‘LIKE GRAINS OF SAND’: Teenage Angst That Captivating
Release Date: 16 Desember 1995 (JEPANG)
Pubertas dan segala dilemanya. Siapa saja yang pernah mengalaminya tentu paham betapa menggelisahkan dan menyusahkan masa tersebut, terutama mengenai masalah perasaan dan seksualitas. Apalagi bagi Shuji Ito (Yoshinori Okada), seorang remaja SMA di Tokyo yang berorientasi seksual pada sejenisnya. Ia sangat menyukai sahabat karibnya, Hiroyuki Yoshida (Kouta Kusano) yang ramah. Namun Ito tidak berani merusak persahabatannya dengan Yoshida dan mencemarkan reputasinya sebagai remaja ’straight’ di sekolahnya. Tentu saja ini menyebabkan beban batin yang menyesakkan perasaan Ito. Sementara itu datang siswi baru bernama Kasane Aihara (pop star, Ayumi Hamasaki) yang cenderung introvert dan penyendiri. Aihara tampaknya memahami perasaan Ito dan semenjak itu mereka pun berteman.
Keadaan menjadi lebih sulit bagi Ito saat sahabatnya yang lain Kanbara (Kouji Yamaguchi) mengetahui jika Ito seorang gay dan menyukai Yoshida dan dikarenakan kebingungan Kanbara akan hal tersebut, ia malah menyebar-luaskan rahasia yang dipendam Ito. Yoshida yang baik hati tidak menyalahkan sahabatnya itu dan mencoba memahami perasaan Ito. Bahkan ia memperbolehkan Ito untuk menciumnya!Namun, walau ia sadar tidak merasakan hal yang sama dengan Ito, ia tetap berteman dengan Ito. Di sisi lain Yoshida sendiri ternyata menunjukkan perasaan suka terhadap Aihara. Aihara sendiri menafikan perasaan Yoshida, karena ia sendiri menyimpan rahasia memilukan yang menyebabkan ia menolak setiap stimulan bersifat seksual. Lantas bagaimanakah konflik antara tiga remaja ini terkulminasi?
Walau mempunyai karakter yang berorientasi seksual sebagai seorang homoseksual, Like Grains of Sand (Nagisa no Shindobaddo) bukan film tentang homoseksualitas, namun lebih memfokuskan diri pada tema kegelisahan remaja, persahabatan dan disorientasi seksual. Ito, Yoshida, Aihara dan Kanbara adalah tipologi remaja yang bingung akan friksi yang terjadi pada diri mereka dan tidak mendapat sugesti atau dukungan yang semestinya dari orang dewasa di sekitarnya. Ini menyebabkan mereka belajar mengidentifikasi masalah dan menemukan sendiri solusinya.
Jika melihat plotnya yang terlihat melodramatis diatas, maka sepertinya Like Grains of Sand adalah bagian dari sub-kultur film remaja yang tipikal dan menekankan pada romansa klise. Maka persepsi tersebut adalah suatu kesalahan. Ryosuke Hashiguchi, sang sutradara, lebih menekankan pada interaksi antar karakter dengan realisme yang kental. Hashiguchi secara akurat memperhitungkan presisi setiap adegan untuk elaborasi motivasi dan perasaan karakternya. Hanya saja ini menyebabkan film berjalan dengan tempo yang melambat.
Walau begitu, tetap saja Like Grains of Sand adalah film yang kuat karena didukung dengan perkembangan cerita yang subtil dan pengarahan Hashiguchi yang moody. Dan film ini seakan membuktikan jika film remaja tidak melulu hanya berbicara tentang cinta-cintaan belaka, karena dunia remaja lebih luas dari itu.

June 3rd, 2007 at 10:17 pm
Gay?lagi?cape deeh;p!!
Piss
June 4th, 2007 at 8:38 pm
hey…it’s not a gay movie. gara2 cuma ada adegan ciuman 2 cowok…banyak distributor yang memasarkan film ini sebagai gay movie. padahal ini film tentang teen angst yang jenial…
January 31st, 2008 at 2:22 am
Iseng ngliat review lawas…
Dulu gw iseng aja beli DVDnya..secara yg maen Ayumi Hamasaki. Gw kirain bakal semacam Britney Spears’s Crossroad gitu….eh ga taunya Japanese Six Feet Under. Covernya bener2 menipu…dasar pembajak.
Tapi gpp,…filmnya bagus kok
January 31st, 2008 at 2:24 am
BTW,…kesian yach…denger2 si Ayumi telinga kirinya tuli permanen.
February 1st, 2008 at 4:39 am
masa sih……baru tahu juga