‘CJ7′: Stephen Chow’s Attempt on Sci-fi? Nah!!!
Release Date: 31 Januar1 2008 (HONG KONG)

Bertahun lalu, tepatnya di era 90-an, siapa yang
menyangsikan kesaktian Stephen Chow sebagai komedian. Kini, di abad 21, dengan
trek dua film yang terakhirnya yang impresif, ‘Shaolin Soccer’ dan ‘Kungfu
Hustle’, siapa pula yang meragukan kemampuannya sebagai sutradara dengan
kemampuan bercerita yang jenial.
berhembus, ekspektasi langsung membumbung tinggi. Sehingga, saat mendengar pula
ia akan berpaling dari sub-genre Kungfu dan memilih fiksi-ilmiah, rasa penasaran
pun bertambah besar. Yang menjadi permasalahan, bagaimana fiksi-ilmiah ya jika
berada di tangan Mr. Chow?
Ceritanya sederhana saja. Dicky (Xu Jiao)
adalah siswa sebuah Sekolah Dasar untuk kalangan atas. Masalahnya Dicky hanya
anak seorang buruh bangunan bernama Ti (Stephen Chow). Ti tidak menginginkan
Dicky menjadi sepertinya, sehingga berkeras agar Dicky memperoleh pendidikan
yang lebih baik. Hanya saja menjadi orang yang satu-satunya miskin disekelompok
anak-anak kalangan borjuis adalah sebuah siksaan bagi Dicky, sehingga ia nyaris
tidak mempunyai teman. Namun, ia sangat menghormati ayahnya, sehingga selalu
menuruti keinginan sang ayah.
Sebagai seorang outsider tentu saja
merupakan kondisi yang tidak menyenangkan, apalagi dengan kondisi ekonominya
membatasi Dicky untuk mengakses permainan baru selayaknya anak-anak yang lain.
Nasibnya mujur saat sang ayah membawa pulang sebentuk bola dari tempat sampah
yang ternyata adalah sosok alien yang lucu berkarakteristik mirip anjing. Dicky
menamainya CJ7. Pada mulanya Dicky mengira CJ7 mempunyai kekuatan super yang
akan menolongnya dari segala kesulitan. Namun, ternyata keadaan tidaklah
segampang itu. Ambisi Dicky dengan CJ7 justru mengancam keharmonisan hubungan
dirinya dengan sang Ayah.
Trade-mark Chow masih melekat kuat di
film terbarunya ini. Adegan komedik yang non-sense dan komikal masih tetap
dipakai. Hanya saja, kali ini Chow lebih menekankan pada unsur drama dan sedikit
fantasi. Pada mulanya saya mengira Chow akan mengarahkan filmnya menjadi
mirip-mirip ‘ET’ misalnya. Namun, ternyata Chow memilih pendekatan yang berbeda.
Beberapa adegan homage yang menjadi ciri khasnya tetap ada, namun secara
keseluruhan filmnya lebih menekankan pada struktur drama tadi.
Jadi bagi
yang mengharapkan adegan-adegan konyol atau fantastis ala Chow akan merasa
kecewa, karena film tidak memberi banyak kelegaan untuk itu. Namun, dari segi
bercerita, Chow mengalami peningkatan yang pesat, karena ia bisa menggambarkan
adegan yang mengundangn airmata dan tawa penonton dalam satu frame yang
bersamaan. Hanya seorang yang benar-benar berbakat saja mampu untuk melakukan
hal seperti itu.
Hanya saja kemudian, adegan komedinya malah terasa
sekunder dari keseluruhan bagian cerita kalau tidak mau dibilang tempelan,
sehingga terkadang terkesan tidak penting, karena memang Chow sangat memfokuskan
unsur drama tadi, terutama dalam dinamika hubungan antara Ti dan Dicky sebagai
ayah dan anak. chow benar-benar menguras perhatiannya untuk membangun suasana
yang mendukung, sehingga mengundang empati yang besar dari penontonnya. Dan ia
berhasil untuk itu.
Xu Jiao sendiri berhasil mencuri perhatian dengan
aktingnya yang mumpuni. Baik dalam adegan drama atai komediknya, ia dengan
gemilang mengimbangi Chow. sementara untuk pemanis, kali ini Chow memasang si
cantik Kitty zhang sebagai love interest karakter yang dimainkan oleh
chow. Sayangnya ini tidak dikembangkan lagi oleh Chow, sehingga penampilan Kitty
terkadang terasa mubazir.
Walau film ini memang tidak segemilang dua film
sebelumnya, ‘CJ7′ jelas adalah upaya seorang Stephen Chow untuk menghadirkan
sebuah film yang bisa dinikmati oleh semua anggota keluarga. Sebuah drama dengan
bumbu-bumbu fantasi dan komedi. Stephen Chow jelas-jelas adalah seorang
entertainer yang mengerti dengan apa yang ingin dilakukannya.
Ngomong-ngomong fiksi-ilmiah, rasanya label tersebut kurang cocok
dilekatkan pada film ini. Kecuali kalau ada anjing luar angkasa yang cerdas
disebut dengan sebuah fiksi yang ilmiah, yang mungkin saja bisa begitu.
February 20th, 2008 at 9:38 pm
“Walau film ini memang tidak segemilang dua film sebelumnya…”
ya, banget… kecewa abis pas slesai ntn karna dibawah ekspektasii gw banget…
kayanya stephen chow mao-gak-mao ya bikin ni film?
smuanya kayak dibikin asal jadi dan gak penuh perhitungan kayak kungfu hustle n shaolin soccer…
bahkan asal-usul dang alien aja sama skali gak di explore sampe ending… padahal gw ngarepin adanya penjelasan…
tapi actingnya si xu jiao bener2 stealing banget….kayanya bakal jadi aktor gede tuh orang nantinya
overall, film ni hugely entertaining imho.. tapi ya..gitu doang..hehe..
stephen chow is strikes back..but in WEAKER power!!!
my grade: 3 out 5
February 21st, 2008 at 5:05 am
yah……but still….he’s one of chinese fine director