‘NIGHTMARE DETECTIVE’: Chills-and-Thrills Investigation in aVivid Dream


Produksi: Movie-Eye Entertainment Inc. (2007)
Sutradara: Shinya Tsukamoto
Cast: Ryuhei Matsuda, Hitomi, Ando Masanobu, Shinya Tsukamoto

Genre: Drama/Thriller/Horor
Durasi: 106"
Release Date: 13 January 2007 (JEPANG)
My Grade: 3.5 out 5

Nightmare_detectivecover ‘Nightmare Detective’ (Akumu Tantei) sungguh film yang unik, jika tidak mau dikatakan beda dari tipikal film yang ada. Separuh thriller-suspense, separuh horor, separuh drama dan dipadukan dengan elemen psikologis yang surealis. Berbicara surealis, tentu saja bukan hal yang aneh karena sutradaranya, Shinya Tsukamoto memang terkenal dengan karya-karya surealis berbau psikologis, seperti ‘Vital’ (2004) dan ‘Tetsuo’(1989). Shinya sendiri juga merupakan seorang aktor yang telah bekerjasama dengan sutradara-sutradara berkelas seperti Takashi Miike dalam ‘Ichi The Killer’ dan Takashi Shimizu dalam ‘Marebito’. Dalam film ini ia pun bermain sebagai sang karakter villain. 

Seorang pemuda yang bernama Kyoichi Kagenuma (Ryuhei Matsuda) mempunyai kelebihan secara psikis, yaitu bisa memasuki dunia mimpi seseorang. Sayangnya, ini justru merupakan suatu kutukan bagi Kyoichi semenjak ia menjadi tersiksa secara batin dengan kemampuannya tersebut. Pada dasarnya Kyoichi ini pun mempunyai latar belakang yang menggiriskan. Sementara itu seorang detektif polisi perempuan yang bernama Keiko Kirishima (Hitomi) menangani kasus lapangan pertamanya, yaitu dua buah kasus bunuh diri yang mencurigakan dan kelihatannya berhubungan dengan sosok misterius bernama O (Shinya Tsukamoto), karena kedua korban menelpon O sebelum diketemukan tewas menggenaskan.

O kelihatannya mampu memasuki pikiran korbannya dan kemudian membunuh korbannya di alam bawah sadar. Pada akhirnya Keiko berusaha mengajak Kyoichi untuk bekerjasama menangkap O. Sayangnya Kyoichi meonal. Sampai rekan kerja Keiko, Wakamiya (Ando Masanobu) mencoba menelpon O dan pada akhirnya tewas menggenaskan. Untuk menangkap O, maka Keiko memutuskan untuk memanggil nomor O dan bertekad untuk menghadapi O. Walau ragu-ragu, akhirnya Kyoichi bersedia untuk membantu Keiko. Keiko sendiri, dibalik penampilan tangguhnya, ternyata rapuh didalam jiwanya dan mempunyai pergolakan batin tersendiri. Ini tentu saja akan menjadikan ia sebagai mangsa empuk bagi O. Bisakah kemudian Kyoichi melupakan masalahnya dan menyelamatkan Keiko sekaligus meringkus O?

‘Nightmare Detective’ pada akhirnya seperti sebuah thrill-ride dengan kecepatan dibawah rata-rata. Namun ini justru yang memang dibutuhkan oleh film ini dan pastinya akan mempunyai efek yang berbeda jika bertempo amat sepat. Ketegangan dibangun secara merambat sedangkan misteri perlahan tapi pasti dikuak. Kedalaman psikologisnya sendiri bukan sekedar tempelan akan tetapi merupakan bagian utuh dari struktur cerita secara keseluruhan.

Dari segi akting, Ryuhei Matsuda tampil dengan cukup meyakinkan sementara Hitomi sendiri pada awalnya adalah seorang penyanyi dan film ini merupakan debutnya. Wajar jika pada beberapa bagian ia terlihat menampilkan ekspresi wajah yang singular, walau untuk seorang debutan, ia tampil dengan cukup baik.

Shinya Tsukamoto kelihatannya mencoba untuk tampil dengan sedikit lebih komersil dengan ‘Nightmare Detective’, karena dia memakai banyak konvensi tradisional dalam filmnya ini. Walaupun pace film sedikit lambat namun secara keseluruhan film dapat dicerna dengan mudah tanpa harus banyak-banyak mengerutkan kening. Walau begitu, tentu saja ia tidak melepaskan trade-marknya, sehingga inilah yang menjadikan ‘Nightmare Detective’ sebagai film hiburan yang istimewa.


Leave a Reply