‘HALLOWEEN’: The Night He Been Re-made


Produksi: Dimension Films (2007)
Sutradara: Rob Zombie
Cast: Malcolm McDowell, Sheri Moon Zombie, William Forsythe, Scout Taylor-Compton, Danielle Harris, Brad Dourif, Tyler Mane

Genre: Thriller/Horror
Durasi: 121" (Unrated)
Release Date: 31 Agustus 2007 (2007)
My Grade: 3.5 out 5

Halloween_ver_deutch ‘Halloween’ (1978), pada masanya merupakan horor fenomenal, karena diproduksi dan dipasarkan secara independen, namun mampu meraih pemasukan yang besar sekaligus disukai kritikus dan, tentu saja, menarik perhatian banyak fans, yang menjadikan karya horror-meister John Carpenter ini menjadi cult-film. Sampai tahun 2001, Halloween sudah mempunyai tujuh sekuel, hingga pada tahun 2007 ini keluarlah versi terbaru dari versi asli serial tersebut yang ditangani oleh rocker-turn-director, Rob Zombie.

Garis besar ceritanya sama saja; Michael Myers diusia 10 tahun membantai keluarganya dan kemudian memasuki sebuah institusi kejiwaan. 17 tahun kemudian ia kabur dari tempat tersebut dan kembali ke kampung halamanya di Haddonfield, Illinois, untuk kembali menebar teror kepada sekelompok babysitter. Namun, seorang babysitter, Laurie Strode ternyata mempunyai hubungan yang khusus dengan Myers. Sementara itu, sang psikolog, Dr. Loomis berusaha mengentikan teror yang dilakukan oleh Myers.

Untuk versinya ini, Rob Zombie ternyata tidak ingin melakukan remake yang biasa-biasa saja. Ia benar-benar melakukan revisi terhadap jalan cerita dan melakukan pendalaman secara sisi psikologis, terutama terhadap perkembangan karakter Michael Myers tersebut. Jika John Carpenter lebih menekankan sosok Myers sebagai monster tanpa jiwa, bahkan semenjak ia kecil pula, maka dalam visi Zombie, sosok Myers adalah dari seorang anak yang terlihat normal hingga progresinya menjadi sosok monster yang beku dalam kesunyian namun sangat berbahaya. Sesuatu yang tidak dikembangkan di versi asli.

Inilah pembeda utama dari kedua film. Zombie mencoba membuat filmnya lebih kepada thriller-psikologis, sedangkan Carpenter murni mewujudkan Halloween sebagai teror-horor. Sayangnya, Zombie kemudian tidak konsisten dalam pakemnya, karena menjelang paruh film hingga menjelang klimaks, pada akhirnya filmnya tidak jauh-jauh dari sebuah thriller-slasher biasa, yang menampilkan pola umum yang sudah dipatenkan oleh ‘Halloween’ yang orisinil. Bahkan Zombie banyak mengambil adegan-adegan yang mau tidak mau mengingatkan akan film tersebut.

Secara teknis, film pun terbelah menjadi dua, dimana pada paruh awal film bergerak dalam struktur thriller dan paruh akhir yang murni horor. Inilah yang membuat film terasa kurang solid dan utuh, karena seperti menyaksikan dua narasi dalam satu film. Ini juga berpengaruh pada perkembangan karakter-karakternya. Sangat terasa sekali jika Zombie ingin membentuk karakter-karakternya sendiri, walau berdasarkan karakter-karakter yang sudah terlebih dahulu eksis. Mulanya ini cukup berhasil, seperti karakter Dr. Samuel Loomis yang diperankan oleh Malcolm McDowell. Pada awalnya karakternya terasa menyegarkan, unik dan eksentrik, namun pada akhirnya kembali menjadi karakter yang gloomy seperti yang dahulu dengan sukses diperankan oleh Donald Pleasence.

Karakter Laurie Strode, yang dahulu menggemilangkan nama Jamie Lee-Curtis sebagai debutan, kali ini bukan menjadi perhatian utama, karena Zombie memang sepertinya ingin menekankan pada karakter Myers itu sendiri. Pada akhirnya Scout Taylor-Compton, pemeran Laurie masa kini, terlihat tersia-sia dalam perkembangan karakternya dan pada akhirnya menjadi tipikal final girl dalam film sejenis. Sayangnya, Zombie sendiri rasanya pun kurang berhasil mengembangkan karakter Myers yang uni itu sendiri, karena ujung-ujungnya ia hanya monster pembunuh satu dimensi yang biasa kita temui dalam genre slasher.

However, walau mungkin bukan film horor terseram atau terbaik, namun ‘Halloween’ masih menyimpan sesuatu yang menarik untuk disimak, karena ‘Halloween’ versi Rob Zombie ini adalah film yang cukup kredibel dan Zombie pun cukup lancar dalam bercerita. Uniknya, ia banyak memakai aktor-aktor veteran dalam genre horor sebagai pendukung film, seperti Brad Dourif dan Dee-Walace Stone, juga Danielle Harris yang dulu menjadi herroine dalam seri Halloween ke 4 dan 5. Pada akhirnya, ‘Halloween’ rasanya lumayan sukses dalam visinya mereimajinasi visi John Carpenter dan Debra Hill, sebagai penggagas awal cerita, dan mewujudkannya dalam versi yang lebih kontemporer.


3 Responses to “‘HALLOWEEN’: The Night He Been Re-made”

  1. ADaM missed Says:

    3.5 ????

    prasaan yang gw liat cm sex dicampur darah2 dh….

    critanya jg ga berbobot…

  2. hARIs Says:

    hahahahaha…..

  3. ADaM missed Says:

    hohohohohohohoho….
    deh……

Leave a Reply