‘CLAUDIA/JASMINE’: Romantisme Perempuan dalam Mencari Cinta
Release Date: 21 Februari 2008

Sebelum saya kenal Ebert, Travers dan Berardinelli, semasa saya masih menjadi
penonton berseragam sekolah, nama Yan Widjaya sebagai seorang komentator film
adalah andalan saya sebelum memutuskan untuk menyaksikan film. Sayangnya, kini
Pak Yan seakan menghilang dan otak saya juga sudah terkontaminasi oleh nama-nama
asing tadi, sehingga tidak pernah lagi menyaksikan film berdasarkan komentarnya
yang saya anggap bernas dan informatif itu.
Pada saat saya melihat
poster film Awi Suryadi yang berjudul ‘Claudia/Jasmine’ ini mencantumkan
komentar Pak Yan, maka niat saya untuk menyaksikan film ini menjadi besar.
Padahal sebelumnya film ini tidak masuk kedalam daftar film yang harus saya
tonton di bioskop. Untuk lebih jelasnya, biarlah saya cantumkan kutipan komentar
Pak Yan Widjaya berikut ini:
"Kinar dan Kirana hot, romantis dan kocak
abiies dalam skenario dan film jempolan". Hm..Ok!
Tentu saja saya
menyadari jika ini adalah salah satu trik dagang dari produsennya, sehingga saya
kemudian menontonnya dengan ekspektasi yang serendah-rendahnya. Adegan dibuka
secara simultan yang menggambarkan awal hari dua orang perempuan, Claudia
(Kirana Lasarasti, Perempuan Punya Cerita) yang masih duduk dibangku SMU
dan Jasmine (Kinaryosih, Mendadak Dangdut) yang berusia diakhir dua
puluhan. Adegan terasa dinamis dan mengundang perhatian. Apalagi ada
gimmick komedi yang cukup segar didalamnya. Mulai dari sini ekspektasi
saya menambah sedikit.
Selanjutnya diperkenalkan karakter kedua
perempuan secara bertahap, hingga kemudian konflik masuk saat Claudia bertemu
dengan cinta pertamanya, Tody (Andhika Pratama, The Butterfly) dan
Jasmine bertemu dengan Jerry (Nino Fernandez, Cokelat Strberi), yang
diharapkan sebagai cinta terakhirnya.
Ringan. Itulah kesan pertama saya
setelah menyaksikan filmnya secara utuh. Menghibur. Itulah kesan kedua saya.
Tapi tetap berisi. Itulah yang menjadi kesan terakhir saya. Cerita yang
ditawarkan oleh Awi Suryadi sebagai penulis dan pengarah film sebenarnya sangat
tipis dan sederhana dan bisa saja berakhir sebagai FTV atau sinetron kebanyakan,
jika saja AWi tidak mempunyai treatment yang sinematis dan kreatif, jika
tidak mau dikatakan inventif, untuk filmnya ini.
Awi berhasil membangun
suspensi dalam cerita dengan baik, sehingga mengundang rasa penasaran untuk
penontonnya. Walaupun rasanya twist dan ending dalam filmnya sudah
bisa terbaca menjelang paruh film, namun Awi mampu untuk menjaga konsistensi
dinamika dalam ceritanya. Walaupun mungkin pada awalnya ada sedikit bertele,
namun menjelang paruh akhir, Awi membayarnya dengan cerita yang padat dan
solid.
Ia pun mampu membangun atmosfir romantik dan komedi secara
seimbang, sehingga terasa dalam takaran yang cukup pas. Mungkin ada beberapa
sub-plot yang tidak begitu signifikan dan pada beberapa bagian terasa
over-melodramatis, namun unsur tersebut rasanya memang bumbu penyedap yang tak
dapat dihilangkan dalam genre sejenis ini. Satu lagi yang penting, Awi terlihat
lihai dalam merangkai kata-kata dalam dialog yang trendy namun sense
kontemplatifnya tetap terasa.
Tentu saja film didukung dengan intensitas
akting dari duo Kinar dan Kirana. Rasanya label Best Supporting Actress
yang pernah disematkan untuk Kinar memang tidak percuma. Sedangkan Kirana, ia
dengan sukses melepaskan akting ala sinetronnya dan menjadi karakter yang
loveable.
Nah, setelah sebelumnya sempat meragukan komentar Pak
Yan Widjaya, pada akhirnya saya mengakui kalau (potongan) komentarnya untuk
‘Claudia/Jasmine’ itu ada benarnya juga. Mulai dari sekarang saya mencoba untuk
tidak meragukan kredebilitasnya lagi. Hahaha……!
February 27th, 2008 at 9:47 pm
bro, klo boleh tau.. mang twist nya apaan sih..? (gak seru banget ya gw?hehe
soalnya gw penasaran tapi males ntn… AYAT2 CINTA sudah menunggu….
pliss…kasih tau ye…
February 27th, 2008 at 10:01 pm
udah tau tuh…tp belum nonton
hihihihihi
February 28th, 2008 at 7:44 pm
@ Ahmad
twistnya seharusnya gampang ditebak…even loe belum ntn filmnya
makanya rasanya gak etis kalau gw spoilerin
btw..Ayat-Ayat Cinta kayaknya minggu2 depan reviewnya..soalnya gw BT karena kemarin gak kebagian tiket..hehehehehe
February 29th, 2008 at 11:29 pm
masa sih…?
(ehmmmmmm…..LOADING…………..mikir lama…….trus ahirnya gak ktebak juga ;p
sudahlah..hehehehe
March 2nd, 2008 at 2:33 am
Welll.bagus yah?
gw emang udah sreg ama Awi Suryadi.GKJC buktinya!
Eh Haris request review “Lari dari Blora” ama “Mereka Bilang Saya Monyet” dong..
March 2nd, 2008 at 9:23 pm
eh, btw ending nya ternyata claudia jadian ma jasmine bukan??? n nino ahirnya karena despreate jadian ma andika pratama? iya bukan????? soalnya ending kek gitu kan lagi trend skarang
GKJC? ehm… STD movie imho… haha.. yah 1 bintang dari SI pantes lah…
n lari dari blora? wawawawawawa….sumpah…poster nya gak nahan banget… 11-12 ma genderuwo n film horor sampah indo lainnya… hehe..jadinya males…
mending ntn AAC lagi…. hah… really GREAT movie!!!
AAC: 4,5 out 5
April 4th, 2008 at 11:07 am
4 nominasi dari FFB.4 NOMINASI bung.
Aktris Terbaik(Kirana larasati),Skenario Terbaik,Sinematografi Terbaik,Editing Terbaik.
Mas vian jagnan menilai sesuatu dari luarnya saja ok.
April 12th, 2008 at 5:36 am
setuju..hehehehe
April 13th, 2008 at 9:05 pm
filmny ckp menghibur…..
tp msh da yg kurang….
kurang beeeehhhhhhhhh….
gto lowh…..
May 23rd, 2008 at 11:34 pm
Claudia/Jasmine is a great movie!