‘BLACK HOUSE’: This House Lies A Dark Secret
Release Date: 21 Juni 2007(Korea Selatan)
Asian horrors are taking break from the long-haired-ghost-genre and possesion video-cell phone-shoes-wig-house-etc. Dengan ‘Black House’ (Geomeun Jib), sebuah horor psikologis, mengingatkan kembali akan kejayaan ‘Audition’ (1999) karya Takashi Miike.
‘Black House’ berkisah tentang seorang agen asuransi bernama Junno (Hwang Jeong-min) yang diminta untuk mendatangi sebuah rumah tua di daerah pinggiran oleh seorang kliennya yang bernama Park (Kang Shin-il). Saat di rumah tersebut, Junno menyaksikan anak tiri Park tewas menggenaskan dalam kondisi tergantung dikamarnya. Keadaan tersebut diklaim sebagai bunuh diri oleh polisi. Namun Junno mencurigai jika Park sengaja membunuh anak tirinya tersebut untuk mendapatkan polis asuransi sang anak. Apalagi, berdasarkan penyelidikan Junno, Park mempunyai latar belakang yang mencurigakan.
Junno mencoba mempringati istri Park, Shin (Yoo Seon, Uninvited, The Wig) akan bahaya yang mengancam dari Park, karena polis asuransi jiwa Shin yang besar. Namun, sesuatu yang mengerikan sebenarnya tengah mengancam jiwa Junno dan juga kekasihnya. Dan untuk itu ia harus membuka rahasia kelam dari rumah tersebut.
Pada paruh pertama, nyaris tidak terjadi apa-apa di layar film, kecuali untuk eksposisi dan pembangunan latar belakang karakter. Bagi yang tidak tidak sabaran, mungkin akan menguap berkali-kali. Namun, sebenarnya Sin Tae-ra cukup baik dalam membangun ekposisi tersebut dalam struktur yang menarik dan gampang diikuti. Kemudian di paruh akhir, film mulai berubah bentuk menjadi thriller-horror yang mencekam, dengan mengandalkan suspensi dan gore. Lantas diakhiri dengan ending yang cukup memikat walau mungkin terlihat jenerik secara umum.
Disini Tae-ra menunjukkan jika ia adalah seorang sutradara yang kreatif dan lumayan inventif. Hanya saja, di bagian ini terasa sekali ada lubang-lubang dan ketidak logisan yang tidak dapat ditambal dengan baik oleh Tae-ra.
Walau begitu, secara keseluruhan, ‘Black House’ adalah sebuah film yang cukup efektif. Penggambaran Black House-nya sendiri sebagai sebuah ‘rumah derita’ tampil dengan cukup meyakinkan. Tidak kalah dengan house of terror di film-film ‘Saw’.
Akan tetapi, kekuatan utama film ini adalah Hwang Jeong-min dan Su Yeon, sebagai karakter-karakter dengan latar belakang yang menggelisahkan. Keduanya dengan baik mampu membawakan karakter yang dimaksud sehingga begitu integratif dengan jalannya cerita secara keseluruhan. Walau kemudian mereka kemudian berubah menjadi karakter satu dimensi diklimaks film, namun keduanya membawa harkat yang dibutuhkan dalam film ini.
‘Black House’ mungkin bukan jenis horor atau thriller utama, namun ditengah derasnya film horor Asia yang bergaya sama, jelas ia sangat menjanjikan dan berbeda dari banyak aspek. Direkomendasikan!
October 8th, 2007 at 2:32 am
belakangan koq keranjingan ngereview horor asia?
nunggu ulasan planet terror…
October 8th, 2007 at 2:59 am
hahahaha
aku memang suka bgt ama film horor. dulu pas masih teenager suka bgt ama slasher movies ala Scream. sekarang lagi terobsesi dengan horor Asia.
Planet Terror? Sabar ya? Pasti direview kok.