‘EASTERN PROMISES’: A Tale of the Dark Side of Humanity
Release Date: 21 September 2007 (USA)
Trailer. Love it or hate it! Trailer adalah sarana yang tepat untuk mempromosikan sebuah film. provokatif dan seduktif. Orang memutuskan akan menonton sebuah film biasanya memang berdasarkan empatinya setelah menyaksikan sebuah trailer. Kadang-kadang trailer begitu provokatif, sehingga melencengkan sebuah film dengan memperomosikannya dalam arah yang berbeda, sehingga menimbulkan ekspektasi yang salah. Trailer film David Cronenberg, ‘Eastern Promises’, bisa digolongkan pada bagian tersebut, seolah-olah memperlihatkan film sebagai sebuah aksi-thriller yang penuh dengan laga-aksi. Well, thanks to the trailer I’m afraid I watched it with the wrong expectation!
Film dibuka dengan adegan yang cukup sadis, mengingatkan jika film akan mengambil rute yang sama menjelang keseluruhan film. Kemudian kita dikenalkan dengan Anna Khitrova (Naomi Watts), seorang bidan di London yang membantu persalinan seorang perempuan muda. Sayang, sang perempuan tewas, meninggalkan seorang bayi dan buku harian. Dalam upayanya mencari keluarga sang bayi, ia berusaha menerjemahkan isi buku harian yang berbahasa Rusia (Walau berdarah Rusia, namun Anna besar di Inggris, sehingga tidak menguasai bahasa ibunya tersebut). Ini menyebabkan ia berkenalan dengan Semyon (Armin Mueller-Stahl), seorang pemilik restoran Rusia.
Yang Anna tidak ketahui adalah Semyon sebenarnya pimpinan sebuah kelompok Mafia dan isi buku harian tersebut mengancam eksistensi Semyon. Lantas, Semyon menugaskan Nikolai (Viggo Mortensen), tangan kanan anak laki-lakinya yang telengas, Kiril (Vincent Cassel) untuk mengurus masalah ini. Nikolai sendiri tampaknya mempunyai agenda tersendiri dan hubungannya dengan Anna berkembang dalam arah yang tak terduga.
Setelah menyaksikan ‘Eastern Promises’ secara keseluruhan, barulah kita sadar, bahwasannya Cronenberg sama sekali tidak menginginkan filmnya menjadi sebuah thriller tegang atau penuh intrik ala trilogi Godfather. sebaliknya, ia hanya ingin membuat sebuah film drama tentang hubungan antar manusia dengan latar belakang kekerasan didalamnya. Setidaknya itulah yang saya tangkap.
Ini membuat ‘Eastern Promises’ kering adegan aksi, walau tetap tersedia porsinya. Film berbicara dalam struktur drama murni dan Cronenberg, yang mantan sutradara film horor ini, dengan impresif mengemasnya dalam tempo yang tidak meledak-ledak, melainkan berjalan perlahan akan tetapi lancar bergerak. Tingkat kesadisan dalam film ini lumayan tinggi, namun dengan pendekatan yang dilakukan Cronenberg tadi, seakan-akan kekerasan tadi memang diperlukan untuk menggambarkan cerita yang ingin disampaikannya tadi (tunggu adegan perkelahian Mortensen di sebuah sauna dengan bertelanjang bulat!).
Viggo Mortensen sendiri dengan gemilang mentranformasikan dirinya menjadi seorang gangster Rusia. Pada awalnya karakter yang dimainkanya terasa gelap seperti warna hitam hingga kemudian bergradasi menjadi abu-abu, sesuai dengan motif sebenarnya. Naomi Watts sendiri rasanya memang bisa diandalkan dalam adegan-adegan yang memerlukan intensitas emosional seperti ini.
OK. Mungkin pada awalnya saya tertipu oleh trailernya. Namun, pada akhirnya saya merasa tidak tertipu dengan hasil akhir film ini. Walaupun kemudian arah ekspektasi saya bergerak kedalam arah yang berbeda, namun secara lebih positif, saya bisa mengatakan jika ‘Eastern Promises’ adalah salah satu film drama terbaik untuk tahun 2007.
January 27th, 2008 at 9:47 pm
AAAAAARRRRGGGGHHH… nyari2 dvd nya gak dapet2!!!!!padahal penasaran abessss…. dah dua orang yang masukin nih film ke top list 2007 nya……
nyari lagi ah…
January 28th, 2008 at 5:59 pm
cari trus……sampe dapat…hahahaha
but…hopefully…jangan kecewa ya kalau engga sama dengan ekspektasi loe
January 28th, 2008 at 9:20 pm
haha…siap!!!
btw, kalo mo yg action banget ntn “hot fuzz” aja bro (highly recomended…so briliant n best action movie ever imho)
ato kalo gak filmnya clive owen “shoot em up”…dah ntn blom? keren abis… hampir 95% scene.. action smua.. n highly-entertaining
January 29th, 2008 at 6:42 am
Udah nonton DVDnya…cuman gitu deh..dpt bajakan yg ga jelas. Dr bioskop…udah gitu subtitlenya ancur.
Jd selama nonton, gw kurang nikmatin, terlalu konsentrasi ngedengerin orang kumur2.
Klo dlm kondisi normal…gw yakin gw bakal suka.
Rada kapok beli bajakan film Hollywood, beda ama film asia yg kebanyakan kualitas dan subtitlenya bagus.
Boleh nanya ngga mas Haris:
AWASSSS SPOILER……..
1. Tu bayi anaknya si Kirril, atau bapaknya Kirril? (gw nangkapnya sih anak bapaknya Kirril)
2. Nikolai itu diangkat jd anggota buat gantiin posisi Kirril biar ga dibunuh? Bener ga sih?
February 1st, 2008 at 4:26 am
SPOILERRRRRR
1. benar..itu anak semyon..bapaknya kiril
2. benar juga…hahahaha
BTW..kalau beli bajakan itu harus agak milih2…kalau yang berpengalaman kayak saya,,,,,,boleh tahan la…hahahahaa
February 2nd, 2008 at 1:53 am
tips membeli bajakan yang bermutu:
1. cari penjual dvd nya (yaaaaaiyaaaalaaaah…abes? ;p
2. kalo bisa cari yang cakep, supaya semangat nyarinya ;p
3. ini yang terpenting… tanya:” mas, ini dvd nya udah ORI blom????”
4. kasih anceman : “mas/mbak… pokoknya kalo nih dvd jelek gw gak peduli… lo harus kembaliin duit gw…”
nah begitu tips dari gw… keliatannya sih gak berguna..tapi boleh lah dicoba…
February 2nd, 2008 at 4:40 pm
Arigatou gozaimasu buat tipsnya…tp susah sih ngecek DVD di tempat gw suka nyari…ributnya minta ampun!!!
February 4th, 2008 at 3:37 am
@afif
usaha-usaha…hehehehee