‘THE BOURNE ULTIMATUM’: A Hitman With Hidden Past Continues
Release Date: 03 Agustus 2007 (USA)
My Grade: 4 out 5
Sehabis menyaksikan film ini, maka kesan saya adalah film ini sangat impresif, dan Paul Greengrass sebagai sutradara mampu melampaui kinerjanya di ‘The Bourne Supremacy’ walaupun rasanya sulit mengimbangi Doug Liman saat mengeksekusi ‘The Bourne Identity’ (2002) yang sangat gemilang tersebut. Adegan-adegan aksi dan perkembangan plot digarap dengan seksama oleh Greengrass, menyebabkan rasa greget di intensitas adrenalis yang tinggi saat menyaksikan adegan-adegannya. Greengrass mencoba memakai pendekatan realitis sehingga filmnya terasa seperti digarap dengan semi-dokumenter, terbukti dengan kamera yang sepertinya diambil dengan memakai kamera hand-held. Hanya saja, efek negatif adalah kita merasa kameramenya seperti mensyut adegan disaat mabuk!
Terus terang saja, cerita dalam film ini rasanya sederhana sekali. Walaupun mungkin rasanya bagi penonton yang baru menyaksikan aksi Jason Bourne di film ini bakal kelimpungan alias tidak mengerti juntrungan ceritanya. Namun, justru memang kesederhanaan itu jualan utama dari seri ini. Bagimana dengan cerita yang sederhana tersebut dikemas menjadi sebuah sebuah plot dengan intrik yang berliku dan mengundang rasa penasaran penonton. Sebenarnya, jika dipikir-pikir, sehabis menonton film ini, rasanya kok sebegitu repotnya badan sebesar CIA mengurus seorang pria bernama Jason Bourne. Seberbahaya apapun dia!
Satu hal lagi yang membuat saya suka dari seri film ini adalah adegan laganya yang intens tanpa harus terkesan berlebihan atau over-the-top (lihat ‘Die Hard or Live Free’). Ketiga film dari Jason Bourne ini lebih mengandalkan sekuen-sekuen laga yang lebih membumi namun detil, sehingga terkesan sangat riil sehingga terasa lebih menegangkan. Jadi, saya berani menyatakan jika serial ‘Jason Bourne’ ini adalah action movie with brain. Berbeda dengan kebanyakan film laga lain yang baik cerita maupun aksinya berjaln dengan mode auto-pilot.
Matt Damon sendiri menunjukkan konsistensi yang luar biasa sebagai Jason Bourne. Dia dengan teramat meyakinkan tampil sebagai sosok Jason Bourne yang tangguh, serba-bisa, cerdas, namun juga manusiawi. Joan Allen tetap tampil meyakinkan dan Julia Stiles, selain mendapat porsi peran yang lebih besar dan signifikan, kali ini juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan adegan-adegan yang menuntut fisikalitas. Scott Glen, David Strathairn dan Albert Finney plays their antagonistic part respectively.
Ohya, walaupun memakai judul yang sama dengan novel ketiga dalam seri Jasob Bourne oleh Robert Ludlum ini, namun kabarnya cerita dalam film ini sudah menyimpang jauh. Kesamaanya hanya terdapat pada beberapa nama dan karakter yang sama saja. Dan, seperti novelnya, tampaknya ini bukan menjadi petualangan terakhir bagi Jason Bourne.
