‘EXTE - HAIR EXTENSIONS’: The Creepy Hair That Will Scare You….and Laugh-A-Lot!


Produksi: Toei Picture (2007)
Sutradara: Sion Sono
Cast: Chiaki Kuriyama, Ren Osugi, Megumi Sato, Tsugumi

Genre: Drama/Thriller/Horor/Komedi
Durasi: 108"
Release Date: 17 Februari 2007 (JEPANG)
My Grade: 4 out 5

Exte_dvd
Saat ‘Ringu’ (1998) karya Hideo Nakata memulai trend J-Horror yang memperkenalkan hantu perempuan berambut panjang sebagai villain-nya, maka pakem jenis hantu seperti itu yang kemudian menginfeksi gaya film-film horor Asia sampai saat ini.

Kini, dalam ‘Exte - Hair Extensions’ atau ‘Ekusuke’, Sion Sono (Suicide Club), seorang cult-director di Jepang berupaya mengambil ide dari rambut panjang berhantu tersebut dan menjadikanya sebuah horor alternatif yang kadang pretensius dalam gaya mainstream-nya, namun jenial dalam tataran eksentrik sehingga menjadi sebuah film horor yang sama sekali berbeda.

Yuko Mizushima (Chiaki Kuriyama, Battle Royale, Kill Bill Vol. 1) adalah seorang stylist muda yang tengah magang di salon yang bernama Gilles de Rais. Yuko adalah seorang gadis yang penuh semangat dalam menggapai cita-citanya. Walau kakaknya yang kejam, Kiyomi (Tsugumi), "menitipkan" anak perempuannya, Mami (Megumi Sato), kepada Yuko, namun dia tetap bersemangat. Karena kasihan, maka Yuko berniat merawat dan mengasuh keponakannya tersebut.

Sementara itu, seorang petugas kamar mayat misterius, Gunji Yamazaki (Ren Osugi), mencuri mayat seorang perempuan yang sepertinya korban dari perdagangan organ tubuh illegal. Gunji adalah seorang hair fetish yang menyebabkan ia terobsesi dengan rambut. Ia sering kali menggunting rambut-rambut perempuan dalam kamar mayat dan menjualnya sebagai hair extension ke salon-salon. Rambut perempuan misterius itu sendiri uniknya tetap tumbuh panjang. Bukan itu saja, seluruh organ tubuhnya yang hilang kini diganti dengan rambut-rambut yang kian memanjang. Gunji memotongnya dan menjadikanya sebagai hair extension. Yang ia tidak ketahui, rambut tersebut jika dipakai oleh seseorang ternyata akan meneror orang tersebut dan pada akhirnya akan mencabut nyawanya!

Dikesempatan lain, Gunji bertemu dengan Yuko dan menjadi terobsesi dengan rambut Yuko. Lantas, ia pun menjual hair extension rakitannya ke salon Gilles de Rais. Karena kualitasnya yang baik, maka Yuko memakaikannya kepada Mami. Lantas, saat kepolisian menyelidiki kematian salah seorang kolega Yuko di salon, Yuko pun menyadari akan bahaya rambut ekstensi tersebut dan berupaya menyelamatkan diri Mami.

Sama halnya dengan Sinya Tsukamoto dengan ‘Nightmare Detective’-nya dan Takashi Miike dengan ‘One Missed Call’-nya, maka ‘Exte - Hair Extensions’ adalah upaya Sion Sono dalam menggarap film dalam ranah populer. Dengan plot yang dijalin seperti tersebut diatas, maka jika digarap dengan formula konvensional, maka pastilah ‘Exte - Hair Extensions’ akan menjadi film horor yang tipikal, yang umum didapat di J-Horror.

Ada saat-saat dimana ‘Exte - Hair Extensions’ memang berjalan dengan tipikal, yang mana hal ini sepertinya disengaja oleh Sono, namun dibanyak sisi, ‘Exte - Hair Extensions’ terdiri dari beberapa lapisan yang saling menindih namun menjadi satu kesatuan yang utuh. Perjuangan Yuko menjadi seorang stylist serta konfliknya dengan sang kakak serta rasa sayangnya terhadap sang keponakan mengingatkan akan film drama yang subtil. Sementara itu karakter Gunji digambarkan dengan semangat eksentrisme yang kadang terasa komedik. selanjutnya ada bagian dimana film seperti sebuah thriller medikal.

Akibatnya, sepintas film seperti terlihat acak-acakan dan tidak teratur. Namun, jika dicermati dengan secara lebih mendalam, terlihat dengan jelas semangat bermain-main Sono dengan genre yang dipilihnya. Berbagai adegan menunjukkan itikat untuk sebuah homage namun dibagian lain terlihat seperti hendak mengolok-olok genre itu sendiri. Jika paham dengan konsep Sono, maka film memang terlihat menggelikan, dalam arti sarkastik yang positif.

Walau begitu, Sono bukannya tidak serius dalam menggarap adegan-adegan seramnya. Dengan penggunakan efek khusus yang cukup maksimal, Sono berhasil menggambarkan kengerian dari teror rambut berhantu ini. Unsur blood-and-gore berhasil diminimalisir dan digantikan dengan adegan-adegan menggiriskan akibat ulah rambut-rambut ini. Uniknya, meski mengandalkan tema balas-dendam-hantu-perempuan-berambut-panjang, namun tidak ada adegan hantu perempuan yang muncul tiba-tiba atau merangkak-rangkak menyebar kengerian. ‘Exte - Hair Extensions’ murni hanya mengandalkan sang rambut sebagai aset utamanya.

Chiaki Kuriyama sendiri tampil dengan sangat gemilang dan berhasil membangun rasa ingin-tahu dan empati penonton terhadap karakter yang dimainkannya. Setelah menyaksikannya sebagai gadis beringas dalam ‘Battle Royale’ dan ‘Kill Bill Vol. 1′, sungguh istimewa bisa menyaksikannya bertransformasi menjadi gadis yang cantik-baik hati-dan-tidak sombong (sic) seperti ini.

Ren Osugi sendiri kelihatannya tampil dengan sedikit over-the-top dan penggambaran karakternya pun mungkin sedikit mengganggu, namun secara keseluruhan, sepertinya Karakter Gunji Yamazaki yang diperankannya fit the screen effectively.

‘Exte - Hair Extensions’ adalah pengalaman menonton horor yang menghibur sekaligus memorable. Bisa dikatakan ia diatas rata-rata beberapa film horor Jepang clueless yang akhir-akhir ini banyak keluar. Bukan tidak mungkin status cult akan disematkan kembali bagi film Sion Sono ini.


11 Responses to “‘EXTE - HAIR EXTENSIONS’: The Creepy Hair That Will Scare You….and Laugh-A-Lot!”

  1. aFiF Says:

    nanya..ini horor beneran..atau parodi horor?

  2. hARIs Says:

    serius horornya..cuma, kalau kita ngerti konteksnya bakal senyum2 sendiri

  3. aFiF Says:

    Boleh deh,….ntar dicoba. 4 bintang? WOW.

  4. hARIs Says:

    ya…tapi itukan imho. jadi jgn jadi patokan bgt ya????

  5. APATIS VIAN Says:

    barusan beli dvd nya di ambasador…tapi blom sempet nonton…tapi ntar malem pasti di tonton n smoga ssuai dgn ekspektasi gw…hehehe…

    btw, agak dejavu sama film horror korea “the wig” ya…

    tau kan, bro? itu tuh film yg punya “over-intelegent-twist-ending” a.k.a twist ending yang sok kepinteran…hahahaa…gak nyangka aja waktu tuh twist di revealed… gak tau nya tuh hantu banci..hehehehe:)

    tapi overall gw suka “the wig”..imho tuh film lumayan…mudah2an yg satu ini juga …

    btw, dah ntn “epitaph” blm?bagus gak ya?

    mw beli tapi takut jelek… tlg ya bro rekomen film2 horror asia nya yg cihuy2 ya…

  6. APATIS VIAN Says:

    ahirnya dah ntn juga…

    ternyata oh ternyata… gw harus menelan pil pahit kekecewaan..(halah ;p

    ‘EXTE - HAIR EXTENSIONS’: The Creepy Hair That Will Scare You….and Laugh-A-Lot!
    …tagline yg sangat menarik…sayangnya gw sama skali gak ngerasain hal yg sama pas nonton..

    1. scare: scene yang mana ya yg creepy?
    kayaknya scene2 rambut2 kluar dari anggota tubuh IMHO sih sama skali gak da serem2 nya…cupu malah n kalo gak salah adegan kayak gitu dah gak orisinil lagi(kalo gak mo dibilang basi dalam film horror.sorry…)

    2. laught-a-lot…
    karakter sang psikopat yg terobses rambut?

    sumpah…mnurut gw tokoh itu sangat annoying n sucks skali
    (gw kira tukul arwana adalah manusia paling garing di dunia ini…stelah ngliat karakter dia.. i can’t talk much yet…
    dan apa pula tujuannya scene trahir tubuh dia kpotong2 n nyambung lagi?…mo nglucu..?..haha…sayang skali sama skali gak dapet…muak iya.. :(

    overall IMHO exte adalh film horror yg bodoh…(mmalukan skali jepang yg terkenal handal mmproduksi film horor harus mnghasilkan film satu ini)…n klo bisa dibilang malah EXTE se-level ma film2 horror sampah indonesia skrg ni…

    prihatin..

    jgn marah ya bro…itu smua IMHO…abisnya 4 bintang,.,,,,pikiran gw dah mlambung jauh ke “a tale of two sisters” yg ber-grade sama…

    EXTE: 2 out 5

  7. hARIs Says:

    sebenarnmya gw dah nebak kalau loe engga bakal suka ama film ini, secara memang kayaknya udah bisa nebak pola pikir dan gaya meneonton film loe.

    dan bisa dibilang loe dah gagal menerka kejenialan film ini karena loe cuma memandang dari perspektif komersilnya aja.

    kan udah gw sebutin di review kalau Sion Sono ini sama halnya dengan Sinya Tsukamoto dan Takashi Miike bukanlah sineas mainstream, sehingga saat membuat film horor dengan gaya mainstream, mereka engga bakal melupakan gaya surealis mereka. Adegan2 di dalam film dimaksudkan sebagai parodi, akan tetapi tidak obskur seperti Scary Movie melainkan mempunyai makna tersendiri, yaitu mengejek kemapanan subkultur film horor itu sendiri, dalam hal ini J-Horor.

    Begitu juga saat loe gagal menginterprestasikan kekuatan film A Big Bang Love Juvenille yang kaya di simbolisasi. Miike dengan gemilang meresonansikan aspek patologis dan psikologis dari sebuah hubungan yang abnormal. Thumbs up for him!!!!!

    Bro, gw punya usul. Sebaiknya loe menghindari menonton film2 ART yang gw review dan stuck with your pure commercial films.

  8. aFiF Says:

    terus terang wawasan gw tentang J-horor rada2 kurang, ga banyak nonton.

    Gw pernah nonton itu Suicide Club yg sarat banget dgn simbolisasi, malah boleh dibilang murni simbolisasi. Pernah nonton ga?

    Parahan mana intensitas simbolisasi EXTE dgn Suicide Club?

  9. APATIS VIAN Says:

    huahahahahaha….takuuuuuuuuuuuuuuuut……..bang haris serem banget…

    kabur ahhhh…

    capcus… :)

  10. aFiF Says:

    @ahmad

    Ternyata ga gw aja yach yg nganggep Tukul itu garing …. toss dah.

  11. hARIs Says:

    “huahahahahaha….takuuuuuuuuuuuuuuuut……..bang haris serem banget…

    kabur ahhhh…

    capcus… :)”

    Kok ngabur sih…kita kan disini belajar berdiskusi….tul engga?

    Ntn film seharusnya mencerdaskan kan? Bukan untuk pembodohan. Setuju engga????

    peace.vande.damai.

Leave a Reply