‘VACANCY’: You’re Cordially Invited To This Motel of Terror


Produksi: Sony Pictures (2007)
Sutradara: Nimród Antal
Cast: Kate Beckinsale, Luke Wilson, Frank Whaley, Ethan Embry

Genre: Thriller
Durasi: 80"
Release Date: 20 April 2007 (USA)
My Grade: 3 out 5

VacancySaat menyaksikan desain kredit titel untuk ‘Vacancy’, debut penyutradaraan
Nimród Antal di Amerika, maka mau tidak mau mengingatkan akan thriller klasik
Alfred Hitchkock di tahun 1960, ‘Psycho’. Apalagi dengan diiringi oleh musik
skor yang senada pula, plus ditambah dengan lokasi ‘kejadian’ disebuah motel
terpencil yang dijalankan oleh pria psikopatis, maka mau tidak mau tentu saja
‘Vacancy’ semakin dilekatkan dengan masterpiece-nya Hitchcock tersebut.

Ceritanya simpel saja, sepasang suami istri yang tengah melakukan
perjalanan, David (Luke Wilson) dan Amy Fox (Kate Beckinsale), memutuskan untuk
beristirahat di sebuah motel terpencil, karena mobil mereka mengalami kerusakan.
Sebenarnya perkawinan David dan Amy berada diambang perpisahan karena kematian
anak mereka, sehingga mereka kerap bertengkar. Di motel tersebut, karena jemu,
David memutuskan untuk menyaksian video yang berada di kamar. Namun, seting film
sadis yang disaksikannya memiliki kesamaan yang sangat persis dengan kamar motel
mereka, sampai kemudian mereka sadar jika video tersebut memang benar-benar di
rekam di kamar tersebut dan adegan pembunuhannya adalah nyata. Kengerian
diperparah saat gedoran-gedoran didepan pintu kamar ditengah malam mulai meneror
perasaan mereka. Sadar jika mereka tengah berada dalam bahaya, maka David dan
Amy berusaha menyalamatkan diri mereka, sebelum mereka juga menjadi koleksi
snuff-film dari si penjaga hotel (Frank Whaley) dan rekan-rekan
bertopengnya.

‘Vacancy’ mengambil struktur thriller-suspense
secara utuh, walau sebenarnya tidak ada misteri atau twist yang
ditawarkan dari jalinan plotnya. Jadi, film ini murni sebuah perjalanan
roller-coaster yang menegangkan. Nimród Antal cukup mampu membangun dan
menjaga intensitas ketegangan, walaupun rasanya banyak hal-hal klise yang
terdapat dalam skripnya. Terlepas dari itu, ‘Vacancy’ menampilkan dengan baik
rasa klaustropobia, isolasi dan ketakutan karakter utamanya secara nyata, karena
David dan Amy adalah orang-orang yang terasa hidup dialam nyata, bukan jenis
streotype yang sering mengisi jenis-jenis film ini. Inilah yang membuat
kengerian dalam ‘Vacancy’ terasa lebih hidup.

Sayangnya, ‘Vacancy’
diakhiri dengan adegan jenerik yang cukup basi. Apalagi endingnya terasa
dieksekusi dengan terburu-buru, sehingga rasanya kok tidak mampu menyamai bagian
awal hingga paruh film. Ini yang membuat ending dalam film ini terasa seperti
tempelan saja. Namun, karena Kate Beckinsale dan terutama Luke Wilson yang
biasanya bermain dalam film-film komedi, mampu membawakan karakter mereka dengan
baik, ‘Vanacy’ tetap menawarkan ketegangan yang cukup solid dan atmosfir yang
terjaga.


Leave a Reply