‘QUICKIE EXPRESS’: Sex is Good!
Release Date: 22 November 2007
Komedi seks. Begitu menggoda, seduktif dan entertaining, jika digarap dengan serius. Jika tidak, film dengan genre ini akan jatuh menjadi sebuah film yang eksploitatif dalam mengumbar selera murah yang vulgar. ‘Quikie Express’ adalah upaya Kalyana Shira Film untuk menghindari anomali seperti itu dan mencoba membuat sebuah komedi seks yang renyah sekaligus mempunyai kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan tanpa melupakan esensi dari genre tersebut.
Dengan skrip yang ditangani oleh Joko Anwar (Arisan!, Jakarta Undercover), tidak mengherankan jika ‘Quickie Express’ mempunyai jalinan cerita yang jenial dan serta sadar-dengan-sesadarnya apa yang ingin diceritakannya.
Film bertutur tentang Jojo (Tora Sudiro, Nagabonar Jadi 2), seorang pemuda yang mempunyai peruntungan yang kurang memuaskan dalam pekerjaaannya. Sampai ia bertemu dengan seorang ‘pemburu’ (Tino Saroengallo) yang mengajaknya bergabung disebuah escort enterprise dengan kedok sebuah restoran pizza bernama Quickie Express. Di tempat itu ia bertemu dengan sesama plonco lainnya, Marley (Amink, Get Married) dan Piktor (Lukman Sardi, Jakarta Undercover).
Walaupun mempunyai tampang yang kurang menarik, namun ternyata ketiganya berhasil meningkatkan status mereka dalam tingkat esklusif sehingga kemudian dapat memperbaiki taraf kehidupan mereka secara lebih baik. Masalah kemudian timbul saat Jojo berkenalan dengan seorang dokter cantik (the up and coming,Sandra Dewi). Mulai dari inilah konflik mulai menimpa Jojo, baik secara fisik maupun psikis!
Sungguh tidak terduga, jeda sekian lama setelah ‘Tusuk Jelangkung’ (2003) membuat Dimas Djayadiningrat mampu meningkatkan kemampuan mengarahkan filmnya secara lebih mumpuni. Ia mampu mengeksekusi adegan-adegan yang menarik dan mengelaborasi unsur komedinya dengan berbagai gag yang berhasil dalam misinya mengocok perut para penontonnya.
Dengan pemilihan warna-warna natural beraroma pastel, film seakan-akan mengajak penontonnya kembali ke-era 70-an. Didukung pula dengan beberapa elemen yang mendukung untuk itu, seperti pemilihan musik skore, lagu-lagu pengiring, hingga pemilihan seting dan kostum, walaupun film sebenarnya berseting di masa kini.
Ini mungkin memang dimaksudkan sebagai sebuah homage terhadap film-film sejenis yang dulu memang banyak beredar di Indonesia. Bahkan beberapa gag mengingatkan pada komedi slapstick ala Warung Kopi DKI. Bukan suatu masalah, selama bersinergi dengan positif terhadap esensi sebenarnya dari film tersebut, yang mana dalam konteks ini adalah memberikan komedi yang dewasa tanpa bermaksud menghina intelejensia penontonnya.
Terus terang aja, walau diarahkan oleh Dimas Djay, akan tetapi tetap saja terasa kental pengaruh Joko Anwar dalam film ini dan pada akhirnya membuat kita bertanya-tanya, bagaimana hasil akhir film ini jika seandainya Joko sendiri yang turun tangan. Is it just the same or perhaps better?
Skrip Joko sendiri bukannya tanpa ada cacat didalamnya. Setelah pada babak pertama dan kedua film dengan mumpuni menghibur, menjelang akhir film terasa terbata-bata dalam memberi konklusi. Surprise yang gampang tertebak dan <>twist yang rasanya mengada-ada membuat film terasa absurd.
Walau begitu, secara umum, Quickie Express adalah sebuah film komedi yang berhasil. Didukung dengan akting prima oleh jajaran cast-nya, ‘Quickie Express’ jelas diatas rata-rata beberapa film lokal dan menjadikannya sebuah film yang unik dengan visinya yang ekletik dan jelas merupakan salah satu film terbaik secara kualitas untuk tahun ini. Once again Kalyana Shira and Joko Anwar rocks. Bravo!
December 3rd, 2007 at 8:16 pm
yah setuju lagi,film ini bisa dibilang penutup yang manis untuk tahun ini.
sebenernya masih mengharap ayat-ayat cinta nanti,tapi kok ya rada pesimis,si hanung kalo men-direct kadang eksekusinya tidak sesuai sama ekspektasiku .lol
oh ya,quickie express ini sejam peertama konyol banget,selanjutnya emang keteteran..slapstik soal ‘adik’nya aming yang kegigit piranha kelamaan plus over ya,eh iya ga sih.hehe.it just my humble opinion lo..
December 5th, 2007 at 6:19 pm
mudah2han Ayat2 Cintanya OK…..Amiiiinnnnn
December 8th, 2007 at 11:08 pm
“…jelas merupakan salah satu film terbaik secara kualitas untuk tahun ini,”
Tapi kok 3,5 bintang doang , bro? kenapa oh kenapa? Hehe…
Tapi itu kan pendapat lo n gw hargai itu…( haha…its sounds like “gak-gue-banget-ya? Hahahahahaha
Kalo gw pribadi sih ngasih 4,5 bintang n QE emang terbaik tahun ini setelah KALA ( 5 out 5)…
Dari mulai opening… style… story…sampe ending …semuanya perfecto… hampir smua scene di film ini amat-sangat-teramat-sangat (halah…) memorable di otak gw… GREAT!!!
Blom lagi supporting cast nya yang bener2 brilian…. Iramaya sopha… tio pakusadewo (Wow…this man’s did it again!)… rudi wowor… n Sandra dewi ( oh…my…God… thanks 2 kalyana shira who brought the other angel 2 indo movie after mariana renata
)
Gw sampe2 gak habis pikir…kayaknya pas nulis ceritanya joko anwar emang udah ngebayngin orang2 yg akan meranin tokoh2 di QE ini emang orang2 hebat itu…
N tentang twist yg predictable… r u sure?
Film ini emang punya multiple twist… twist pertama (gak…gw gak bakal spoiler kok… yg ngelibatin iramaya sopha emang sangat predictable)
tapi yakin lo bisa nebak twist kedua ( rudi wowor revealed) n
twist ketiga ( tio pakusadewo revealed)… GOKILLLLLLLL…..
haha…gila banget…paling lo tebak-tebak buah manggisa aja kali bro… n lo bruntung tebakan lo bener
mnurut gw twist2 itu sama skali gak absurd sih (bukannya kenyataan seperti itu emang banyak di indo skarang ini? Hayooooo… m;) )
malah mnurut gw twist2 itu NILAI PLUS banget dari film ini…yg bikin ni film gak flat n jelas banget beda dari film2 komedi kabanyakan…
atau mungkin lo lebih suka film diahiri dengan ending super-super klise n standar ala “get married”… gak banget deh…hari gini… berani beda dunk..
cameo2 nya juga hebat…tapi tetep fave gw adalah cameo dari joko anwar… anjirrr…ni orang emang sinting…gak nyangka abis dia bisa dandan kayak gitu…awalnya sempet gak ‘ngeh juga…haha…gokil lah…
QE tuh kayak versi panjangnya dari film pendek terbaik yang pernah gw tonton “you owe me one” nya carlos cuaron …KEREN ABIS! ( gw nonton di bonus featurenya “y tu mama tambian” alfonso cuaron)…. Haha… tapi you owe me one bukan tentang gigolo sih… cumin chaos tokohnya hampir sama… hehe…dah nonton blom bro?
Film diahiri dengan ending yang khas joko anwar banget…
JOJO:“…setiap manusia ditakdirkan untuk pekerjaannya masing-masing…bla…bla..bla…
GW: AH…Tidak…plis…jangan JOKO! GW MOHON! PREACHY IS VERY NOT YOU!
JOJO: …bla…bla…
GW: tutup kuping
JOJO: “…HALAH…TAI!”
GW: NGAKAK…asliii….sukur banget! Tadinya sempet mo nurangin nilai buat film ini karena gw kira joko bakal bikin dialog “ceramah” tentang pesan film yg nggak dia banget… joko kan biasanya bikin script yg ngebiarin pesen dari film nya ngeresep sendiri ke otak penonton tanpa harus ber cing-cong ria…hehe…
YEAH…QE emang the best…braaaaaavooooo… nia, djay, n joko!!!!
QE: 4,5 OUT 5
Btw, sumpah….baru kali ini ngeliat…smua penonton nggak mau ninggalin kursi nya sampe closing title bener2 abis…. Sila emang nih film…sampe closing title nya aja tetep bisa bikin orang ngakak…SALUT!
@PEPITO
Haha…slapstick tentang ‘adik’ nya aming n ikan piranha gak over ah mnurut gw…
Malah tuh adegan menurut gw keren banget n salah satu adegan fave gw…
Ayat-ayat cinta… gw juga nungguin…kata temen gw buku nya keren (hebat sekali mengalahkan harpot dalam polling…hehe…antara senang dan kecewa gw :p )…tapi gw trus trang blom baca , hehe… lagi prepare buat “deathly hallows” nih…
even gw setuju banget ma lo tenntang ke-pesimis an gw sama untalented director “hanung bramantyo”…tapi ya…kita liat aja nanti…
peace
December 9th, 2007 at 5:30 pm
Ya…mengapa 3.5??? karena endingnya itu. Ya..gw udah nebak twist Rudi Wowor, secara ini filmnya Joko Anwar. Somehow, gw udah ngebaca kalau Joko bakal ngasi twist kayak gitu, semenjak karakter Jojo berkenalan dengan karakter Jan Pieter-nya Rudi Wowor. Makanya gw bilang rada maksa…..begitu juga dengan twist untuk karakter Tio. rasanya bertumpuk2 gitu. But, its imho ya????
Gw jga setuju dengan Pepito yang bilang kalau adegan ikan Piranha is too much :((
January 21st, 2008 at 2:15 am
1st film indonesia yg gw suka..coz sempat dikecewakan oleh sutradara indonesia yng dikenal dengan film “9 naga” the best film..