‘HARRY POTTER AND THE ORDER OF PHOENIX’: Something Wicked This Way Comes
Release Date: 11 Juli 2007(USA)
Fuuh, tak terasa Harry Potter sudah memasuki tahun kelimanya di Hogwart, School of Wizardy. Kini ia adalah remaja 15 tahun yang sudah mulai merasa nyaman dengan kekuatan sihirnya, tidak terpana lagi, seperti saat ia mula dikenalkan dengan dunia gaib tersebut. Tapi tahun ini sepertinya akan menjadi halangan baginya untuk melanjutkan studinya, karena ia diketahui menggunakan mantra di hadapan seorang muggle (manusia yang tidak berkemampuan sihir), yang kebetulan adalah Dudley (Harry Melling), sepupunya, saat mereka diserang Dementor. Akibatnya, kementrian sihir mengeluarkan maklumat untuk mengeluarkan Harry dari sekolah. Beruntung, kepala sekolah Hogwart, Prof. Albus Dumbledore (Michael Gambon), berhasil membela Harry, sehingga ia berhak melanjutkan pelajarannya.
Disekolah, datang guru baru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, Dolores Umbridge (Imelda Staunton) yang menyebalkan. Ia menganggap Harry menyebarkan kebohongan dengan mengatakan Lord Veldemort (Ralp Fiennes) sudah kembali lagi. Umbridge yang juga anggota dewan kementrian sihir kemudian ditunjuk untuk menjadi Inkuisitor Agung yang punya kuasa untuk menginspeksi sesama rekan pengajar dan murid-murid tentunya. Ia juga mengeluarkan sejumlah dekrit yang membatasi ruang gerak murid. Bahkan ia melarang penggunaan mantra pertahanan di sekolah. Perlahan-lahan, kekuasaan Dumbledore pun mulai dilucuti.
Atas dorongan Hermione (Emma Watson) dan Ron (Rupert Grint), maka Harry memutuskan untuk memimpin sejumlah teman-temannya untuk membentuk Laskar Dumbledore dan mengajari mereka mantra-mantra Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, karena Harry telah berpengalaman sebelumnya saat berhadapan dengan Dia-Yang-Tak-Boleh-Disebut-Namanya. Sementara itu, karena mendapatkan mimpi-mimpi buruk yang berkepanjangan dan sepertinya berhubungan dengan Kau-Tahu-Siapa, Prof. Severus Snape (Alan Rickman, yang kelihatannya tidak berubah sedikitpun dari seri pertama), yang kelihatannya tak menyukai Harry, atas perintah Dumbledore mengajarkan occlumency (pertahanan sihir pikiran terhadap penetrasi luar). Diharapkan Harry dapat melawan mantra legilimency, kemampuan menyadap pikiran orang lain dan sangat dikuasai oleh Voldemort. Kekakuan hubungan antar Snape dan Harry justru mengacaukan jalannya pembelajaran dan membuka alasan mengapa Snape terlihat membenci Harry.
Sementara itu, penjara Azkaban kebobolan dan beberapa napi terlepas, termasuk Bellatrix Lestrange (Helena Bonham Carter), seorang Death Eater berbahaya andalan Voldemort. Kementrian sihir malah menuduh Sirius Black (Gary Oldman) sebagai dalang larinya para napi. Justru Harry bermimpi jika Sirius, ayah angkatnya, dalam cengkaraman bahay yang disebabkan oleh Voldemort. Maka dibantu Hermione dan Ron serta Neville Longbottom (Matthew Lewis), Ginny (Bonnie Wright) dan Luna ‘Looney’ Lovegood (Evanna Lynch), Harry berusaha menyelamatkan orang yang kini dianggap sebagai satu-satunya kerabat yang dipunyainya.
Terus terang, semenjak buku keempat, saya dengan sadar dan suka rela menolak untuk membaca novel karangan J.K. Rowling ini lagi, secara ketebalan bukunya bisa digunakan untuk menimpuk sekaligus mencederai jika ada anjing yang mengejar kita. Bukannya saya tidak menyukai membaca, hanya saja dengan keterbatasan waktu yang dipunyai sekarang membuat saya pun membatasi ketebalan buku-buku yang saya baca. Jadi, sama dengan kasus ‘Harry Potter and The Goblet of Fire’(2005), maka saya tidak bisa membandingkannya dengan bukunya. Berbeda dengan tiga buku dan tiga film pertama yang sudah saya lahap dengan nikmatnya. Walau begitu, film tersebut memenuhi ekpektasi saya terhadap seri Harry Potter yang mengendap di benak saya.
Bagaimana dengan yang satu ini? Bagi saya, secara personal, saya suka film ini, karena ‘Harry Potter and The Order of Phoenix’ yang dibesut oleh David Yates ini mampu menaikkan eskalasi dan kedalaman cerita menuju tahap selanjutnya, sesuatu yang memang diharapkan dari sebuah cerita yang berseri dengan karakter yang berkembang seperti ini. Harry Potter kini tampil dengan lebih dewasa, belum lebih matang memang, namun setidaknya menuju kearah itu. Tidak seperti dua seri awal, dimana dunia sihir-menyihir ini terlihat charming dan fantastik sekaligus kekanak-kanakan, maka dalam kematangan emisonil Harry Potter itu sendiri, dunia sihir eksis dengan tone yang lebih serius, gelap dan kelam. Suatu proses pendewasaan memang. Apalagi, untuk kali pertama, Harry Potter akan mencium gadis ‘gebetan’-nya Cho Chang (Katie Leung) di film ini.
Quote:
Hermione Granger:So what was it like? [speaking about Harry's kiss]
Harry Potter: Kind of wet.
Hermione Granger: Well, she has been crying a lot lately…
Ron Weasley: Well, you’d think a bit of snogging would make her happy.
*wink*
Nah, mungkin disini letak masalahnya. Sepertinya J.K. Rowling menyiapkan seri kali ini sebagi jembatan untuk sesuatu ‘yang lebih besar’. Dan itu mungkin di dua buku terakhir. Oleh karena itu film sepertinya lebih mengandalkan narasi sebagai eksposisi dan elaborasi karakter dari pada pamer fantasi, ketegangan atau laga yang memikat. Bisa dikatakan ini film yang paling ‘kering’ adegan fantastis dibandingkan empat seri sebelumnya, yang mungkin saja mengecewakan banyak yang menontonnya.
Seri Harry Potter sendiri sepertinya memang mengalami proses tranformasi menuju sesuatu yang bersifat epik. Dulu mungkin kita tak kan mengira jika seri ini akan berubah menjadi ‘Lord of The Ring’ misalnya. Namun, dengan indikasi yang semakin ditunjukkan melalui film ini, maka kemungkinan itu bisa saja terjadi.
Mungkin rasa terima kasih harus disematkan untuk Alfonso Cuaron (Y Tu Mama Tambien), yang dalam ‘Harry Potter and The Prisoner of The Azkaban’ (2004) berhasil dengan gemilang membelokkan tone ‘cerah’ yang dulu diusung oleh Chris Columbus (Home Alone) dalam dua seri awalnya. Hingga kemudian Mike Newell (Mona Lisa Smile) dalam ‘Harry Potter and the Goblet of Fire’ dan kini David Yates tinggal meneruskan prestasi Cuaron serta mengikilapkannya dengan interprestasi mereka sendiri tentunya.
Selain ketiga bintang utamanya yang masih muda-muda, maka seri Harry Potter benar-benar beruntung mendapatkan deretan pemeran pendukung luar biasa (sebagian berkelas Oscar) yang sudah eksis dengan kegemilangan mereka bahkan mungkin jauh sebelum Daniel Radcliffe, Emma Watson dan Rupert Grint lahir.
Jika Ralp Fiennes, Gary Oldman, Michael Gambon, Imelda Staunton, Helena Bonham Carter dan Allan Rickman memang termasuk memainkan peran penting kali ini, maka bintang-bintang seperti Emma Thompson (Sybil Trelawney), Maggie Smith (Minerva McGonagall), Robbie Coltrane (Rubeus Hagrid), David Thewlis (Remus Lupin), Brendan Gleeson (Alastor ‘Mad-Eye’ Moody), Julie Walters (Mrs. Weasley) dan Jason Isaacs (Lucius Malfoy) bersedia tampil dalam peran kecil sebagai extended-cameo hanya karena ingin meneruskan peran mereka yang memang telah mereka perankan dalam film-film sebelumnya.
Akhirnya, mungkin ‘Harry Potter and The Order of Phoenix’ hanya dapat dinikmati atau dimengerti bagi yang sudah menggemari film-film atau buku-bukunya. Bagi yang tidak, siap-siap untuk kebingungan karena tidak mengetahui secara jelas juntrungan ceritanya (bayangkan saja, 1200 halaman dipadatkan dalam 2 jam 15 menit!). Berbeda dengan empat film sebelumnya yang rasa-rasanya masih dapat dicerna oleh penonton yang sangat awam akan novel J.K. Rowling tersebut. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, sepertinya memang seri ini adalah jembatan untuk seri berikutnya, ‘Harry Potter and The Half-Blood Prince’ yang rencananya bakal dirilis 18 bulan lagi dari sekarang atau tepatnya pada tanggal 21 November 2008. Jabatan sutradara pun masih dipegang oleh David Yates. Bagi yang sudah membaca novelnya, mungkin sudah bisa memperkirakan ceritanya bakal jadi seperti apa. Tapi, bagi saya yang sudah kadung ‘malas’, rasa penasaran jelas besar sekali. Can’t hardly wait!
July 18th, 2007 at 6:03 am
4 BINTANG????
I REALLY LOVE YOU BANG HARIS…
HARRY POTTER OOTP EMANG IS THE BEST potter movie ever!!!
cuma rada kecewa aja ternyata lo belom baca bukunya…
gue aja ampe dua kali loh….
padahal kalo baca bukunya pasti lo bakal ngerasa lebih orgasme pas nonton…
anyway, heres my review
Harry potter and the order of the phoenix ( OOTP )
My Grade: 9,5 out 10
By: Apatis_Vian
Harry Potter OOTP in my humble opinion is the GREATEST Harry Potter movie ever!
I said “movie” bukan “story” karena dari segi story gw tetep prefer Goblet of Fire! But OOTP is really Perfecto and buat gue ngrasa orgasmo waktu kluar dari bioskopo ( apa seh :p
Awalnya sebenernya gue sempet underestimate dengan David Yates yang hanya ber-filmografi kan sebuah film drama yang kurang terkenal “love me, if you dare” apakah mampu menyutradari film Harry Potter dengan fantastic.
Tapi the other side of my self langsung bilang:”Shut up, stupid! Ga inget lo waktu lo dulu lo underestimate ke Mike Newell waktu dia nyutradarain GOF dan ternyata…oh… ternyata…GOF masih ada di posisi 1 di Top10 list lo!” oke…gak usah nyolot deh lo…maap klo begitu…
GREATEST…kalo ada yang mikir gue berlebihan just lets check out this…
CAST! kalo ada kata yang bisa ngegambarin cast OOTP, kata itu adalah: Perfecto! ( again… I said that word!)
Khususnya untuk tokoh2 baru yang benar-benar sesuai bayangan gue waktu baca bukunya, seperti Dolores Umbridge, Luna Lovegood, Belatrix Lestrange, etc.
Gw akui cast untuk Dolores Umbridge-lah yang paling juara. Tokoh itu jadi benar2 real waktu diperankan oleh… . Persis…gue ulang…PERSISS…seperti bayangan gue dan pastinya juga seperti imagine J. K.Rowling juga waktu nulis OOTP ( sok tau ya gue?)
2nd best role is Bellatrix Lestrange… So Gothic! So Dark! She’s like a Marlin Manson with boobs ;p sayang dia Cuma muncul sebentar… tp memorable sangat…
Luna lovegood (cewek yang mnurut gue paling cantik di film ini) juga oke… sayang pengembangan karakternya (dan juga karakter lainnya) disini kurang di explore akibat satu alasan laknat: DURASI!!! Damn you Warner Bross
Selebihnya bermain seimbang pada porsinya masing2… Dan, Rupert, & Emma ( 3 manusia di bumi yang memang sudah ditakdirkan untuk manjadi Harry, Ron, & Hermione dari orok) tetap memainkan karakter mereka dengan ciamik. Dan tokoh2 lainnya yang membuat gue nanya sendiri dalam hati: makan apa sih mereka?
They growing too fast… tapi tetep yahud kok aktingnya…
SINEMATOGRAFI: GREAT! Tadinya gue kira Alfonso Cuaron and team adalah yang paling juara dalam membuat cinematografi yang brilian untuk film Harpot. Ternyata gue salah! OOTP memiliki kualitas sinematografi yang lebih fantastic!
Salah satu favorit gue adalah untuk adegan2 berita di Daily Prophet yang bener2 masterpiece! Belum lagi take untuk kastil2, dan perpindahan antar satu adegan ( gak tahu gw bahasa film nya apa) its really COOL!
Puncaknya adalah sinematografi di Ministry Of Magic…tepatnya di departemen misteri dimana semua Prohency Ball dalam rak2 berjatuhan dan pecah. Sumpah…gue sampe merinding! Belum lagi Waktu klimaksnya battle antara Dumbledore dan Voldemort dan battle antara Auror dan Death eaters… Wuiiiiih…Badan gw sampe kejang2 ( yg ini gw lebay ;p
SPECIAL FX nya bener2 DAHSYAT… seenggaknya OOTP bakal menyabet satu nominasi di next Oscar untuk special fx … biarpun gue bisa bilang –dengan sangat berat hati- special fx untuk Spidey3 dan Transformers jauh lebih dahsyat. And of course the winner is Transformers
Sorry ya, Har! ( iya gw tahu, gw sok akrab, trus mo apa lo?:p
Gw adalah number one fans of harry potter, tapi sumpe deh…gw objektif kok waktu nonton dan ngasih penilaian untuk film ini. Gak percaya? If I care…. ;p
Yang jelas Kekurangan dari film ini Cuma satu: DURASI!
Gue sangat menyayangkan Warner Bross yang Cuma buat film ini menjadi 2hourssomething ( 2 jam 18 menit exactly), dan bukannya 3jam seperti pirates of carribian yang mnurut gue sangat berlebihan! Harry lebih pantas untuk tayang 3jam, bahkan 6 jam kalo perlu!
Gue rela kok kalo 21 harus mengkalikan tiket nonton gue jadi 6 klo itu terjadi! ( dengan ketentuan klo gue gak puas juga pihak 21 balikin duit gue 60x lipat ) hoho…usaha ;p
Durasi itulah yang membuat beberapa adegan dan informasi penting yang ada di buku terpaksa di cut habis2an. Tapi gue sama sekali nggak menyalahkan Steve Kloves (scriptwriter OOTP) he’s great kok! Butuh orang yang sangat cerdas untuk menyadur buku sebanyak 1200 halaman (indo version) menjadi film dengan durasi yang –Damn!- Cuma 2.5 jam! Dan mnurut gue dia berhasil!
Sayang Mr. Editing ( gw gak tau namanya) mungkin belajar editing dari orang yang ngedit fim2 sampahnya Rudi Soejarwo kayak Masmia dan pocong2, jadinya editingnya superamburadul! terlihat jelas sangat tidak smooth dan ketara banget antar satu adegan saling jump! YA OLOO….
Walaupun unsur humor khas J.K.Rowling juga terpaksa di minimize di film ini karena pertimbangan laknat “durasi” tadi… tidak seperti di GOF yg lebih ‘nendang’ dengan adegan hahahihi-nya.
Dan kalo ada orang yang bilang itu langkah bodoh, justru dia-lah (orang itu) yang bodoh! Story OOTP bener2 dark! Jadi kalo lo ngarepin banyak adegan yang bisa bikin cekikikan nih film malah akan terlihat tolol dan gak berasa greget nya. Anggap aja kayak lo nonton film thriller indo super brilian “KALA” tapi yang maen Ringgo… can u imagine that? Please don’t…
Tapi beberapa joke seperti biasa tetep lumayan banyak disisipkan dan bikin gue ngakak. (even kadang gue doank yang ketawa, bodo amat!)
Penonton gak bakal lupa adegan dimana Ron dan Hermione nanya ke Harry gimana rasanya ciuman dengan cho chang? Dan Harry dengan polos jawab: “Wet!” Gyahahahahaha……really worth it!
Anyway tentang Cho chang… gue bener2 kesian ma dia… buat yang blum baca bukunya dia pasti jadi object paling dibenci oleh smua orang, karena di film dia dibuat -sengaja gak ya, Mr. David?- terlihat seperti seseorang penghianat Dumbledore Army!
padahal dibuku kan dijelasin sebenernya bukan dia pelakunya….!
Atau itu memang langkah jitu dari David Yates – yg kabarnya akan jadi sutradara untuk next Harpot movie- untuk menghapus Cho dari film berikutnya karena ternyata di film ini tokoh Ginny Weasley –SPOILER ALERT- mulai ditonjolkan tanda-tanda nya sebagai Harry true soulmate in next movie! Dibeberapa adegan waktu harry menyebut2 Cho… Ginny terlihat gak suka… Very Nice Spoiler Dave …!
So, Kalo ada yang bilang imajinasinya waktu baca bukunya lebih dari apa yang ditampilkan di film ini- even yang udah baca bukunya puluhan kali- gue 100% gak percaya! Hey…who r u? Einstein? Or peter Jackson maybe?
Plis contact me if you that person and I’ll send tou to Grogol ;D
Terus terang setelah penantian panjang gue selama 1,5 tahun, semua bener2 terbayar setelah menonton film OOTP. Biar gimanapun OOTP langsung menggantikan GOF di nomor1 list top10 movie gue,,, Congratz Harry!
So, forget about Pirates of carribian3, Spiderman3 and Transformers! Harpot OOTP is the best movie in this summer and im sure it will be the best in 2007 too…
HARRY POTTER and the Order of Phoenix :
Cast : 10/10
Story : 8/10
Cinematografi : 10/10
Costume :7,5/10
Editing : 6/10
Script : 8/10
Score and OST : 7/10
Ending : 9/10
Overall : 9,5/10
Next most awaited movie is “ Alone” by Parkpoom Wongpoom and Banjong Pisanthanekun brand new Movies… can’t hardly wait on 25 July 2007…
July 18th, 2007 at 11:30 pm
yang jelas film ini memunculkan mix review, ada yang suka ada yang biasa2 aja dan ada yang engga suka sama sekali.
biasalah, masalah persepsi. apalagi orang2 pada baru nonton Tranformer dengan efek gila2an. Wajar aja pada engga suka ama HARPOT yang minim aksi
May 12th, 2008 at 9:43 pm
si ginny lucu juga ya..
May 12th, 2008 at 10:24 pm
Film yg bikin ngantuk berat, aktingnya tambah kacau. Satu2nya yg worth to watch disini cuman Luna Lovegood doang. Bellatrix sih oke, cuman terlalu sebentar munculnya.
May 17th, 2008 at 4:12 am
Gua ga setuju ma aFiF. Justru film ini IMO, yg terbaik di seri Harry Potter. Walopun gua bukan penggemar en pembaca novel Harry Potter, tapi gua bisa ngikutin ceritanya. Akting-nya emang ga bagus2 amat si, tapi se-enggak-nya ga jelek. Di film ini kerasa bgt si Harry Potter makin dewasa en filmnya juga lebih gelap. Yang patut disayangkan justru durasinya yg kurang panjang. Coba ditambah lagi, mungkin lebih OK.
May 17th, 2008 at 6:38 am
@afif
ah… gila… sbg no.1 fans of harpot gw merasa terhina…
stuju ma guzz… justru imho hp5 ini adalah best movie nya harpot ever…
padahal trus trang dari ketujuh buku harpot, novel seri ke-5 ni padahal yg gw paling gak suka … secara baca novel nya stress berat..harry marah2 mulu…
pas liat film nya ternyata berkebalikan… sinematography nya luar biasa… visual treatment dari yates bnr2 pantes diacungi 2 jempol… so, kayanya gw gak perlu khawatir ttg hasil half blood si tangan dia..
cuma gak stuju yates juga yg nanganin deathly hallow… ah…maruk amat… cukup 2 film aja lah harusnya… kasih kesempatan yg laen… padahal ngarep banget deathly yg garap steven spielberg secara dia dah ngebet banget garap harpot dari yg ke-3!!!!
n cuam luna duank yg bagus?
smua yg dah baca novel nya pasti juga stuju ma gw kalo Imelda Staunton bener2 dapet banget umbridge nya…! tapi emang tetep helena as belatrix juaranya..
sudahlah…
May 17th, 2008 at 8:27 pm
Lah….ditanggapin serius banget ternyata. Padahal tdnya gw cuman iseng2 aja ngasi komen kesini. Gw minta maap nyang sebesar2nya klo ada yg merasa terhina.
Back to Harpot, OK sinematografi bagus, gw akui, si Umbridge maennya bagus itu jg gw akui (Khan udah gw bilang, tadinya ngasi komen cuman buat iseng2). Meski editingnya kacau balau, gw masih bisa ngikutin alur ceritanya.
Gw jg ngerti, si Yates pengen fokus ke konflik personalnya,…dan gw salut kok. Tapi justru disitu letak kelemahannya. Akting dan skrip mungkin ga jelek2 amat, tapi jg tidak cukup kuat utk menghidupkan konflik personalnya si Harry. Malah gw liat akting si Daniel is very very laughable (Cinta Laura mode), mau ga mau gw jd ngebandingin ma aktingnya Elijah Wood di LOTR 3 yg sukses memerankan Frodo yg raut wajahnya tampak spt memikul beban berat bahkan ketika di ending. Ga ada chemistry antara Harry-Hermi-Ron. Gw ga ngliat ada keterikatan emosi antara mereka. Palagi antara Cho ma Harry, hah mati banget dah. Justru chemistry antara Harry en Luna yg kerasa banget. Luna was the reason that kept me awake
Nilai dr gw sih 6/10
May 19th, 2008 at 3:01 am
“…Palagi antara Cho ma Harry, hah mati banget dah..”
gak ngaruh deh…secara ujung2nya harry entar kawin nya ma ginny juga…hahaha…spoiler…who cares? ;p
May 19th, 2008 at 5:37 pm
@apatis vian
Emang lo paling jago klo soal ngeles….fiuhhhh untung gw dah baca bukunya
June 13th, 2008 at 1:30 am
duh..
HarPot terburuk steleah versi Chris Colombus.
banyak aspek dari novelnya yang salah begitu masuk ke “studio rekaman’.
In my opinion,Yates membuang adegan2 penting dari novelnya dan mengutamakan adegan2 gak penting.
Tambah lagi motif karakter2nya diubah semua (Adegan battle di kementrian itu harusnya 10X lebih megah - Bellatrix gak “gahar” sama sekali,battle Dumby vs Voldy singkat amat plus alasan Harry menajuhkan diri dari temen2nya,cara Voldemort merasuki tubuh Harry,diubah semua…)
PLEASE stop Michael Goldenberg from writing the next episode’s script,please!)
2.5/5
June 13th, 2008 at 5:17 am
hm..hehehehe
June 13th, 2008 at 5:38 am
Jah, RLBK
Review Lama Bersemi Kembali
^_^
Tapi setuju ma mas kevin, xixixixiix