‘MR. BROOKS’: Here Come The Talented Mr. Brooks
Release Date:
01 Juni 2007
(USA)
Pada mulanya saya berfikir, sebuah film thriller dengan bintang lawas seperti Kevin Costner dan Demi Moore sebagai bintang utama? Kok seperti déjavu ke tahun 90-an? Bukannya saya meremehkan. Era 90-an merupakan era dimana banyak film thriller yang bagus beredar (Silence of the Lambs, Single White Female, The Hand that Rocks the Cradle, Malice dan sebagainya). Hanya saja, apakah ini merupakan langkah tepat disaat banyak bintang yang lebih bersinar(no pun intended!)? Dan ada jaminan ini akan menjadi film yang memikat?
It’s turn out that I’m wrong. ‘Mr. Brooks’ ternyata adalah sebuah thriller yang memikat dengan intensitas cerita yang mengikat para penontonya untuk tetap menyimak sampai akhir.
Apa yang kurang dari Earl Brooks (Kevin Costner)? Ia seorang pengusaha sukses, ayah yang baik dan suami ideal. Tidak ada yang mengetahui jika ia sebenarnya adalah Thumbprint Killer, seorang pembunuh berantai yang tenga dicari-cari. Namun Mr. Brooks sebenarnya tidak sendirian. Ia selalu ditemani oleh Marshall (William Hurt), alter ego-nya, yang sebenarnya adalah perwujudan rasa ‘kejam’ pada diri Mr. Brooks. Setelah jeda selama dua tahun, ia merencanakan pembunuhan terakhirnya untuk kemudian memutuskan untuk menghentikan "kecanduan" membunuhnya. Sayangnya, malam itu seorang fotografer amatiran yang mengaku bernama Mr. Smith (Dane Cook) melihat aksi Mr. Brooks. Entah dengan alasan apa, Mr. Smith malah meminta Mr. Brooks untuk mengajaknya adalam "aksi" berikut.
Sementara itu, seorang polisi wanita bernama Tracy Atwood (Demi Moore), berada tepat dalam penyilidikan untuk menangkap sang Thumbprint Killer. Tracy sendiri ternyata mempunyai masalahnya sendiri. Dalam perkembanganya, nasib Mr. Brooks akan bersilangan dengan Tracy. Hanya saja dalam bentuk apa?
Sebagian thriller psikologis dan sebagian suspense, terkadang ‘Mr. Brook’ terlihat sangat populis dengan memakai formula yang terkadang tipikal, namun terkadang mencapai level berkelas dengan idealismenya sendiri. Ini mungkin ganjalan utama ‘Mr. Brooks’ untuk menjadi sebuah thriller yang benar-benar klasik.
Terlepas dari itu, Bruce A. Evans, sebagai sutradara mampu membangun ceritanya dengan pola ketegangan yang menjalar, tanpa terasa kendor sama sekali. Ini merupakan film keduanya, setelah Kuffs pada tahun 1992. Jeda 15 tahun ternyata tidak membuat Evans kehilangan kekuatanya dalam membangun sebuah cerita yang solid.
Penggambaran karakter Mr.Brooks dilakukan dengan teliti oleh Evans, sehingga walaupun Mr.Brooks adalah karakter anti-hero, namun Evan mampu membangun empati sekaligus simpati penonton kepada Mr. Brooks. Rasanya, setelah ‘The Talented Mr. Ripley’ (1997) yang lalu, baru kali ini saya merasa kagum dengan karakter "gelap" seperti ini. Apalagi Kevin Costner dengan mumpuni masuk kedalam tubuh Mr. Brooks dan meniupkan ruh yang tepat untuknya. Terlepas dari kredit jelek yang terdapat dalam daftar filmnya akhir-akhir ini, Mr. Costner menunjukkan ia memang aktor watak kaliber Hollywood yang handal.
Tentu saja, karakter Marshall yang digambarkan dengan gemilang oleh William Hurt turut andil dalam menempatkan Mr. Brooks dalam posisi yang simpatetik, karena Marshall adalah perwujudan naluri amoral dan kebinatangan Mr. Brooks, sehingga ia merupakan orang yang tepat untuk dibenci!
Karakter yang dimainkan oleh Demi Moore sebenarnya mempunyai kans untuk tampil dengan sangat gemilangnya dengan Mr. Brooks itu sendiri, akan tetapi sayangnya skenario tidak memberikan kualitas yang lebih dalam elaborasi karakternya, sehingga ia menjadi sangat tipikal dalam jenis film seperti ini. Padahal, seharusnya ia dan Mr. Brooks mempunyai ikatan batin yang kuat, walaupun mereka tidak pernah saling bertemu. Meski berakting dengan baik, namun Demi Moore tetap terlihat kurang maksimal dalam menjadi Ms. Woods, sehingga karakternya kemudian seperti menjadi "kewajiban" dalam tuntutan isi film.
Karakter yang diperankan oleh Dane Cook sendiri cenderung sangat mengganggu dan membuat kita berfikir mengapa ia yang begitu "bodoh" merasa bisa mengimbangi Mr. Brooks yang brilian, sehingga kemudian karakternya terasa sebagai "alat bermain" Mr. Brooks dalam progresi cerita. Dane Cook sendiri sepertinya mengira ia sedang berakting dalam sekuel ‘Good Luck Chuck’, dan berharap agar Mr. Brooks cepat-cepat saja "mengeliminasinya"!
Terlepas dari aspek minornya, Mr Brooks is really gripping, from start to finish. Walau secara keseluruhan tetap terasa seperti film hiburan, namun dengan didukung jalinan cerita yang cerdas dan kekuatan akting bintang kelas A, ‘Mr. Brooks’ rasanya menjadi thriller dengan kekuatan narasi yang sangat ciamik, sesuatu yang rasanya jarang ada di banyak film akhir-akhir ini.
November 11th, 2007 at 5:02 pm
hmh,glad to know,i found another movie freaks here
saya juga udah liat mr.brooks,sayangnya saya ga begitu suka hehe.alter ego-nya bikin saya ketiduran haha..tapi itu opini saya aja sih
*regards
November 11th, 2007 at 9:41 pm
wattttttt? 4 stars?
dari awal dah tertarik…tapi takut jeolek jadi ngurungin niat bwat nonton…
langsung cabut nyari dvd nya deh….
ntar coment nya nyusul ya…
btw, wew….tampilan blog nya tambah cihuy aja nih ,bro… ;p
peace
November 12th, 2007 at 1:37 am
@PEPITO
Hola…senang juga bisa ketemu Moviefreak yg lain!!!!
emangnya lebih senang ntn film dalam genre yang gmana ya???
@AHMAD
tks atas pujiannya. btw, film Shahrukh Khan yang mirip M:I itu Don ya???
Sebenarnya engga. Karena Don itu remake film thn 70-an yang dibintangi oleh Amitab Bachchan.
Ngomong2 SRK, gile…film barunya diputar di bioskop No.1 di Medan yang biasanya Eksklusif…..untuk pertama kalinya tu…ini membuktikan kalo orang menengah-keatas juga doyan film India…setidaknya di MDN
Actually, gw paling sebel ama org yg suka mengkotak2kan film, ada film untuk org tajir la, PRT la, org kampung la….
Oh…that so shallow!!!!!
;P
November 13th, 2007 at 9:33 pm
Huahahahahahaha….masih ngambek masalah statement PRT n pelem indiahe dari gw ni…huehehe…(aneh…padahal gw udah selalu nambahin “peace” di ahir statement ;p
Anyway, maap deh klo gw suka shallow ,
padahal uda nonton film “shallow hall” (one of my most fave movie) 2 kali dan dua kali-dua kali nya berasa ketampar abis ma sikap jack black yang shallow abis kayak gw, tapi mang dasar gw, tetep tambeng… hahaha….
Biznya gw bilang pelem India filmnya PRT kan juga berdasarkan studi yg gw lakuin secara mendalam (halah…paan sih) tentang prilaku PRT2 di lingkungan rumah gw yg pada doyan banget nonton India (aneh banget padahal tuh film uda diputer berkali-kali)…jadi ini salah sapa donk? Salah gue? Salah temen2 gue? Salah sapa?paan sih Ngelantur…;p
Tentang Don kayaknya sih iya itu yg dibilang nyontek MI (gak pasti juga gw…n gak pduli exactly ;p)…
Jangankan di medan…di Jakarta juga ada tu bioskop paling prestisus MPX yg muter khusus film2 india, ya secara yang punya jaringan MPX bos nye sinetron Oom Ram Punjabi. Film 2 bolly terbaru ada disono…tapi ironisnya –anehnya juga sih- rata2 bberapa bulan kemudian film2 baru itu malah langsung diputer di tipi. …
Jadi, sapa juga yg mau bela2in nonton disana, mahal lagi… mending nonton di rumah, sekalian mengakrabkan diri dengan PRT tersayang…;p ….
P.E.A.C.E! ;p
November 18th, 2007 at 10:03 pm
review yg ovee-grade kedua setelah dororo(untungnya kali ni gak jauh2 banget,hehe…
“…Mr Brooks is really gripping, from start to finish. ”
gripping apanya?
gw malah gak ngerasa lagi ntn film bergenre-thriller waktu ntn ni film….lebih berasa kayak ntn drama dgn SEDKIT bumbu thriller.
bahkan ketegangan di film ni cuma ada di stengah jam trahir.
sementara 1,5 jam pertama….oh…
bahkan film setipis “disturbia” imho jauh lebih menarik dari segi thriller daripada mr.brooks.
benturan dgn karakter demi moore gw kira bakal kayak gimanaaaa gitu..ternyata diselesaikan dgn terlalu gampang n sepele sampe film abis dan gw suma bisa meng-oh-ok-deh-film-abis….
sayang aja…4 bintang mr.brooks harus sejajar dengan review film2 thriller super brilian kayak “oldboy” dan “perfume:the story of murderer”(even both of it must be 4,5 out 5 i think)….(kesian skali 2 film itu….uh….
ksimpulannya imho mr.brooks adalah film thriller yg sama sekali tdk berhasil…
mr.brooks: 3 out 5
PEACE
November 22nd, 2007 at 3:54 am
komentar gw sama dengan Knocked Up!
November 22nd, 2007 at 7:05 pm
haha…
oke deh…minal aidin wal faidzin lagi kalu begitu
PEACE
mana ni review quickie nya????
QUICKIE EXPRESS: 9 OUT 10 dari gw….