‘KNOCKED UP’: Menjadi Dewasa Itu Pilihan
Release Date: 01 Juni 2007 (USA)
Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa adalah pilihan. Mungkin itu adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan tema utama dalam film ‘Knocked Up’ karya sophomore Judd Apatow setelah ‘The 40 Old Year Old Virgin’.
Entah apa nasib masa depan Ben Stone (Seth Rogen, The 40 Old Year Old Virgin), pemuda setengah-pengangguran yang luntang-lantung tidak jelas kerjaanya, selain membuat website yang tidak selesai-selesai dengan isi yang kurang jelas, berganja dengan teman-temannya yang sama tidak jelasnya, atau sekedar bersenang-senang di klub. Sampai suatu hari, disebuah klub, ia bertemu dengan Alison Scott (Katherine Heigl, Bride of Chucky, serial Grey’s Anatomy), seorang perempuan muda yang cantik dan tengah meniti karir di sebuah stasiun televisi.
Dipengaruhi oleh alkohol yang telah mereka minum dan mengendap dalam darah mereka, keduanya pun memutuskan tidur bersama. Dan sebuah kesalahan terjadi! Mereka yakin mereka menggunakan kondom, atau setidaknya itulah yang mereka pikir. Well, kenyataanya mereka tidak. Jadilah Alison mengandung. Ia menemui Ben dan ternyata Ben bersedia untuk membantu Alison mengadapi kehamilannya. Hubungan yang mulanya hanya sebuah one night stand pun menjadi hubungan yang lebih mendalam dan kemudian Alison dan Ben memutuskan untuk pacaran. Namun, mereka berdua sungguh berbeda dalam banyak hal. Bisakah keduanya mempertahankan hubungan seumur jagung tersebut dan kemudian bersama-sama untuk membesarkan anak mereka?
Sebagai sebuah komedi romantis, terus terang ‘Knocked Up’ setingkat lebih daripada hanya sebuah komedi yang ringan-ringan saja. Situasi dibangun sengan serealistis mungkin, sehingga adegan-adegan dalam film terasa lebih berkesan. Walaupun unsur roman-nya lebih menonjol daripada komedinya, namun film tetap terasa bernas dan jenial dalam menyampaikan maksudnya.
Dengan dialog-dialog yang mendalam dan tajam, Judd Apatow merangkai suasana komedi dan roman tadi menjadi satu kesatuan sebagai sebuah eksposisi dan deskripsi akan kehidupan kaum muda saat ini, terutama dalam proses menuju pendewasaan diri tadi. Konflik dibangun dengan cermat, sehingga plot berjalan dengan narasi yang ciamik. Walaupun kemudian mungkin bagi sebagian orang endingnya terasa klise, namun sepertinya hal tersebut lebih diperlukan untuk menciptakan kesan yang lebih mendalam. Dan beberapa aspek komedinya pun terasa seperti keluar dari sejenis film komedi seperti seri ‘American Pie’, walau pun rasanya memang tidak terlalu absurd. And I’m okay with it.
Judd Apatow juga beruntung didukung oleh akting kuat dari jajaran pemainnya. Pada mulanya saya under estimate dengan Katherine Heigl, namun terbukti ia adalah orang yang tepat untuk peran Alison. Begitu juga dengan Seth Rogan yang sangat mewakili kehidupan sosok pemuda sehari-hari yang ignorant, baik secara fisik maupun attitude-nya. Chemistry diantara mereka begitu kuat, membuat kita terhanyut dalam kehidupan mereka.
Yang menarik, bintang-bintang pendukungnya pun bersinar dalam bentuk mereka masing-masing dan membuat film terasa lebih solid. Leslie Mann dan Paul Rudd memainkan pasangan suami-istri kakak Alison dan suaminya dengan mengesankan, apalagi mereka pun mendapat porsi adegan yang cukup besar karena mendapatkan sub-plot mereka sendiri.
‘Knocked Up’ mungkin mempunyai beberapa klisenya tersendiri dan mungkin terasa terlalu manis atau bahkan vulgar dibeberapa bagian, namun tetap saja ia adalah film yang sukses dalam menjalankan misinya, menghibur penonton sekaligus melaksanakan fungsi kontemplatif yang cukup mendalam. Sesuatu yang jarang didapat dari tipikal komedi romantis biasa!
November 18th, 2007 at 9:37 pm
4,5 bintang??? (shock abis)
super-duper-over-grade i think…(mungkinkah salah ketik?;)
untungnya gw da ntn, jadi gak buru2 keranjingan nyari dvd nya dan berekspektasi stengah mampus supaya ni film msk top movie gw…
knocked up jelas2 adalah sbuah film komedi yang super-duper-garing…sorry aja…
ok lah ceritanya menarik, aktingnya mnarik…tp apakah 2 hal itu yg plg penting untuk film bergenre komedi?
jawabannya tnu aja nggak…
film komedi yg
berhasil adalah film yg bisa bikin kita ketawa bersamaan dgn filmnya….tapi we talk about comedy , dude!
suatu yg sama skalidi film ni…
film ni bahkan sama skali gak punya moment yg bener2 lucu…paling benter cuman bikinj gw seringai saking parahnya…
mungkin kalo gw belom ntn film2 komedi sedahsyat borat, simpson movie, american pie…atau yg genrebnya romantic comedy…shallow hall n down with love ato bring it on!, gw nmungkin akan bilang ni film bagus….hahaha…
mungkin lo cuma lo over-good mood waktu ntn ni film…
sacha baron cohen pasti langsung nangis pas tau film nya borat (salah satu film paling lucu yg mungkin dbuat)
hanya diberikan grade 4 out 5, sedangkan film komedi yg gak lucu ini dikasih 4,5 out 5(kesian skali little children, lil miss sunshine, n pans labirinth…karna grade nya disamain sama knocked up)
sorry agak sinis,
cuma saran…be wise to put the proper grade, ok..
gak smua film yg dipuji mati2an sama kritikus harus dikasih nilai bagus kan?smuanya balik lagi ke…penilaian pribadi kita sendiri…(halah…paan sih gw?;p
knocked up: 2,5 out 5
PEACE
November 22nd, 2007 at 3:50 am
walaupun kita dah cukup lama berinteraksi, loe tetap gak kenal gw dan prinsip gw ya???
sekali lagi gw ingatin, pengalaman menonton film bagi setiap orang itu berbeda-beda dengan kemungkinan outcome yang beda pula. Jadi wajar jika gw suka dan elo enggak. And loe musti menghargai itu dan enggak berhak ngejudge penilaian gw seperti gw gak berhak ngejudge penilaian loe.
Perbedaan itu indah, right?
And, mood gw gak ada hubungan dengan saat gw nonton film dan gw selalu in a fine mood during watching movies, secara kalau lagi engga mood gw pasti engga bakalan ntn, karena bakal mempengaruhi penilaian gw secara obektif terhadap film itu.
Gw sendiri dah ntn dua kali dan dua2nya merasa terhibur dan tersentuh. And I proydly declare this as one of my fave movie in 2007.
Kenapa gw suka film ini? Karena Judd Apatow tahu bagaimana membuat komedi untuk “orang dewasa” atau org yang mampu berfikir dewasa! Jujur aja, film ini setingkat lebih dibandingkan ‘About A Boy’-nya Chris Weitz dan ‘High Fudelity”-nya Stephen Frears yang sama-sama gw favoritin soaal membahas issue kedewasaan.
Yah, mungkin loe cuma ekspek sama komedinya aja, sedangkan film ini more just a commedy!!!
December 1st, 2007 at 4:42 am
Film ini emang lumayan bagus, tapi gak tau kenapa, kayaknya film ini ga berkesan buat gua. Maybe gua emang gak cocok sama gaya komedinya Judd Apatow. 40 Year Old Virgin aja ngebosenin menurut gua. Tapi nih film masih better lah dari 40 Year Old Virgin.
Btw, salam kenal Bang Haris. Blog nya keren banget. Mana nih review barunya?
December 1st, 2007 at 6:09 am
Well, gw ngga setuju dg pendapat bahwa film komedi yg bagus adalah film yg bisa bikin ketawa rame2….definisi ky gtu terlalu ringan…. (sorry ^__^;)
Gw setuju tingkat pemahaman dan apresiasi org terhadap suatu karya beda2x sesuai latar belakang, umur, pengalaman,aspek sosial-budaya,dll….
Contoh…..Sulit bagi org luar Jepang untuk memahami joke Jepang karena banyak yang berupa permainan kata dg kanji, misalnya kata “kyo” bisa ditulis dg kanji “cermin” & kanji “setan”,makanya kalau ngeliat talk show jepang walaupun udah disubbed waktu ada joke dari si host, gw cuma bisa mengira-ngira aja apa sih yg ky-nya begitu lucu…..mpe audien di talkshow itu terbahak2….
So, film komedi dewasa blom tentu lucu bagi remaja yg blom banyak pengalaman n’ blom bgitu ngerti getirnya kehidupan ini……..sama halnya dengan film komedi remaja yg bisa tampak sangat konyol di mata org dewasa….
terus satu lagi kalau gw ga ngerasa american pie dashyat….malah njijik-i…..selepel ma pelem yg judulnya ada trip-trip nya itu…hoekss…
ga bermaksud menyinggung yah…cuma saling terbuka ajah okeh…..
Peace
December 3rd, 2007 at 6:00 pm
@ Guzz
Selamat datang dan salam kenal. trims ya atas atensi utk blog ini. Review baru??Nih, mau di upload…hehehehe
@ aFiF
I’m completely agree with you
December 8th, 2007 at 11:12 pm
@ haris
Ya…deh maap… mungkin lo suka n gw sama skali gak suka,
Tapi tetep gw gak terima kalo lo bilang knocked up setingkat diatas “about a boy”…karena gw suka banget ma “about a boy” n imho “knocked up” sama sekali blom se level sama salah satu masterpiece nya chris Weitz itu…
Yg jelas banyak pesen yang bisa diambil dari “about a boy” daripada sekedar “lo ngamilin cewek, lo harus tanggung jawab” kayaknya untuk mikir kayak gitu gak perlu deh orang yg berpikiran dewasa… manusia yg berasa punya penis –jantan..hahaha..paan sih gw- juga tahu apa yg harus dilakiuin kalo dihadepin masalah kayak gitu , hehehehe…
Peace
@ Guzz
Yup…stuju…
Gw nonton “40 years old virgin” bareng anak2 se genk n ngarep bisa ketawa sengakak-ngakaknya…tapi apa yg gw dapet?
Stengah jam pertama kita sukses dibikin menyeringai tanpa henti…n Setelah ½ jam pertama temen2 gw dengan sukses ngorok…
N ahirnya dengan bijak gw ganti dengan film lain…n kita sukses tuh nyelesain sampe abis…
Tapi karena gw penasaran, pas temen2 gw cabut, gw gelanjutin nonton 40YOV, n hasilnya sama aja….bwahahaha…ironis banget ya…
Ya sih knocked up better…tapi ya… sbelas-duabelas gitu lah…

Sorry loh bang haris…ini kan IMHO…
peace
December 8th, 2007 at 11:15 pm
@ afif
Wow…. Investigasi yg mendalam…sampe jauh2 ke jepang segala… hehe…
Tapi kok lo gak jelasin ya gimana komedi yg berhasil mnurut lo?
Kayaknya mau tuh film komedi dewasa kek…komedi remaja kek…misi terbesar nya adalah buat menghibur penonton… gak peduli tuh pnonton dewasa ato remaja… lagipula komedi kan relative, bung!
Nah, kalo misi terbesar nya itu gak kesampean…brarti bisa dibilang film itu gak berhasil toh…
Ato kalo gak mau ribet…skalian aja jangan ngasih embel-embel genre komedi di film itu kalo emang bukan itu tujuan utama sang filmmaker…biar penonton yg ber-ekpektasi komedi jadinya gak merasa ketipu!!!
Mungkin kesimpulannya cuma satu, fif…
Gw suka film KOMEDI yang LUCU…
Lo suka film KOMEDI yang GAK LUCU…
Loh kok film komedi gak LUCU? Namanya juga KOMEDI… masa gak LUCU…????
TANYA KENAPA!!
Gak bermaksud menyinggung yah… cuma saling terbuka ajah oke…
Peace
Oh, ya, cuma saran…better lo jangan nonton “quickie expres” fif… karena gw yakin lo bakal stress berat… karena salah satu film KOMEDI DEWASA Indonesia terbaik sepanjang masa itu banyak banget adegan lucu nya….sumpah deh…. Ntar nyesel loh
December 9th, 2007 at 5:01 pm
@apatis Vian
Waduh ^__^ masih tetep dgn mengebu2nya yach bro… BTW, commentku di fs elo kok ga di approve sih….ga ada yg SARA kok.
yah khan gw udah bilang, komedi itu lucu atau ngga lucunya tergantung YG NONTON. Apa yg menurut elo lucu mungkin buat gw garing abis, pun sebaliknya. Jadi klo ngejelasin komedi yg bijimane yg berhasil menurut gw,….rasanya terlalu arogan. karena setiap orang punya selera masing2.
December 9th, 2007 at 5:47 pm
pis….pis….udah ah…enough
let’s move on shall we????
December 9th, 2007 at 8:04 pm
Oh ya boleh gw tambahkan untuk kesimpulannya:
Gw suka film komedi yg lucu,….
Lucu disini tentu saja yg menurut otak gw itu lucu….walaupun menurut otak lu itu ga lucu.
Yg masuk kategori ga lucu menurut gw, komedi yg:
- Formula ”lucu” yg udah basi.
- Di atas batas ambang toleransi gw untuk hal2 yg menjijikkan (catet, di ATAS BATAS AMBANG,….bukan berarti gw ga suka sama sekali lho)
Sekali lagi gw ingetin parameter keberhasilan satu film Komedí itu susah diukur. Sama juga dgn tes kepedasan cabe misalnya…… ada yg bilang kurang pedas, tapi ada juga yg luar biasa kepedasan….padahal cabenya sama.
December 11th, 2007 at 5:36 pm
setuju berat ama aFiF…hehehehe
December 15th, 2007 at 3:48 am
“setuju berat ama aFiF…hehehehe”
cielah…..suit…suit…haris -afif….haris-afif….suit..suitttt….hehe…paan sih gw ;p
btw, masi ada yg ganjel…
@haris…lagi…haha…
Serius lo stuju ma semua statement afif?
Termasuk yang statement “gak suka film American pie” juga…? Ehhhhhhhhhmmmmm… itu apa tuh soundtrack AP1**** n AP2 **** nangkring dib log lo?
Waaaaa….. imho sih American pie adalah salah satu komedi yg dahsyat!
emang mungkin bagi orang2 yg “malas berpikir”…haha… akan ngeliat nya cuma sebagai film komedi remaja bodoh yang mengumbar ekpoitasi sex semata…
Tapi sebenernya “American pie” –kalo boleh meminjam istilah bang ferry siregar n bang dodi dari sinema Indonesia.com- adalah film pintar yang menyamar menjadi film bodoh supaya pesen nya bisa nyampe ke semua lapisan penonton…..(notes:’gak cuma remaja)
Pesen buat orang tua (yg terpenting… , pesennya nyampe banget dan gak harus se preachy ekskul yg tolol itu) , persahabatan, cinta (ooh…), sex education (even kadang dgn cara2 yg cukup vuilgar…haha…anggap aja tuh bonus buat penonton…. Huehehe…
Gw yakin smua orang yg pernah nonton pasti jadiin nih film sbagai film fave nya ato seenggak nya guilty pleasure lah…
Tapi gw gak munafik n gw bangga tuh ngakuin AMERICAN PIE IS ONE OF MY FAVE MOVIE EVER… so? Ada yg protes…?
Gak bermaksud menyinggung yah… cuma saling terbuka ajah oke…
Peace
@ afif …lagi…lagi… hehe
Ttg Film yg ada trip2 nya itu….gw suka kok Eurotrip … sangat2 entertaining!!!opening nya keren… gak banyak cing-cong nbasa-basi yang basi… palagi scene n OST nya yang dinyanyiin ma Lustra “Scoty doesn’t know” itu dapet banget… one of my most fave OST!
Ya…emang film2 ber embel-embel trip penerusnya emang sampah… kayak road trip, bad trip, boat trip ( btw, bang haris dah nonton “boat trip” blom bang? Haha…. Kayaknya lo bakal suka deh… secara gitu temanya tentang…hehehehehe….
kidding ;p
Peace
December 15th, 2007 at 3:51 am
“setuju berat ama aFiF…hehehehe”
cielah…..suit…suit…haris -afif….haris-afif….suit..suitttt….hehe…paan sih gw ;p
btw, masi ada yg ganjel…
@haris…lagi…haha…
Serius lo stuju ma semua statement afif?
Termasuk yang statement “gak suka film American pie” juga…? Ehhhhhhhhhmmmmm… itu apa tuh soundtrack AP1**** n AP2 **** nangkring dib log lo?
Waaaaa….. imho sih American pie adalah salah satu komedi yg dahsyat!
emang mungkin bagi orang2 yg “malas berpikir”…haha… akan ngeliat nya cuma sebagai film komedi remaja bodoh yang mengumbar ekpoitasi sex semata…
Tapi sebenernya “American pie” –kalo boleh meminjam istilah bang ferry siregar n bang dodi dari sinema Indonesia.com- adalah film pintar yang menyamar menjadi film bodoh supaya pesen nya bisa nyampe ke semua lapisan penonton…..(notes:’gak cuma remaja)
Pesen buat orang tua (yg terpenting… , pesennya nyampe banget dan gak harus se preachy ekskul yg tolol itu) , persahabatan, cinta (ooh…), sex education (even kadang dgn cara2 yg cukup vuilgar…haha…anggap aja tuh bonus buat penonton…. Huehehe…
Gw yakin smua orang yg pernah nonton pasti jadiin nih film sbagai film fave nya ato seenggak nya guilty pleasure lah…
Tapi gw gak munafik n gw bangga tuh ngakuin AMERICAN PIE IS ONE OF MY FAVE MOVIE EVER… so? Ada yg protes…?
Gak bermaksud menyinggung yah… cuma saling terbuka ajah oke…
Peace
@ afif …lagi…lagi… hehe
Ttg Film yg ada trip2 nya itu….gw suka kok Eurotrip … sangat2 entertaining!!!opening nya keren… gak banyak cing-cong nbasa-basi yang basi… palagi scene n OST nya yang dinyanyiin ma Lustra “Scoty doesn’t know” itu dapet banget… one of my most fave OST!
Ya…emang film2 ber embel-embel trip penerusnya emang sampah… kayak road trip, bad trip, boat trip ( btw, bang haris dah nonton “boat trip” blom bang? Haha…. Kayaknya lo bakal suka deh… secara gitu temanya tentang…hehehehehe….
kidding ;p
Peace
December 15th, 2007 at 4:00 am
btw, nambah lagi…
n parahnya yag terbodoh salah satu nya ada shia le bouf (kayaknya gara2 knbanyakan maen ma robot nih orang ;p
n my girlfriend lindsay lohan….tidakkkkk……
kmaren bru nonton “superbad”… film yang sama2 ber-cap apattow…
gak nyangka ternyata keren…
imho sih superbad much-muchbetter than knocked up… superbad is really fresh n entertaining!
dah ntn blom bro?
superbad: 3,5 out 5
btw lagi…baru2 in baca di slh satu majalah outside yg bikin polling “siapa celebrity hollywood paling pintar n paling bodoh”
yg dumbest salah satunya ada lindsay lohan….(tnang lindsay i’ll still love u even u dumbest… ;D n shia labouf.(mungkin gara2 kbanyakan maen ma robot kali ;p
n anjritnya…bener2 gak nyangka si mr.apattow ni jadi juara satu as a smartest!!!!ngalahin steven spielberg n peter jackson hmmmmmmmmm….ada apa ini? ada apa ini? ada apa ini?
ya sudahlah…
December 15th, 2007 at 9:18 am
Ok, gw tarik statement gw sebelumnya tentang film itu…..my bad, dari awal seharusnya gw ngga nulis pendapat terlalu subyektif disini…
Then, gw hampir terpancing setelah membaca beberapa hal yg agak “mengusik” di comment terakhir.
Tapi sudahlah, hal-hal tertentu memang tdk bisa dipaksakan.
Pola pikir org beda-beda…seperti udah gw omongin sebelumnya….it’s ok apabila si A konsisten berpendapat x itu ‘not that good’ & si B ngotot x itu ‘masterpiece’…..
Ini comment terakhir gw di post ‘knocked up’ ini.
—–No Offense—–
December 16th, 2007 at 5:48 pm
bukan berarti atau keharusan kan kalu aku suka OSt-nya lantas harus suka ama filmnya????
aku suka ama American Pie, tapi engga sampai taraf favorite. gw setuju kalau dibilang film ini dimaksukan sebagai sebuah propaganda cerdas dalam kemasan bodoh, tapi…yah belum cukup berkesan ama gw
dan polling itu amat sangat benar mengatakan jika Judd Apatow is the smartest director, meski agak ragu juga jika bisa ngalahin Peter Jackson my Idol. Steven Spielberg??? Boleh lewat lah, hahahahaa
Superbad belum ntn. Belum nemun.
BTW…this is also my last posting on this topic, soooo Ahmad, let’s move on okay???