‘LANTAI 13′: Misteri Keberadaan Lantai Ke-13


Produksi: Starvision (2007)
Sutradara: Helfi CH. Kardit
Cast: Widi Mulya, Aryo Wahab, Virnie Ismail, Lukman Hakim, Tio Pakusadewo, Ibnu Jamil, Bella Esperance. Spec.App.: Irwansyah, Maia Estianty

Genre: Horor/Drama
Durasi: 1100"
Release Date: 07 Juni 2007
My Grade: 2.5 out 5

Lantai_13Berbagai mitos dan urban legend yang beredar di masyarakat kita kini satu persatu diangkat menjadi sebuah tontonan mencekam dalam bentuk film horor. Terimakasih pada tingkat apresiasi masyarakat yang tinggi untuk jenis film ini terlepas apakah filmnya memang layak tonton atau tidak, karena rasa penasaran dari berbagai orang terhadap mitos atau urban legend tersebut. ‘Lantai 13′ adalah karya terbaru dari Helfi CH. Kardit setelah sebelumnya sukses dengan ‘Bangku Kosong’ (2006). Kali ini ia mencoba mengangkat tentang keberadaan lantai ke-13 disebuah gedung bertingkat dan rumor mistis yang beredar disekitarnya.

Luna (Widi Mulya, dari grup vokal AB-Three) adalah seorang fresh-graduate dan mendapat panggilan kerja dari sebuah perusahaan. Ditemani sang pacar yang seorang wartawan, Rafael (Aryo Wahab, Biarkan Bintang Menari, Maskot), Luna pun pergi ke gedung tempat perusahaan itu berada. Seorang perempuan bernama Laras (Virnie Ismail), yang mengaku sebagai sekretaris perusahaan, mengantar Luna menuju lantai 13, tempat dimana wawancara akan dilakukan. Di tempat tersebut Luna malah mengalami kejadian aneh dan menyeramkan. Luna panik dan tidak ingin melanjutkan wawancara, namun Rafael akhirnya berhasil membujuknya untuk tetap mengikuti proses wawancara dan Luna pun akhirnya bertemu dengan sang direktur yang bernama Albert (Lukman Hakim). Besoknya, Luna mendapat pekerjaan sebagai sekretaris di perusahaan tersebut. Walau merasa aneh, namun Luna tetap senang karena pada akhirnya bisa bekerja. Walau begitu, ia merasakan sesuatu yang aneh di kantor tersebut terutama mengenai keberadaan Lantai 13. Ia pun kerap melihat penampakan-penampakan yang berkaitan dengan lantai tersebut. Walau begitu, setiap orang mengatakan jika gedung tersebut tidak mempunyai lantai ke-13. Saat sosok perempuan misterius semakin kerap mengantuinya, Luna bertekad untuk mengetahui keberadaan sebenarnya dari lantai 13 digedung tersebut.

Helfi CH. Kardit, sebagai sutradara, tampaknya bertekad untuk membuat horor yang berbeda dari film-film yang beredar akhir-akhir ini, termasuk dari filmnya sendiri, ‘Bangku Kosong’. Ia berusaha menekankan pada cerita yang runut, atmosfir dan suasana dalam intensitas secara psikologis serta kadar kengerian yang dibuat secara merambat. Usahanya ini patut dihargai, saat kebanyakan film hanya bertujuan menakut-nakuti tanpa memperhatikan jalan cerita yang baik.

Hanya saja, film ini sendiri masih menyimpan beberapa hal yang cukup menganggu. Tentu saja absurditas dan ketidaklogisan merupakan hal yang biasa dari kebanyakan dari film horor dan film ini cukup lumayan berhasil dalam mengurangi tingkatnya. Bahkan unsur kengerian dan keseraman juga cukup berhasil dibangun oleh Kardit. Yang menjadi masalah justru di sesi dramanya. Rasanya terlalu panjang untuk jenis film ini dan bertele dalam dialog, sehingga mengurangi intensitas ketegangan film secara keseluruhan. Tidak ada yang salah dengan drama dalam film horor asal saja terpadu dengan baik dengan struktur film secara keseluruhan dan harus menarik sehingga dapat membangun rasa penasaran penonton terhadap filmnya. ‘Lantai 13′ justru banyak terdapat adegan yang dipenuhi dengan dialog sebagai eksplanasi dan narasi. Padahal, untuk jenis film ini ‘show‘ akan terasa lebih efektif dibandingkan ‘tell‘.

Secara substansial, film ini juga cukup lemah, terutama saat film menuju klimaks. Padahal, dikarenakan narasi panjang sebelumnya, kita rasanya sudah cukup lelah dan menginginkan akhir yang mampu melibatkan emosi penonton secara penuh. Yang terjadi malah film terasa diakhiri dengan terburu-buru, saat pembuat filmnya sadar jika filmnya tidak berjalan kemana-mana akibat eksplanasi yang kepanjangan dan durasi pun semakin mepet, sehingga harus segera diakhiri. Padahal jika saja sesi drama tersebut bisa di edit menjadi lebih singkat tentu dapat membuat film menjadi lebih solid dan efektif.

Walau begitu, film ini tetap mempunyai momentum-nya. Helfi CH. Kardit menunjukkan usaha kerasnya dalam membuat film yang berbeda, sehingga hasilnya memang ‘Lantai 13′ terasa cukup berbeda dengan film-film horor lainnya. Adegan-adegan menyeramkannya dieksekusi dengan cukup baik dan tidak terlalu kedodoran. Bumbu-bumbu humor disisipkan dengan cukup baik tanpa terasa menganggu.  Ohya, adegan dimana Luna dan dua rekan kerjanya (diperankan oleh Ivy Batuta dan Dawiya Zaida) saling bercerita tentang keseraman gedung mereka hadir dengan cukup memorable dan fun.

Widi Mulya, yang lebih terkenal sebelumnya sebagai penyanyi dari kelompok terkenal, cukup berhasil menunjukkan kegelisahan karakter Luna yang diperankannya. Setelah menjajal akting di sebuah FTV yang bertema serius, Widi pun tetap konsisten untuk menujukkan keseriusan beraktring, bahkan untuk film jenis ini. Aryo Wahab tetap tampil dengan watak. Hanya saja karakternya kok terasa seperti tempelan saja ya? Karakter yang diperankan oleh Lukman Hakim seharusnya cukup kompleks namun dengan kualitas akting yang standar yang dimilikinya rasanya ia telah gagal dalam menampilkannya. Tio Pakusadewo dan Bella Esperance juga terasa sedikit over-akting dalam peran kecil mereka.

Terlepas dari banyak kelemahannya, secara keseluruhan ‘Lantai 13′ hadir dengan lumayan menarik. Ide isu-isu klenik yang berkembang dimasyarakat untuk diangkat di film ini pun cukup lumayan terelaborasi dan membuat kita mempertanyakan korelasi antara tingginya tingkat intelektualitas seseorang dengan tahap berfikir secara metafisiknya. Jadi, lupakan ‘Suster Ngesot’ atau ‘Malam Jum’at Kliwon’. ‘Lantai 13′ adalah film horor untuk bulan ini.


One Response to “‘LANTAI 13′: Misteri Keberadaan Lantai Ke-13”

  1. APATIS VIAN Says:

    LANTAI 13

    by:apatis_vian

    “…Cuma butuh satu film yang busuk dari Helfi CH Kardit (Bangku kosong)untuk membuat film horror yang lebih baik dari segala aspek!” ( yg mana di film lantai13 ini Helfi membuang kata “CH” ditengah namanya menjadi helfi kardit doang, tapi kayanya hal itu terbukti sangat manjur untuk buang sial… srius!coba deh kalo nggak percaya…

    Gw berani bilang film ini LEBIH LAYAK TONTON dibanding SMUA film horror sampah yang disutradarai oleh sutradara yang udah bikin belasan film horror tapi Cuma bisa bikin mata kita katarak dan kuping kita jadi congek kalo nonton film2 nya…

    Terlebih lagi yang bikin gue muntah, di film horror terbarunya (yang mana gak di review ma SI, bwahaha…SI kayanya udah bosen nyebarin kancut ke dia…abiz tuh orang tambeng banget!udah berkali2 bikin film tapi tetep TOLOLnya gak ilang2!heran gw…) sutradara itu juga mengklaim dirinya sendiri sebagai “Best Horror Director” (terus terang pas baca itu gue langsung kebelet boker saking enegnya…)

    …salah satu kelebihan film “lantai 13” ini mnurut gue … kita nggak harus ngliat style kamera yang goyang2 kayak orang teler ( film horror busuk dari Rudi Soejarwo, yg karena crew SI lagi mabok makanya dikasi 3bintang) dan adegan2 yang dipenuhi oleh Flash2 yg bikin mata lo BUTA pas kluar dari bioskop (KOYA PAGAYO…..HELOOOOOOOO!NYADAR DONK!NAJIS BANGET GW SAMA LO!)

    Dan hantunya…. OH…GOD… it’s the best GHOST ever in all of indo horror movie…serem n memorable banget! Gak nyangka Virnie ismail bisa jadi serem banget kayak gitu ( Hantu Astari???HELLLLOOOOOOO….menang nampang di cover doank serem, di film tampil mengenaskan dengan efek computer murahan, CUIHHHHH.,….)

    Helfi kayaknya bener2 blajar dari stiap kesalahan di film bangku kosong dan memperbaikinya dengan total di film ini. Yaaa…..walaupun hasilnya juga gak bagus2 aMat. Tapi masih bisa dikasih komen…”ehm…lumayan”….”…untuk seorang helfi kardit tentunya”.

    Dari segi Story kayaknya juga diperhitungin dengan matang. Adegan2nya horrornya diatur sama Helfi dengan ciamik….dengan durasi yang hampir dua jam, agak bikin bete juga sih ( khususnya untuk adegan gak penting widi dan Ario lagi ngobrol, males benget gue,….) tapi karena adegan horrornya –sekali lagi- LUMAYAN kreatif kayaknya hal itu termaafkan ( Tunggu sampe lo liat adegan ibu2 bermuka seram-sumpah gue nggak tahu namanya-di tangga darurat yang denger dsuara langkah kaki dari atas tangga….sebenernya adegan kayak gini udah lumayan sering di film horror, tapi karena Helfi kreatif jadinya lumayan memorable…

    Even penulis scenario nya gak punya nama sama sekali…siapa sih dia?nggak kenal gue…. Tapi kayaknya sih tuh orang berbakat…

    Overall, gue suka sama film ini. Se kali lagi biarpun gak suka-suka banget juga sih. Gue jarang banget kluar dari bioskop setelah nonton film horro indo terlibat perbincangan yang lumayan positif ngebahas tentang keseluruhan film ini sama temen gue. Dan terus terang aja dalam 2 tahun terakhir ini ( terahir kali gue inget, film horror indo yang memorable banget is Bangsal 13) film horror Indonesia paling worth it mnurut gue…

    Terus terang, gue yang selalu apatis sama film indo –seperti juga SI- suka dan lumayan bangga dengan film ini….

    Terlepas dari adegan terakhir suara hantu Laras yang ngoceh kayak nenek2 nasehatin tu penjahat… langsung bikin gue “turn off” banget….gue sangat menyayangkan kenapa itu harus ada….tapi dimaafkanlah…good job Helfi… ditunggu karya selanjutnya…..

    Piss…
    LANTAI 13:
    7 out 10

    NEWS FLASH:
    BTW, denger2 di film terbarunya yang penuh cacian dan makian “malam jum’at kliwon”….Koya pagayo terlibat affair dengan Shanker…. Lo tahu kan makanya Koya pagayo slalu dilibatin dalam proyek2nya shanker… lagipula lo juga tahu kan kalo knapa koya nggak pernah mau nongoloin mukenye di media…itu karena dia sebenernya adlah bencong…mau bukti? Di film me vs high heels dan gotcha malah dia terang2an pake nama banci nya kalo lagi mangkal “pinkan utari”….kalo shanker kayaknya udah jelas deh…dengan GAYa bicaranya yang klemer2 kayak gitu dia udah jelas CONG 100%….
    (Ssssst…tapi jangan bilang2 ya…ini rahasia…gue nggak enak banget sama mereka bedua kalo aib ini sampe katauan!btw, siapa gue ya?pduli setan lah…

    piss yo….

Leave a Reply