk menjadi “nia ramadhani” dan “lia waode”…
nice strategic from MD…. Menyodorkan bintang2nya u/ jualan tiket supaya film sampah nya ini banyak yg nonton….
gue pun menabahkan hati menontonnya dengan harapan bisa sebangku dengan nia… Btw, nia ternyata cakepan aslinya, walaupun her boobs so sucks… like LCD TV… real flat! ;p lia waode? Ehm… gue pikir dia lebih cantik waktu jadi suster ngesot daripada aslinya…, sure…
1 menit pertama….gue langsung terperosok ke lubang neraka…. (waktu logo MD keluar dan opening yang super sucks! - btw, opening pocong2 tetep yg paling sucks di list gw-
Plis….jangan maksa gue u/ ngomongin ceritanya… plissssssss…. Gue mohon demi rasa kemanusiaan….
Suster ngesot is bangsal 13( oddy c.harahap films) wanna be… tapi 1% aja, suster ngesot blom mampu nandingin bangsal 13…
Penulis scenario nya bener2 jenius… dia ingin bilang kalo ini satu2nya film horror indo yang ada pesennya… tahu apa pesenyya?…jangan selingkuh! Benar2 pesan yang sangat brilian! Gue heran tuh suster udah mokat(mati), tapi mao ikut campyyuuuuuuur aja urusan orang…empet banget gue…. Biarin deh orang mo selingkuh kek… enggak kek…emang kenapa? Kenapa? Kenapa? (curhat ;p
Deretan cast yg benar2 sampah… donita ( sayang banget… debut acting nya di film harus dikotori oleh film sampah ini), nia ramadani( yg emang udah mentok u/ maen di karakter bawang merah sampe nenek2 ), lia waode (yg sempet kesurupan waktu maen ni film… bener2 harga yg patut dibayar karna membuat penonton muntah manyaksikan kebusukan film ini), dan cast yg paling berakting prima….mike lewis…sodara-sodara!
MD seperti mucikari yg sengaja mo ngejual muka cute mike lewis supaya ni film laku…. Mike lewis membawakan dialog dengan sangat cerdas… bahasanya yang terbata-bata…. Benar2 perfect …. Orang cacat mental aja gue yakin bisa berakting lebih baik dari dia….
Blom lagi MD yang sengaja bikin2 gosip tentang affair antara nia dan mike…Oh…God…plis deh pak manoj dan pak Dhamo (kalian homo ya?) … taktik kayak gitu sih udah ketinggalan jaman kale…. Klo mo ni film laku …. Bikin donk gossip yg lebih canggih…kayak affair antara nia ramadhani dan donita yg ternyata lesbian misalnya… pasti hot! Klo bisa, sebarin foto naked mereka di internet… itu baru taktik jitu (obsesi gue ;p
Film habis…gue ngeliat smua penonton berjalan dengan lesu… tapi…wait…. Mana nia ramadhani nya?…katanya nonton bareng? Mana?.mana? SIALANNNNNNN….Gue ketipu…… (nia n MD entrtnmnt pasti lagi ngipas2 duit skrg gara2 tiketnya sold out! Pdhl nia gak ikut nonton! Gue sumpain masuk neraka tuh orang!
Suster ngesot adalah FILM INDONESIA TERBURUK TAHUN INI…. (malam jumat kliwon mungkin bakal lbih busuk…tapi sorry my dear koya …. Sampe mampus juga gue gak akan nonton film sampah lo itu!)
Btw, buat yg mao poster suster ngesot silahkan ambil kerumah gue, gue ada dua (waktu nonton gue dikasih posternya ma nia ramadhani…. Tapi, maaf ya klo agak2 bau muntahan gue…
Piss….
Suster ngesot: SETUJU MA SI…….. 5 KANCUTS!
Dear suster ngesot,
Oh, ya sampe lupa, gue sekalian mo ngaku nih…. Gue kmaren selingkuh(ma cowo:P)…. So, untuk suster ngesot gue tunggu lo di rumah gue entar malem…. Silahkan bunuh gue….tapi jangan lupa dandan yg cantik ya booooo’…….kalo bisa susternya mike lewis aja dech!
Piss…..
Potter_in_me@yahoo.com
Ni review gue u/ love is cinta:
Love is cinta
APATIS_VIAN said:
Dalam suatu wawancara para pemain love is cinta pernah bilang kalo Hanny.R.Saputra adalah orang yang perfeksionis…
ok deh whateva all of you said…
klo perfeksionis berarti kesempurnaan dalam membuat film yang buruk, gw setuju 100% dengan semua pemain film tak berbakat itu….
Love is cinta memiliki tagline yg sangat ciamik “declare ur love, before it too late” … gue udah berekspektasi lebih ke ceritanya… tapi tau kah lo apa yang gue dapatkan?… film ini hanyalah bercerita tentang cowok bodoh bernama Ryan yang nggak bisa mengartikan kata “love”…
Hari gini? … mungkin bahasa inggris masih sangat awam untuk orang dengan tingkat kecerdasan seperti irwansyah….
atau alasan lain yang lebih logis adalah kenyataan bahwa Ryan yang bodoh adalah satu2nya orang yang tidak lulus SMA di sekolahnya (kayaknya sih begitu melihat ekspresi-muka-kebelet-boker irwan di opening film ini)
Oh…My…God… Irwansyah! gw bener2 muntah ngeliat acting nya ( klo ngomong terbata-bata sama ekspresi muka cacingan bisa disebut acting)
Ada Hanny , pasti ada Armantono!(perfect couple! Seperti halnnya juga pasangan HOMO lainnya koya pagayo dan ery sofid—pasangan sejati—ehm…jadi curiga neh?—)
Armantono seperti biasanya paling kecentilan dalam membuat bahasa-bahasa yg puitis… gue ralat…SOK PUITIS!… dan sangat2 ‘KREATIF’, tunggu sampe lo mendengar dialog ini “ Gue Ryan…Cinta…Gue Ryan….,” yang diulang2 sampe lebih dari 100x dalam film ini…(menurut gue lebih asik ngitungin berapa kali dialog itu diucap daripada ngikutin alur film nya, srius!)…
armantono benar2 brilian scriptwriter… (skali lagi kalau brilian bararti kepandaian dalam menulis rentetan adegan yang bodoh dan memuakkan)
Mau bukti ke-‘brilian’ an Armantono…. Check this out….. gue mulai dari yang ke 30 sekian…karna 30 kebawah gue lupa saking banyaknya…
32. KASET… waktu adegan cinta nangis2 (entah ke berapa ratus kalinya) di meja belajarnya, dia mendengarkan lagu yang dinyanyikan oleh nya sendiri di radionya ( pernah dinyanyiin waktu di tempat nge-band) trus dia mecahin kasetnya itu. Di adegan lain Doni membeli kaset yang sama dari toko kaset… apakah Cinta sebenarnya penyanyi? Ataukah cinta sebenarnya salah satu finalis KDI yg menyamar? Pduli setan lah…
33. adegan makan di café kesayangannya cinta…. Dari siang sampe larut malem…(lo harus liat jalanan sekitar yg udah bener2 kosong, kayaknya tuh udah jam 12-an malem gitu deh) ironis sekali padahal mereka hanya makan nasigoreng yang sumpah berapa sih harganya? Paling ceban, tapi ngejajah tuh restoran seharian…bener2 gak tau diri!… gue nggak habis pikir gimana caranya mereka makan bisa sampe barabad2 lamanya begitu… mungkinkah mereka memiliki kelainan makan dari hidung?)
34. joke doni waktu nyeritain kebiasaannya cinta… “jangan2 lo tau juga apa merk pembalut gue”…gue nggak tahu dimana letak lucu nya sampe penonton lain pada ketawa, kalo doni menjawab dengan begini: ” Ya iyalah gue tahu, orang gue pernah ngintip waktu lo make’ tuh pembalut, ternyata lo masih rapet ya”… mungkin tuh joke akan lebih berhasil dan gue akan ngakak…
35. billboard “love story” dengan logo merk rokok yg gede banget …. Ya…ampun, sampe segitu niatnya hanny kayak calon gubernur Jakarta yg kampanye dini… mo ngasih tahu orang2 kalo film ini mo dibikin trilogy .… (segitu yakinnya LIC bakal laku? Buktinya waktu gw nonton sepi kok… hoho…mang enak!)
36. kebusukan laudya cintya bella nyanyi lipsync di film ‘virgin’ yg dicela abis2an ma orang ternyata gak membuat hanny belajar… di film ini acHa dan andHika yang nyanyi lipsync berserakan dimana2… lengkap dengan video clip khas rizal mantovani yang membuat penonton meringis menahan muntah…
37. majalah doni mati… adeknya cinta nemuin tuh majalah di toko buku dengan headline “seorang gay mati bunuh diri”… apakah tema tersebut begitu PENTING sampai2 dijadikan cover suatu majalah LENGKAP DENGAN “pose cover boy Raffi Ahmad”…Oh…God…
38. Kenyataan Ryan yg sangat berbakat u/ jadi pemulung… dia suka nyimpen barang2 gak penting… that’s it!
39. blom lagi penampilan Nirina sebagai cameo pembaca berita waktu tayangan ryan mokat…. Oh….nirina benar2 sampah! Itukah acting seorang artis yang DENGAN ANEHNYA dapet puluhan penghargaan berkat peran nya yang bener2 BIASA AJA( klo ga mo di bilang busuk) dalam film Heart… dunia memang sudah mau kiamat!
40. Waktu Ryan nolongin anak kecil yang kejepit di mobil, abis nolongin, ryan dengan gaya nya ber pose dulu padahal tu mobil bentar lagi mo mledak!dasar banci!
41. sebenernya masi banyak lagi yg laen tp klo w terusin 7 tahun 7 bulan baru selesai… at lease, w bener2 terkejut waktu ngeliat di credit titlenya ada bagian “special effect by:” … dimana letak special effectnya?
Apakah langit vanilla sky yang seperti warna kali ciliwung seperti itu bisa disebut special fx?
Apa adegan terbang ryan dan cinta yg seperti sinetron silat di indosiar ( sinetron silat aj kayaknya fx ny lebi bagus) bs disebut special fx?
Satu lagi gue bersukur, Irwansyah yg meminjam tubuh Raffi, karna kalo sebaliknya w bisa mati berdiri nontonin kebusukan acting irwansyah….
Raffi bermain lumayan bagus di film ini… andika pratama juga lumayan (terlepas dari nyanyi lipsync yg enggak banget) , sayang dia Cuma dapat peran kecil…
Selebihnya… kirimlah smua crew LIC slain dua nama itu ke neraka…
Piss…
LOVE IS CINTA: 2 1/2 KANCUT
Potter_in_me@yahoo.com
Btw, nick lo kalo comment di Sinema Indonesia apa Ris???????????jangan bilang lo Reno….OH…NO……..
Piss…
June 10th, 2007 at 7:03 am
yee….siapa yang mancing. ini kan situs blog bukan kolam ikan atau lautan ;P
Soal film Indo..emang rada dibatasin aja…soalnya harus benar2 milih2 untuk ditonton, secara soal kualitas banyak yang jeblok gitu. Jadi maaf2 aja…suster ngesot, malam jumat kliwon deesbe, gak bakal gw tonton melalui bioskop.
Yang pasti film2 yang rencananya gw tonton dalam waktu dekat ini adalah:
- Lantai 13
- CokelatStroberi
- Maaf Saya Menghamili Istri Anfa
- The Photograph
- Quickie Express