Why The Hell KALA Isn’t Nominated for The BEST MOVIE????

Citra The Indonesian Film Festival will be held in this December and the nomenees are been announced. But, the thing that makes me sick is Kala, that IMHO is the best Indonesian movie for this year, isn’t nominated for the Best Film!!! Oh my God!!!! Are the jury are clueless or what??

BEST ACTORS

Fachry Albar (Kala)
Deddy Mizwar (Naga Bonar Jadi 2)
Dwi Sasono (Mengejar Mas-Mas)
Ringgo Agus Rahman (Get Married)
Tora Sudiro (Naga Bonar Jadi 2)

BEST ACTRESS

Dinna Olivia (Mengejar Mas-Mas)
Marsha Timothy (Merah Itu Cinta)
Nirina Zubir (Kamulah Satu-Satunya)
Poppy Sovia (Mengejar Mas-Mas)

BEST SUPPORTING ACTORS

Adi Kurdi (Anak-Anak Borobudur)
Gary Iskak (D`Bijis)
Jaja Mihardja (Get Married)
Lukman Sardi (Naga Bonar Jadi 2)
Winky Wiryawan (Badai Pasti Berlalu)

BEST SUPPORTING ACTREES

Henidar Amroe (Love Is Cinta)
Ira Wibowo (Mengejar Mas-Mas)
Meriam Bellina (Get Married)
Shanty (Kala)
Shanty (Maaf, Saya Menghamili Istri Anda)

BEST FILMS

Get Married (PT Kharisma StarVision)
Kamulah Satu-Satunya
(PT. O Nalareima Kreative Produksi)
Mengejar Mas-Mas
(PT. Depic Media Citra)
Merah Itu Cinta
(PT. Rapi Films)
Naga Bonar Jadi 2
(PT. Demi Gisela Citra Sinema & PT. Bumi, Prasidi BI-EPSI)

BEST SCRIPTS

Arswendo Atmowiloto (Anak-Anak Borobudur)
Monty Tiwa (Mengejar Mas-Mas)
Musfar Yasin (Naga Bonar Jadi 2)
Musfar Yasin (Get Married)
Raditya Key Mangunsong (Kamulah Satu-Satunya)

BEST DIRECTORS

Deddy Mizwar (Naga Bonar Jadi 2)]
Hanung Bramantyo (Get Married)
Hanung Bramantyo (Kamulah Satu-Satunya)
Rako Prijanto (Merah Itu Cinta)
Rudy Soedjarwo (Mengejar Mas-Mas)

BEST CINEMATOGRAPHIES

Fauzan Rizal (Get Married)
Ipung Rachmat Syaiful (Kala)
Regina Anindita (Sang Dewi)
Sidi Saleh (Merah Itu Cinta)
Yudi Datau (Naga Bonar Jadi 2)

BEST ARTS

Allan Sebastian (Get Married, PT Kharisma StarVision)
Allan Sebastian (Kamulah Satu-Satunya, PT. O Nalareima Kreative Produksi),
Rico Marpaung (Merah Itu Cinta, PT. Rapi Films)
Samuel Wattimena (Naga Bonar Jadi 2, PT. Demi Gisela Citra Sinema & PT. Bumi, Prasidi BI-EPSI)
Wencislaus (Kala, MD Picutres).

BEST EDITORS

Cesa David Luckmansyah (Get Married)
Monty Tiwa/Cindy R.A. Biere (Mengejar Mas-Mas)
Sasha Sunu (Merah Itu Cinta)
Tito Kumianto (Naga Bonar Jadi 2)
Wawan I. Wibowo (Kala)

BEST SOUNDS

Adityawan Susanto/Adimolana Machmud (Get Married)
Adityawan Susanto/Adimolana Machmud (Naga Bonar Jadi 2)
Arman A.R. Raniri/Monty Tiwa (Mengejar Mas-Mas)
Khikmawan Santosa (Kala)
Satrio Budiona/Yusuf A. Patawari (Merah Itu Cinta)

BEST MUSIC DIRECTORS

Addie M.S (Cinta Pertama)
Andi Rianto (Mengejar Mas-Mas)
Bobby Surjadi (Badai Pasti Berlalu)
Bongki BIP (Kamulah Satu-Satunya)
Dian HP (Love Is Cinta)

28 Responses to “Why The Hell KALA Isn’t Nominated for The BEST MOVIE????”

  1. PEPITO Says:

    yoi ris*cieh sok akrab.
    kayaknya FFI ga belajar dari kesalahan tahun lalu. masak kala,the photograph ga masuk.
    yang lebih aneh itu tuh, si acha-yang-kalo-mau-nangis-kayak-mau-ketawa-dan-sebaliknya…kok bisa ya :)

  2. hARIs Says:

    ya…..gi deh….btw…gpp kok…biar akrab…hehehehe

  3. APATIS VIAN Says:

    “But the thing That make me sick is Kala, that IMHO is the best Indonesian movie for this year isn’t nominated for the best film,”

    Yup… IMHO juga… n pastinya IMHO smua orang WARAS yang mengaku sebagai pecinta film n yang terpenting punya taste dalam menilai film pasti bakal kecewa mampus KALA gak masuk best movie!
    KALA emang the best, even mnurut gue Kala isn’t just the best movie for this year bro, but it’s the best movie in Indonesian cinema history all times also!

    “…are the jury are clueless or what?”

    Gak usah heran bro…. Juri2 FFI mang gak ada yang punya taste kali (or haven’t brain? Hahaha) …
    inget aja kasus taon kmaren, masa film setolol ekskul bisa jadi best film…sutradara super duper gak berbakat ( n penjahat hak cipta gak tau diri) kayak nayato bisa menang best director….hellloooooooo….…

    padahal jelas2 scoring yg dicolong u/ film ekskul adalah scoring dari film2 terkenal, masa tuh juri2 yang katanya ‘berkelas’ bisa gak tau…kan ini jelas banget buktiin kalo juri2 ffi KURANG REFERENSI!! Jarang nonton film n Gak tau apa2 soal film aja sok2 an mo jadi juri!

    kurang goblok apa coba, padahal taon kmaren ada berbagi suami yg jelas2 jauuuuuuuh lebih pantes menang!

    Anyway, daripada nyolot gak jelas mendingan kita bikin nominasi2 yg pastinya lebih pantes..

    Seenggaknya nih nominasi2 yg paling pantes… IMHO

    Notes: Hanung Bramantyo with “kamulah satu-satunya” dan Rako Priyanto with “merah itu cinta” is the biggest disappoint person who got the nominee for FFI in this year…
    FFI Jury is so idiot :(

    BEST ACTORS:
    Fachry Albar (KALA)
    Deddy Mizwar (Naga Bonar jadi 2)
    Ario Bayu (KALA)
    Lim Kay Tong ( The Photograph)
    Nicholas Saputra (3 Hari untuk Selamanya)
    WINNER : Fachry Albar (KALA)

    BEST ACTREES:
    Julie Estelle (Selamanya)
    Dina Olivia (mengejar Mas2)
    Luna Maya (Jakarta Undercover)
    Shanty ( The Photograph)
    Adinia Wirasti (3 HUS)
    WINNER: Julie Estelle (Selamanya)

    BEST SUPPORTING ACTORS:
    Fachri Albar (Jakarta Undercover)
    Tio Pakusadewo ( Quickie Express )
    Arswendi Nasution (KALA)
    Jaja Miharja ( Get Married)
    Rudi Wowor (Quickie express)
    WINNER: Tio Pakusadewo ( Quickie Express )

    BEST SUPPORTING ACTREES:
    Iramaya Sopha ( Quickie Express )
    Shanty ( Maaf Saya menghamili istri anda)
    Fahrani (KALA)
    Elmayra sabreia (mengejar mas2)
    Meriam belina ( Get Married)
    WINNER: Iramaya Sopha ( Quickie Express )

    BEST FILMS:
    KALA
    Quickie Express
    Naga Bonar jadi 2
    The Photograph
    3 Hari untuk Selamanya
    WINNER: KALA

    Best Script:
    Joko Anwar (KALA)
    Joko Anwar (Quickie Express)
    Musfar Yasin (Naga Bonar jadi 2)
    Nan Achnas ( The Photograph)
    Musfar Yasin (Get Married)
    WINNER: Joko Anwar (KALA)

    BEST DIRECTORS:
    Joko Anwar (KALA)
    Dimas Djayadiningrat ( Quickie Express )
    Oddy C Harahap (Selamanya )
    Dedy Mizwar ( Naga Bonar Jadi 2 )
    Nan T achnas ( The photograph)
    WINNER: Joko Anwar (KALA)

    BEST CINEMATOGRAPHIES:
    Ipung Rahmat Syaiful (KALA)
    ( gw males nyebutin nominasin yg laen…yg jelas kalo sampe ipung gak menang brarti juri2 bener2 buta ;p

    BEST ARTS:
    The Photograph
    KALA
    Merah Itu Cinta
    3 hari untuk selamanya
    WINNER: Wenciclaus (KALA)

    BEST SOUNDS:
    Khikmawan Santosa (KALA)
    Idem…males nyebutin nominasi yg laen… sound KALA dahsyat banget euy… :)

    BEST MUSIC DIRECTORS:
    Aghi Narottama & Zekke Khaselli ( KALA)
    Speechless… blom pernah denger film indo dengan scoring2 film indo yg bisa bikin merinding se-dahsyat music2 di KALA…
    Devils son, no moon, the unthinkable, a human heart can repair, ada music di dalam, murder he wrote…. Gilaaaaaaaa……. Its AWESOME OST!

    Btw, kan dvd n OST KALA nya dah kluar bro…dah punya lum?
    Kalo dvd nya gak terlalu special sih…cuma ada special feature behind the scene (oooh…ternyata itu toh arti kata “KALA” yg sebenernya…baru tau gw :) ) n trailer…yaaa….secara gitu dvd bikinan indo, hehe…tapi kualitas gambarnya lumayan bagus kok… gak nyangka…gw kira bakal bobrok, secara lo tahu ndiri tone film KALA beda banget ma film2 lain…tapi ternyata gw salah…hehe… wajib koleksi lah pokoknya!

    Btw, lo lagi nonton naruto shippuden kan bro?
    Request dunk…kalo bisa NS di review juga diblog lo… ya emang NS Asli seru mampus!!!!
    tapi dvd nya baru nyampe chapter 30 ya? Bete…. Klamaan nunggu gw colongan baca komik nya aja… :)
    peace

  4. hARIs Says:

    wah…loe imajinatif bgt ampe bikin list loe sendiri,,,,,,salut deh

    and yes…gw dah beli DVD Kala. Akhirnya…..tapi gw sebenarnya rada kecewa, karena STD bgt. Coba distributirnya Ezy…pasti keren bgt…kayak DVD Berbagi Suami yang ciamik tenan. Soal OST. belum liat di toko kset disini sih….upload dunk OST.nya dan share ke gw…hehehehe

    Kalau Quikie sih..teman diMultiply gw udah nge-share…ntar gw donlot deh

    BTW, DVD Naruto Shippuuden udah sampe eps. 37 loh…..dan di Jepang sendiri baru disiarkan sampe eps. 41. So, still long way to go.

    Dan gw kayaknya engga bakal ngereview…secara ini film seri. Mungkin ntar kalau dah ntn Shippuuden the movie yang kok engga keluar2 dvdnya ya????

  5. aFiF Says:

    Ahahahahahahahaha akhirnyaaaaaaa……. Nonton juga film yg satu ini…fiuhhhh
    Kala, yang katanya Noirnya Indonesia. Terus terang rasa patriotisme/nasionalisme/cinta produk dalam negeri atau apalah namanya memaksa gw untuk berusaha menyukai film ini. Tapi dengan berat hati gw harus bilang Kala sama sekali tidak meninggalkan kesan di otak dan hati gw, walaupun dibilang ga suka juga ngga. It’s just OK movie for me.

    Kala bercerita tentang sebuah negara yg sedang berada di ambang kiamat, ada epidemi keterasingan yg mewabah di tengah masyarakatnya karena kebobrokan moral whatsoever. Keterasingan (alienation) adalah unsur yg menjadi pondasi utama film-film beraliran noir ataupun cyberpunk. Mungkin bedanya kalo noir sering bersetting di era 30-60an (walaupun ga selalu) sedang cyberpunk bersetting di masa depan, tapi benang merahnya selalu sama …..alienation.

    Nah…. aura keterasingan ini yg ga gw rasakan waktu nonton Kala…. a feeling of disconnected from others and you’re just all alone. Moodnya sama sekali ga dapet, I don’t feel disturbed at all. Gw ga merasa terhanyut dalam dunia ”Kala”, yg bikin gw lupa kalo itu sebenarnya cuman film. Yg ada gw malah sadar sepenuhnya kalo dunia ”Kala” itu hanyalah setting film belaka, everything is fake. Padahal, gw ini sebenarnya tipe orang yg gampang terhanyut oleh film2 semacam ini. Gw sampai ga menyelesaikan nonton Serial Experiment Lain ampe tamat, gara2 perasaan tersedot yg membuat gw extremely moody. Atau yg terakhir, anime dark-comedy yg judulnya ”Goodbye, Mr. Despair” ceritanya tentang seorang guru yg selalu pengen bunuh diri.Sumpah deh, hanya karena melihat artworknya saja, gw cuman bisa bertahan nonton satu episode. Seandainya gw lagi depresi waktu nonton, mungkin gw udah mengiris nadi gw hahahahahaha… :P . Wahahaha… kok semuanya anime sih.

    Back to KALA deh. Gw juga ga merasa connect en peduli ama tokoh2nya….ga ada pendalaman karakter. Aku ga melihat inner strugle dan konflik batin mereka, one dimensional characters, everything is plain and simple. Meski harus gw akui, fahri albar maennya bagus sebagai karakter yg kehilangan pegangan…..cuman ga tereksplorasi.

    Karakter Eros nampaknya ingin ditampilkan sebagai seorang dgn kegelisahan dan kontradiksi dalam dirinya. Tapi sayangnya sisi Eros tersebut kurang tersampaikan dengan baik. Yg tertinggal hanya imej Eros, sang polisi budiman yg kebetulan gay (heran deh, kayaknya ada aturan tidak tertulis di kalangan filmmaker indonesia bahwa film bagus itu harus memasukkan unsur gay di dalamnya). Sayang sekali, mengingat peranan Eros yg cukup krusial di bagian ending. Walhasil, endingnya jadi kurang nendang.

    Singkat kata gw merasa Kala itu seperti sinetron mistis yang menyamar menjadi film noir. (walaupun jelas 1000 x lebih baik drpd sinetron2 mistis itu). Menurut gw Janji Joni masih lebih bagus. BTW, gw ga merasa rugi menontonnya dan tetap salut ama Joko Anwar cs udah berani bikin film begini. Saran gw sih buat Joko Anwar, klo mo bikin film begini sebaiknya lebih memperhatikan detil2 kecil, hal2 yg nampaknya sepele dan ga penting tapi efektif untuk membangun karakter dan atmosfer film. Worth to watch lah menurut gw. Aneh aja kalo ga masuk nominasi FFI.
    Nilai 3,5/5

    Maaf banget kalo terkesan sok tahu. Padahal Gw mah kalo disuruh bikin film sekelas sinetron2 sampah itu, belum tentu bisa. Dan inget, ini cuma penilaian subyektif gw…

    BTW, udah pada nonton Lust, Caution nya Ang Lee ngga? Gw ngubrek2 mall belum dapet2. Penasaran, abis konon katanya adegan MLnya yahudd…hehehehehe :p

  6. hARIs Says:

    @aFiF

    Gk tahu juga ya. Pas aku ntn di bioskop, feel film terasa sangat OK sekali. Pas kali kedua aku ntn di DVD, entah mengapa aku merasakan yang sama dgn loe, hehehehehe

    “heran deh, kayaknya ada aturan tidak tertulis di kalangan filmmaker indonesia bahwa film bagus itu harus memasukkan unsur gay di dalamnya”

    Perasaan loe aja kali, hehehehe. Tapi perhatikan deh, kalau skripnya ditangani ama Bang Joko, pasti ada karakter Gay-nya. Emang napa? Loe merasa risih ya???

    Blm ntn Lust, Caution, secara bootlegnya belum ada yang ori. Kalau gw sih bukan karena adegan “mesum”-nya makanya pengen ntn, tapi karena Ang Lee-nya. Lagian gw kan bukan pervert kaya elo, hehehehe. Sory..just jocking buddy>>>>>>

  7. aFiF Says:

    Jadi kesimpulannya:

    Nonton KALA mesti harus di bioskop atau di TV super jumbo, baru dapat feelnya. Yach, gw ga ada koneksi org bioskop. Mo beli TV gede….bangkrut oiii … hehehehehehe.

    “Perasaan loe aja kali, hehehehe. Tapi perhatikan deh, kalau skripnya ditangani ama Bang Joko, pasti ada karakter Gay-nya. Emang napa? Loe merasa risih ya???”

    Lah…kenapa mesti risih? Klo si Eros tau2 keluar dr TV terus nyolek2 gw, baru deh gw risih (hahahaha….ngabur kalee)

    “Blm ntn Lust, Caution, secara bootlegnya belum ada yang ori. Kalau gw sih bukan karena adegan “mesum”-nya makanya pengen ntn, tapi karena Ang Lee-nya”

    Tapi tetap penasaran khan??? :p
    Ngomong2 adegan mesum….jadi inget adegannya Shanti-Fahri, soalnya rada2 canggung. Mungkin mereka takut jangan2 bakalan diuber-uber ama FFI eh FPI….wekekekekekeke

  8. APATIS VIAN Says:

    @afif n haris
    kalo mo nonton adegan ml doank mah mending skalian aja lo ntn bokep (gw punya tuh banyak…mo minjem? ;p

    bokep favorite gw “exalibur” n “pirates x” itu ML nya lebih dahsyat… :D
    trus yang terahir malah gw baru bli bokep yg melesetin “LOTR” …judulnya “lady of the ring”….agak menjijikan tapi…masa orc ML ma cewe cakep…hehehehe…

    walah…jadi ketauan dah bejatnya ..

    btw, ya ALLAH….gw lagi puasa skrg kok ngomongin bokep??????? tidaaaaaaaakkkkkkkk….

    “lust caution”bajakannya dah ada dimana2 tuh… tapi trus trang gw gak tertarik….

    pertama…tuh film genrenya drama,,,,gw males banget ntn drama…secara hidup gw aja dah berat…males nambahin2 beban hidup gw dengan nontonin penderitaan orang ;) (haha…genrelisis..paan sih ;p

    kedua… ang lee… gw trus trang gak suka film2 nya… kayaknya hollywood suka lebay banget kl nyangkut sutradara satu ni… wedding banquet, CTHD (stuju banget ma lo fif…hahahaha), brokeback aja mnurut gw STD banget…(maap ya bang haris yg penggemar beratnya ang lee, biz mang bener sih ;p

    tentang KALA, kayaknya gw gak beda jauh tuh…mau ntn di bioskop ato di dvd…dua2 nya sama2 MINDFUCK!!!

    malah waktu ntn di bioskop gw kasih grade 9…n stelah ntn 2x di dvd …gw kasih grade 10 out 10! sumpah…bener2 perfect!!!

    btw, smua flm indo ttg gay bagus….Nggak jugaaaaa kali…

    coklat stroberi, d’bijis, n merah itu cinta agak2 busuk…hehehe…

    yg bagus kan karna film2 bertema itu kbanyakan ditulis ma joko anwar yg notabenme gay…(haha….kok jadi gossip gini , tapi kayaknya mang iya ya? ;p

    btw lagi, ML nya fahri n shanti… dapet ah mnurut gw,,,,tapi sayang kurang berani…masa cuman foreplaynya duank yang dishoot… gak sampe telanjang2 sih…. (haha…ngarep abiz ;p

    PEACE

  9. Kevin Says:

    ah!si apatis vian ini terlalau meng over-rated kala…padahal seinget gw filmnya ga bagus-bagus banget…..
    yg lain juga….kala is the most overrated best picture ever….

    pemenang ffi menurut gw:
    -Film Terbaik:The Photograph(very humanist.FilM Kelas festival)
    -Sutradara Terbaik:NanT. Achnas(The Photograph-penyutradaraannya kuat banget)
    -Aktor Terbaik:Deddy Mizwar (Nagabonar jadi 2-tahu sendiri kan ,kenapa?)
    -Aktris Tebaik:Shanty(The Photograph-inget adengan nyanyi sambil nangisnya?itu jauuuuhhh lebih baik daripada teriakan gak jelas Julie Estelle di Selamanya)
    -Aktor Pendukung Terbaik:Winky Wiryawan(Badai Pasti Berlalu-pitch perfect!villainnya beneran kerasa)
    -Aktris Pendukung Terbaik:Meriam Bellina(Get Mrried-ada saatnya dimana veteran unggul)
    -Skenario Asli Terbaik:Anak-Anak Borobudur(Denias of the Year!)
    -Sinematografi Terbaik:Sidi Saleh(Merah Itu Cinta-gambar drema sequence ala film2nya Daren Aronofsky yg unik)
    -Penyuntingan Terbaik;Sastha Sunu(ThePhotograph-kreatif abis!Nuansanya ketangkep dengan editing lambat-nya)
    -Tata Artistik Terbaik:Men Fo(The Photograph-gila..ampe detail2 kayak debu ama kecoa juga masuk…salut deh)
    Tata Musik Terbaik:Float(3 Hari Untuk Selamanya-dapet banet feel filmnya)
    Tata Suara Terbaik:Satrio Budiono & Xavier Marsais(The Photograph-dahsyat!Suara kereta,sayup-sayup mesjid,dialognya jelas en ketangkep)

  10. aFiF Says:

    @Kevin

    “-Tata Artistik Terbaik:Men Fo(The Photograph-gila..ampe detail2 kayak debu ama kecoa juga masuk…salut deh)”

    “Tata Suara Terbaik:Satrio Budiono & Xavier Marsais(The Photograph-dahsyat!Suara kereta,sayup-sayup mesjid,dialognya jelas en ketangkep)”

    Sumpah nih…belum nonton sih the photograph. Itu dia tuh,…detil2 kecil yg sepele spt itu ga ada di “Kala” makanya terasa hampa.

  11. hARIs Says:

    @ kevin
    kayaknya The Photographnya nih yang dioverated-kan ama Kevin…hehehehe

    tapi tks ya??? jadi semangat mau ntn. Ntar di review deh kalau udah di tnton.

  12. APATIS VIAN Says:

    @ kevin

    huahahahahaha…lo ngatain gw nge-overated KALA… lo sendiri over-rated banget “the photograph”… ada apa ini?ada apa ini? ;p

    gw ngasih smua award itu ke KALA karena KALA emang bener2 brilian…n sampe sekarang blom pernah ntn film indonesia (kbtulan gw ngelahap hampir smua film indo) dengan kualitas yang superb seperti KALA…gila…semua elemen dlm KAla kayanya bener2 diperhitungin dengan mateng…
    n departemen yg terlibat bnr2 ber-kualitas n berbakat luar biasa..

    kayak ke-detil an film…
    coba lo tonton lagi deh KALA…kalo photograph punya “…Suara kereta,sayup-sayup mesjid..-whatever”

    lo dengerin di hampir setiap scene dalam ruangan di KALA, slalu kedengeran suara sirine polisi…n lo tau knapa? itu jelas banget joko berusaha nge-gambarin kalo dunia KALA bener2 brutal…kekacauan n kejahatan uda gak bisa di tolelir lagi… n masih banyak detil yg laen yg…ah…lo tntn aja lah sndiri…

    anyway, gw juga suka ma the photograph…n photograph mnurut ge salah satu film terbaik tahun ini SETELAH “KALA” tentunya…hehehe ;)

    @afif

    mungkin lo tinggal di kota yg aman dan tentram kali fif jadi lo gak bisa ngerasain dunia di KALA…

    dunia itu begitu nyata buat gw… bahkan dari mulai opening scene saat orang korban di bakar massa gara2 diteriakin maling…gw pernah ngalamin ngeliat langsung yang kayak gitu…(n kalo lo tinggal di kota yg tingkat kejahatannya kayak di jakarta itu udah jadi makanan sehari-hari lo)

    n gimana bisa gak pduli ma karakter2nya…

    janus jelas2 langsung mengundang empati waktu kita dikasih liat kehidupannya….diceein ma istrinya…disaat yg sama harus di kluarin dari kerjaannya… n lebih parahnya dia harus terlibat ke labirin konspirasi yg sebenernya ia gak tau itu apa…

    sari…istri opurtunis yg disatu sisi dia harus menjebak janus demi ngedapetin duit n disisi yg lain dia sebenernya masih cinta dgn janus…

    karakter eros…ehm..gak usah di ceritain kali ye..ntar malah spoiler…

    KALA is PERFECTO…. terserah lah orang mo bilang apa…emang gw pikirin …yg jelas KALA adalah film indo terbaik yg pernah dibuat…at least sampe detik ini…

    PEACE

  13. APATIS VIAN Says:

    @all

    tambahan lagi…buat orang2 yang masih blom melek kalo KALA tuh keren abis… nih gw copy-in comment2 smua media yang dah ntn ….

    KALA Reviews
    Thursday, April 19, 2007

    “Ground-breaking, intelligent and stylish mix of suspense, mythology and political allegory. Visual triumph mixed with allegorical brilliance! A film of historical significance, a meaningful contribution to Indonesian cinema! ”
    — The Jakarta Post

    “Unik dan mengejutkan! Penuh perhitungan dan pemikiran!”
    — TEMPO

    “KALA, dengan memadukan penceritaan yang kuat dan keunggulan visual, mengembalikan arti menonton sebuah film.”
    — Media Indonesia

    “Kreatif… artistik dan menghanyutkan!”
    — indosinema.com

    “Sangat menarik! Menyegarkan mata!”
    — Ruang Film

    “Satu gebrakan dalam sejarah perfilman Indonesia!”
    — Koran SINDO

    “Beautifully crafted! Joko Anwar layak menyandang gelar master of storytelling!”
    — MAXIM

    “Layak mendapat acungan jempol!”
    — detik.com

    “Sinematografi yang apik. Berani beda!”
    — KOMPAS

    BLOG REVIEWS:

    “Menerobos kebuntuan estetika film Indonesia selama ini… Istimewa… menghasilkan ketercengangan!”
    — Eric Sasono

    “Dongeng yang mencengangkan!”
    — Rocnroll

    “Terobosan baru!”
    — Windu Radityo

    “KALA adalah lompatan yang tinggi!”
    — Is Mujiarso

    “Recommended! Jarang ada sineas Indonesia yang bisa buat film bagus kayak gini!”
    — didut

    “Highly recommended! Joko Anwar sekali lagi telah menunjukkan keahliannya!”
    — Budi at loenpia

    “EXCELLENT! …sets the bar a little bit higher untuk sebuah standar perfilman Indonesia!”
    — ahmaddendi

    “… Cantik Nyaris tanpa cela!”
    — actualchaos

    “… luar biasa memorable dan nggak bisa dilupakan!”
    — nggacor

    “Ceritanya bagus sekali. Unbelievable. Gwe pikir kalau marketingnya serius, bisa tuh film Kala masuk Cannes atau Oscar sekalian. Sayang gwe ndak denger gaung film Kala dimana-mana, ndak seperti Nagabonar (jadi) 2″
    — adhaven

    Posted by Joko Anwar 1:23 AM 8 comments

    Labels: aftermath, reviews

    see?

    pernah liat film indo di kasih komen yg 100% stuju kalo KALA bagus banget…?

    PEACE
    http://deadtimethemovie.blogspot.com/search/label/aftermath

  14. aFiF Says:

    “”lo dengerin di hampir setiap scene dalam ruangan di KALA, slalu kedengeran suara sirine polisi…n lo tau knapa? itu jelas banget joko berusaha nge-gambarin kalo dunia KALA bener2 brutal…kekacauan n kejahatan uda gak bisa di tolelir lagi… n masih banyak detil yg laen yg…ah…lo tntn aja lah sndiri…”"

    Selalu kedengaran suara sirine polisi? Hmmmm….kok rada kontras dgn jalanannya yg justru cenderung sepi, ga banyak kendaraan.

  15. Kevin Says:

    begini mas….kalo dengan bukti seabrek kayak commment2 dari blog2 di atas bukannya menambah kesan bahwa Kala adalah film yang over-rated^^

    Sebaliknya gw rasa The Photograph adalah film yg underrated.Gw pernah baca di blog punya sapa gitu katanya film ini “gak wajar,terlalu sedikit dialog,dan cum a mengandalkan kemamupan akting pemainnya saja”

    Kita gak usah jauh-jauh liat deh,selain gagal di nominasi ffi,ffb yang notabene nominasinya lebih bagus aja kala cuma depet 2 nominasi. MIMA cuma sekitar 3-4 nominasi.

    Dan kalau anda perhatikan, kritikus kocak seperti di catatansipil.blogspot.com pun ogah memberi nilai bagus-bagus buat Kala.Dan di Imdb ada beberapa orang yang gak suka dengan kala(udah cek blom page-nya?Udah ada gambarnya lagi)

    Sebenernya ,Kala adalah film yang sangat subjektif buat diikuti.Banyak sih orang ynag langsung “panas” kupingnya begitu denger film kedua Joko Anwar dapet 4 1/2 bintang. Antara mungkin gara-gara sebel ngeliat anak emas Kalyana shira ini dipuji-puji terus sama SI(tapi kayaknya itu gak terjadi ama Quickie Express.)Ada juga yang iri ,penyuka kancut,atau mungkin cari gara-garaa aja.Tapi review SI,harus diakui emang jadi acuan bagi media-media di Indonesia.Bias dibilang SI is Indonesian Leading Movie Reviewer(makanya saya menyesalkan beberapa reviewnya yang masih subjektif,contohnya review MSMIA)gak ada salahnya toh saya meng-overrated film yang under-rated kayak The Photograph?He5 ^^

    Nah,cukup sampai sini aja deh “tanding” banyaknya pendukung.Sebab gw gak mau ini jadi perdebatan gak ada ujungnya yang sebernya lebih ke preference selrea masing-masing.

    P.S.:gak ada salahnya toh saya meng-overrated film yang under-rated kayak The Photograph?He5 ^^

    Gitu aja deh,
    GBU

  16. hARIs Says:

    gini aja
    seperti sesuatu yang memang menjadi prinsip aku, pengalaman menonton film itu kan berbeda untuk masing2 orang…so, mari saling menghargai aja

    setiap org berhak untuk mengoverated atau mengdespise film2 yang disukainya.

  17. aFiF Says:

    setuju sekali ama mas haris…

    Anyway, sebenarnya di awal film, Kala begitu menjanjikan. Tapi begitu banyak turn off di film ini. And the biggest turn-off nya Kala buat gw, waktu si Fahri ngeliat berita lewat tipi2 yg ada di display toko….waduh basi banget dah. Pikiranku langsung melayang ke film Ekskul yg kebetulan juga makai adegan yg sama.

    Just my rant…ga usah dipikirin.. OK

  18. APATIS VIAN Says:

    @afif:

    “Anyway, sebenarnya di awal film, Kala begitu menjanjikan. Tapi begitu banyak turn off di film ini. And the biggest turn-off nya Kala buat gw,
    waktu si Fahri ngeliat berita lewat tipi2 yg ada di display toko….waduh basi banget dah. Pikiranku langsung melayang ke film Ekskul yg kebetulan juga makai adegan yg sama…”

    afif gw gak kbayang ntn film kayak starwars, lotr, ato king kong bareng sama lo…

    lo se bawel ini gak ya kalo ntn film2 itu? hehe…

    gak kbayang gw..

    starwars:
    afif: ” loh kan di galaxy far-far away… kok bisa2 nya mereka smua berdialog bahasa inggris,”

    gw: “namanya juga pelem!”
    afif: ” loh kan di luar angkasa kok bisa2nya suara tembakan antar pesawat itu kedengeran ..kan kedap suara?”

    gw: “capsus!!!”

    LOTR:
    afif: ” wah… kok panah nya legolas gak abis2 ya..? padahal dia dah make tuh panah ratusan biji… n knapa juga tuh panah posisi nya brubah2 mulu,”

    gw: “…”

    kingkong:
    afif: ” najis… gimana bisa di setting dimana kota2 udah penuh begemerlapan dengan cahaya lampu masih ada pulau yang masih ada dinodaurusnya…,”

    gw: (bersiap bunuh diri)

    just intermezo… balik ke KALA…

    justru toko tv adalah tempat yang paling sempurna u/ janus memeantau perkembangan berita… secara mungkin di taon itu tv masih bukan banrang mass yang ada dimana2… ato mungkin lo lebih mmilih janus ngliat tuh berita waktu dia lagi nonton tipi sambil makan bakso di warung pinggir jalan…?

    lagipula…weven joko bikin janus ngliat berita by: koran pun lo pasti tetep akan protes… ejaan nya lah… gambarnya lah…bla..bla..bla…

    n ttg yang:
    “Selalu kedengaran suara sirine polisi? Hmmmm….kok rada kontras dgn jalanannya yg justru cenderung sepi, ga banyak kendaraan.”

    setting KALA hampir 80% malem… n kalo gw bukan pelacur ato perampok, gw juga gak bakal sudi keliaran di daerah yang lagi rawan2 nya kayak gitu malem2…

    tapi kalo gw pelacur… gw so pasti berkeliaran donk… (wah… kok jadi ngelantur…

    sudahlah..

    PEACE.. :)

  19. aFiF Says:

    @vian

    pas lg mkn bakso?klo gw bilang mah,justru lebih bagus gitu.

    damn keyboard!

  20. aFiF Says:

    Udah nonton The Photograph. Kesan gw “ga percaya klo ini film Indonesia,…apalagi ternyata besutan sutradara yg bikin Pasir Berbisik yg pretensius itu”. Gw juga meng-overratedkan The Photograph ahhh.

  21. APATIS VIAN Says:

    @afif:

    Yayayaya… emang the photograph salah satu film indo yang terbaik tahun 2007… walaupun ikalo dari segi kepuasan menonton gw… gw tetep prefer KALA n quickie express.. baru kemudian the photograph…

    “… gak percaya kalo dibuat oleh orang indonesia”

    Emang gak semuanya orang indo kale… lo liat kan opening title nya… banyak banget berderet ditampilin nama2 invetor dari luar negri!!!

    Emang ironis banget… untuk buat film yang ‘nyeni’ n gak mainstream kayak gini sutradra harus rela jauh2 minta bantuan ke luar negri dan bukan ke pemerintah kita (halah… gaya banget gw ;p

    Ya…tapi harus diakui kalo imho kekurangan film ini adalah ceritanya yang ‘sangat tipis’… gw pikir nan.t achnas cuma se sumbar doang bikin scenario film ini dalam kurun 3 tahun lebih ( walah… satu kalimat per hari, buu ? ;p) kalo ngeliat ceritanya yang asli tipis n kurang greget ( secara buat konsumsi bangsa Indonesia kali ya… orang indo kan males mikir ;p )

    N obsesi lim kay tong yang diwujudkan dalam 3 foto gw rasa juga kurang banget… ya elah mas gitu doang eksekusi nya?
    Apalagi revealed jati diri n keluarga lim kay tong, terasa sangat biasa n mnurut gw jauh dari kesan kelam (coba nan achnas ntn vengeance trilogy nya PCW dulu sblm bikin background untuk karakter lim kay tong… pasti lebih cihuy…Hehehe…

    Tapi shanty n lim kay tong chemistry nya emang dapet banget… biarpun u/ lim kay tong..gw gak yakin dia acting apa emang beneran ringkih kayak gitu aslinya.. ;)

    Trus adegan yang paling memorable buat gw justru pada saat casting fotografer baru (banyak yang bilang out-of-pace ) tapi justru scene itu yg mencuri hati gw… penampilan Nicholas saputra ( 3 kata: Oh..My..GOD ;D ) n indra bekti juga dapet banget… :)

    Yg patutt diberi acungan 4 jempol adalah cinematographi nya… wuiiiiiih…beautiful!! I really LOVE a cinematic movie!!!

    Salah satu yg terbaik yg pernah ada di film indo (biarpun kalo dibandingin ama KALA, KALA tetep the best , huehehe)…

    Btw, kan nih film emang ditujuin untuk fetival2 ya… tapi kok blom kedengeranm gaung nya ampe sekarang ya???? Hehe… KALA seenggak nya biarpun gak sukses secara komersil ( DAMN U MD!) tapi sukses wara-wiri di ajang internasional… nah … what happened with the photograph????masa jeblok dua2 nya, piye toh?

    Terlepas dari kekurangannya photograph is one of great indo movie!!!
    The Photograph : my grade : 4 out 5

    Bang haris katanya mo nge-review… mana? (hehe.. nagih ;p )

  22. APATIS VIAN Says:

    btw, bloopers…

    dikalimat terahir di sinopsis cover dvd nya ditulis “… diwujudkan dalam TOGA foto..”

    huahahaha… indonesia…indonesia…. :)

  23. hARIs Says:

    guys….belum sempat ntn The Photograpnya

    kemarin sempat beli DVDnya…tapi engga bisa diplay gitu…

    pas ditukar..kejadiannya sama…makanya rada2 malas mau beli lagi

  24. APATIS VIAN Says:

    dvd nya bajakan kale…

    (huehehehe… soalnya di abang2 penjual dvd … banyak tuh bajakannya … gw kira film indo gak bakalan dibajak… ternyata… haha…ironis seklai.. :)

    btw, gak nyesel lah even gak bisa disetel.. soalnya gambar di belakang cover nya itu loh… so beautiful!!!!!

  25. aFiF Says:

    @apatis vian

    “”Emang gak semuanya orang indo kale… lo liat kan opening title nya… banyak banget berderet ditampilin nama2 invetor dari luar negri!!!
    Emang ironis banget… untuk buat film yang ‘nyeni’ n gak mainstream kayak gini sutradra harus rela jauh2 minta bantuan ke luar negri dan bukan ke pemerintah kita (halah… gaya banget gw ;p “”

    Orang luar khan cuma bertindak sebagai penyandang dana, tapi tidak terlibat dari segi produksi (perkecualian nyuci filmnya kali yach (lupa istilahnya paan), yg sampe sekarang endonesia belum mampu….kecian deh endonesia). Ngarepin pemerintah? Udah abis buat studi banding …hahahaha

    “”Ya…tapi harus diakui kalo imho kekurangan film ini adalah ceritanya yang ‘sangat tipis’… gw pikir nan.t achnas cuma se sumbar doang bikin scenario film ini dalam kurun 3 tahun lebih ( walah… satu kalimat per hari, buu ? ;p) kalo ngeliat ceritanya yang asli tipis n kurang greget ( secara buat konsumsi bangsa Indonesia kali ya… orang indo kan males mikir ;p )
    N obsesi lim kay tong yang diwujudkan dalam 3 foto gw rasa juga kurang banget… ya elah mas gitu doang eksekusi nya?
    Apalagi revealed jati diri n keluarga lim kay tong, terasa sangat biasa n mnurut gw jauh dari kesan kelam (coba nan achnas ntn vengeance trilogy nya PCW dulu sblm bikin background untuk karakter lim kay tong… pasti lebih cihuy…Hehehe…”"

    Cerita yg sangat tipis? Hmmm….emang sih dr segi cerita tidak banyak yg bisa disampaikan. Tapi klo soal skenario gw ga setuju klo dibilang lemah. Elo khan ngenilainya cuman karena minimnya perkataan lisan, padahal skenario khan ga melulu omongan …gimana bahasa tubuh, tindak tanduk, situasi, dsb itu khan juga bagian dari skenario. Gw setuju banget kalo ada yg bilang film ini lebih banyak menggunakan bahasa visual ketimbang lisan….tersirat ketimbang tersurat, dan emang itu udah tuntutan karakternya. Sama juga kayak film Cast Away,….ga mungkin khan banyak omong?
    Apalagi elo bandingin ama Vengeance Trilogy. Nonton lagi deh Sympathy for Mr Vengeance. Itu film khan juga minim dialog….lagian chara development nya juga agak melemah di paruh akhir. Peralihan karakter sentral dr si rambut ijo ke si bapak menurutku tanggung en kurang smooth (ini yg gw sayangkan, coba karakter sentralnya tetap fokus ke rambut ijo). Gw pribadi suka sih Mr. Vengeance, tapi eksekusinya kurang mantap. Kalo menurut gw seeh… The Photograph kalo dibandingin ama Mr. Vengeance masih bagusan The Photograph.
    Contoh lain…elo pernah baca novel “The Heart is a Lonely Hunter”….80% isinya nyeritain jalan pikiran, pandangan, kekecewaan, keputusasaan, pokoknya isi kepala dari karakter2nya. Ceritanya sendiri….nyaris ga ada (udah ada filmnya nih…tapi gw belum pernah nonton….film jadul sih). Menuangkan novel spt ini ke dalam film, gw pikir hanya bisa lewat bahasa visual, karena ga mungkin khan sepanjang film dikasih narasi.
    Back to masalah “cerita yg tipis”. Klo gitu…film brilian macam “Lost in Translation” juga bakalan elo bilang ceritanya tipis. LIT malah bisa dibilang ga ada ceritanya khan?
    BTW, sama kayak elo….. gw juga kurang sreg ma hajatnya pak Johan sebelum mati…entah kenapa ada yg ga klop.

    Tapi shanty n lim kay tong chemistry nya emang dapet banget… biarpun u/ lim kay tong..gw gak yakin dia acting apa emang beneran ringkih kayak gitu aslinya.. ;) “”
    Setuju!!!!!

    “”Trus adegan yang paling memorable buat gw justru pada saat casting fotografer baru (banyak yang bilang out-of-pace ) tapi justru scene itu yg mencuri hati gw… penampilan Nicholas saputra ( 3 kata: Oh..My..GOD ;D ) n indra bekti juga dapet banget… :)”"

    Out of place emang…tapi masih gw maapin. OMG juga lah buat niko

    “”Yg patutt diberi acungan 4 jempol adalah cinematographi nya… wuiiiiiih…beautiful!! I really LOVE a cinematic movie!!!”"

    “”Salah satu yg terbaik yg pernah ada di film indo (biarpun kalo dibandingin ama KALA, KALA tetep the best , huehehe)…”"

    Hahahaha…sudut pandang kita kayaknya bertolak belakang. Kalo elo lebih meliat the bigger picture, kalo gw lebih ngeliat ke detil2 kecilnya. Sinematografi and artistik The Photograph itu kaya akan detil-detil kecil dan penuh sentuhan. Hal yg ga kutemui di KALA, jujur nih sinematografi KALA di beberapa bagian, rada2 over the top kayak di bagian ending….KUNING semua….ga tahan sayah.

    “”Btw, kan nih film emang ditujuin untuk fetival2 ya… tapi kok blom kedengeranm gaung nya ampe sekarang ya???? Hehe… KALA seenggak nya biarpun gak sukses secara komersil ( DAMN U MD!) tapi sukses wara-wiri di ajang internasional… nah … what happened with the photograph????masa jeblok dua2 nya, piye toh? “”

    Skenarionya khan udah pernah menang….lupa dimana. Googling dah….

    Hayahh…susah amat ngasih komen disinii..dr kemaren gagal mulu.

    @haris

    DVD playernya minta ganti yg baru tuh :)
    Gw sih kemaren kebetulan nyewa VCD orig. Beli orignya aja…mas haris…sekalian lah. rugi kalo dilewatkan.

  26. hARIs Says:

    @ AHMAD
    sori ya…….untuk INO..gw selalu beli DVD ORI>>>>>HARAP DICATAT…orang belinya di Disc Tarra tuh….trus gw ganti aja ama DVD Merah Itu Cinta

    @ Afif
    dvd playernya memang kayaknya mau diganti

  27. APATIS VIAN Says:

    huahahahaha……ngambek nih ye… :)

    udah gitu doang…

    peace

    btw, kayaknya pilihan yang agak salah tuh nuker film keren kek photograph ma film-art-wannabe kek MIC… hehe..imho loh…

  28. hARIs Says:

    engga salah..puas juga kok…walau memang ada beberapa catatan kecil

Leave a Reply