‘THE VICTIM’: An Unique Tale of Avenging Spirit
Sunday, September 30th, 2007Release Date: 12 Oktober 2006 (Thailand)
‘The Victim’ (Phii Khon Pen) adalah sebuah double feautre, jika kita jita bisa mengatakan seperti itu, karena mengandung dua cerita yang sebenarnya tidak ada hubungannya, kecuali tentu saja penampakan hantu perempuan yang menteror batin .
Cerita pertama tentang Ting (Pitchanart Sakakorn), seorang artis pemula yang diminta oleh kepolisian untuk memerankan sang korban dalam reka-ulang pembunuhan. Pada saat harus memainkan karakter Meen, seorang mantan Ratu Kecantikan Thailand dan Runner-Up Miss Universe yang tewas menggenaskan. Saat arwah penasaran Meen mulai menganggu ketenangan Ting, ia mencoba mencari tahu siapa pembunuh Meen yang sebenarnya.
Cerita kedua tentang seorang aktris yang bernama May (dimainkan juga oleh Pitchanart Sakakorn), yang tengah melakukan syuting film horor mengenai kasus pembunuhan Meen, sang Ratu Kecantikan. Entah mengapa, May, kru film dan produksi film secara keseluruhan seperti mengalami gangguan dari mahluk halus. May mengira jika arwah Meen tidak tenang, maka ia mencoba menyelidiki kematian Meen. Namun, sesuatu yang lebih mengerikan mengancam nyawanya.
Sebagai sebuah film horor dengan memakai konsep dua narasi dalam penceritaannya, ‘The Victim’ termasuk unik. Bagian pertama film berjalan seperti sebuah homage untuk genre ini, terutama horor Asia, dengan menampilkan adegan-adegan yang terasa over-the-top dan sedikit komedik.
Pada bagian kedua, film mulai berjalan dengan tone yang lebih serius dan atmosfir yang lebih kelam. Disinilah sebenarnya inti cerita dari film berada. Walaupun kadang-kadang tetap terasa over-the-top, namun aura seram dan suspensi dapat dibangun dengan baik, sehingga film menjadi lebih mencekam.
Sebagai sebuah film dalam film (pada awalnya), teknik yang dipakai oleh Monthon Arayangkoon (Garuda) cukup mulus tereksekusi, walau kadang rasanya tema film berkesan bertumpuk-tumpuk, namun dia cukup mampu memutuskan antara film dengan realita dalam film ini.
Hanya saja, rasanya secara keseluruhan ‘The Victim’ bukanlah fitur yang terlalu istimewa, karena production values yang rasanya terlalu biasa-biasa saja. Apalagi jika dibandingkan dengan ‘Shutter’ (2004) atau yang lebih kini ‘Alone’ (2007), yang terlihat lebih rapih secara teknis penggarapannya.
Dikabarkan sebagai film yang dishoot diberbagai lokasi kejadian kejahatan yang terkenal di Thailand, maka tunggu di kredit akhir film, dimana ditunjukkan penampakan-penampakan yang terekaam di kamera film. Tentu saja ini mengingatkan akan cerita yang terdapat dalam film ini.




)to make my Top-10-Horror-Movies. Actually, its kinda difficult to me since I love horror movies and have watched a lot of them. After taking some times to contemplated, I have decide that these movies are gives me creeps more than others. Add offcourse they all are my favorite:
