‘LOVE’: Love Is The Air You Breathe
Release Date: 14 Februari 2008

‘Love’ adalah sebuah film antologi tentang kisah cinta beberapa anak manusia
dalam bungkusan romantisme dan (tentu saja) melodrama. Bercerita tentang
pasangan usia senja Pak Guru (Sophan Sophian) dan Lestari (Widyawati), pasangan
sederhana Rama (Fauzi Baadilla) dan Iin (Acha Septriasa), pasangan penulis novel
metropop dan calon penulis Tere (Luna Maya) dan Awin (Darius Sinathrya),
pasangan remaja Restu (Irwansyah) dan Dinda (Laudya Chintya Bella), serta
pasutri bermasalah Gilang (Surya Saputra) dan Miranda (Wulan Guritno). Semuanya
berseting di Jakarta dan kesemuanya nyaris tak bersinggungan. Yang menjadi
kesatuan adalah lika-liku cinta dan problematika yang harus mereka
hadapi.
‘Cinta’. Namun, dari kabar yang saya dengar justru film ‘Love’ hanya mengambil
inti cerita dari film tersebut sebagai bagian segmentasi ceritanya, sedangkan
empat cerita lainnya adalah asli rekaan penulis Titien Wattimena (Mengejar
Matahari, Cinta Pertama). Yang dimaksud disini adalah cerita tentang pasangan di
usia senja yang dalam film ini diperankan oleh Sophan Sophian dan
Widyawati.
Ini tentu saja merupakan ide remake yang cukup menyegarkan
untuk tidak terjebak pada pakem aslinya. Apalagi film ini kembali diarahkan oleh
Kabir Bhatia, sutradara film ‘Cinta’ tersebut. Hanya saja kemudian tercetus
pemikiran, bagaimana jika film ini adalah hasil contekan dari film multi-narasi
lainnya ‘Love Actually’? Setelah menyaksikan filmnya, saya berani memastkan film
ini, selain tema cinta dan multi-narasi, sama sekali tidak mempunyai kemiripan
dengan film yang dimaksud.
Titien Wattimena, sebagai penulis skrip,
berhasil membangun cerita yang naratif dan menyentuh. Dramatisasi dari kehidupan
cinta sekelompok orang yang berbeda ini berhasil dibangunnya dengan nyaris tanpa
cacat-cela. semua dalam takaran yang pas. Berbeda dengan ‘Cinta Pertama’ (2006)
kemarin yang terasa dipanjang-panjangkan dan berlebihan dalam dramatisasi. Walau
begitu, dalam segi urgensi cerita, ia tampaknya kurang pas dalam membagi
takarannya, sehingga ada cerita yang terasa esensial, namun ada juga yang terasa
terlalu ringan dan kurang penting.
Walau begitu, secara keseluruhan
skrip Titien berhasil diterjemahkan dengan baik oleh Kabir Bhatia. ‘Love’ hadir
dengan kekuatannya sendiri. Akting yang sophisticated, tempo yang
konsisten, musik latar yang integratif (sudah semestinya Erwin Gutawa lebih
sering dipakai oleh sineas kita sebagai penata musik), hingga pergerakan narasi
yang dinamis. Harus diakui, Kabir Bhatia dengan baik mampu untuk menjaga tempo
untuk tidak terasa kendor. Apalagi keseluruhan cerita dan karakter terasa
efektif tanpa ada terkesan mubazir. Hal ini didukung pula dengan perpindahan
plot dieksekusi dengan baik sehingga aliran ceritanya terasa mulus tanpa harus
membuat kerut di kening penontonnya. Ia juga berhasil membangun suasana yang
diperlukan oleh karakter-karakternya, sehingga pesan film pun dengan mudah
tersampaikan.
Berbicara masalah akting, rasanya keseluruhan ensemble
cast-nya bermain gemilang, bahkan untuk kelas pemain pendukung sekalipun
(Sapto and Joko Anwar included , hahaha). Tentu saja tidak ada
yang meragukan kualitas akting aktor-aktris sekaliber Sophan Sophian-widyawati,
yang seakan-akan mengenang kembali masa jaya mereka di tahun 70-an. Kabir Bhatia
pun mampu mengekstraksi kemampuan dari bintang-bintang masa kini Indonenesia,
walaupun harus diakui Acha Septriasa is such a scene-stealer. Progresi
aktingnya sedemikian berkembang dan melepas akting ala film remaja yang telah
menjadi tipikalnya.
‘Love’ mungkin bukan film yang penting atau
setidaknya menyuarakan sesuatu yang luar biasa. Ia hadir dengan sesadar-sadarnya
sebagai film komersial yang menjual cinta. Yang menjadi pembeda adalah ia
merupakan sajian sinema yang renyah, ringan namun sekaligus lezat serta
mengenyangkan dalam paket yang ‘indah’ bungkusannya tanpa harus menyakitkan
perut sesudah memakannya. sesudahnya, I easily put this film as my first
favorite Indonesian films for this year.
February 20th, 2008 at 9:43 pm
ahhhhhhh….lo bikin gw bingung……
gw hari ni rencananya mo ntn cloverfield…tapi stelah gw baca dimana2 “LOVE” bener2 lagi jadi primadona….
ahhhhhhhhhh…….gw kira bakal busuk…soalnya dah pesimis duluan ngeliat most-annoying-couple-ever acha n irwansyah…
liat ntar deh…hehehe…
February 20th, 2008 at 11:03 pm
Jakarta,Je T’aime….
February 20th, 2008 at 11:37 pm
Klo gw liat seeh…acha waktu di “Heart” sebenarnya punya potensi. Cuman krn naskah, sutradara, en lawan maennya busuk…yah jd ikutan busuk deh
Best indonesian movie 2008,…sayang sutradaranya org malaysia.
February 21st, 2008 at 5:09 am
@ afif
ya..sayang…seharusnya org Indo sudah harus mulai berbenah..biar engga di invasi bangsa asing secara terus menerus….
February 24th, 2008 at 9:19 pm
KILL ME!!!!!!
Karna gw hampir aja ngelewatin slh stu film Indonesia yg paling keren yg pernah di produksi ini…
I’m fallin love with LOVE! Everything in LOVE!!!
Cinematographinya ( sampe ngira dikerjain ma Bang Ipung Rahmat Syaiful saking kerennya),
Sound nya… Erwin gutawa.. 4 thumbs up! ( opening song dari gita gutawa –walaupun gw yakin suara gita pasti hasil touch-up an lagi- tapi asli.. bikin gw merinding!
So, Mulai skarang mari rame2 KILL MELLY GOESLOW!
Skenario nya… bener2 gak nyangka ditulis oleh penulis tidak berbakat yang menghasilkan skenario2 busuk seperti cinta pertama, tentang dia, dan bahkan BBB… OMG… Love bener2 me-reset ke tolol an titian watimena di film2 sebelumnya…
Skenarionya nyaris-seperti kata lo- tanpa cela dan.. sempurna!
Rangakaian adegan dan cerita yg titien bikin bener2.. skali lagi… nyaris sempurna!
Well, fave gw tentu aja chapter widya wati n sophan sophian… bener2 menyentuh…
Blom lagi Bridging antara satu cerita ke cerita lain.. gila.. bnr2 mulus n perfect!salut KABHIR!( harus diakui bridging nya bahkan lebih bagus dari “berbagi suami”… yah.. walaupun scara teknis dan semuanya berbagi suami tetep paling juara
Aktor/ aktris nya… well, emang gak diraguin lagi…
Bahkan actor-aktris yg gw pandang rendah… well yeah..aca n irwan…
apologize bwat aca septriasa… karena gw yg slalu nyela acting busuk nya… karna ternyata di film ini dia mampu nunjukin kualitasnya… dan bahkan –ah…jadi malu ngakuinnya-imho Aca salah satu yang paling menarik perhatian (tapi itu bisa jadi juga karena gw terlalu kaget ngeliat progress aktingnya yg meningkat jauh..hehe..
irwan juga not bad..( tapi amin lah.. dia dapet porsi dikit … even adegan megang toket bella bikin gw ngiler abes.. sialan irwan! ;p
“.. bahkan untuk kelas pemain pendukung sekalipun (Sapto and Joko anwar included,hahaha)”
Lebay lo ah… perasaan joko cuman dapet dialog dikit deh… huehehehehehe…
(btw, perhatiin gak waktu luna ngasih kejutan ke darius di café..? joko ngeliatin darius nya aneh banget… HUAHAHAHAHA
blom lagi endingnya -yang ternyata- ada hubungannya dengan opening nya….wawawawa…briliant….!!!
n banyak yg nyangka mirip love actually… film ini imho dua kali lebih bagus dari “love actually” dan bahkan sepuluh kali lebih bagus dari Paris je’taime ( bodo amat lo mo masuk cannes ato gak gw gak peduli)… haha…agak lebay ya… terserah…
“ .. I easily put this film as my first favourite Indonesian films for this year..”
Gw : trus trang dari kepuasan menonton gw LOVE masih jauh dibawah RADIT & JANI… hehe… R&J still my first favourite Indonesian films for this year
btw, sekarang standar grade tertinggi untuk film indo lo 3,5 ya, bro? pelit amat…
haha… gak tau ya mnurut gw LOVE must be more than that…
MY GRADE: 4 out 5
@afif:
Ya… seandainya aja Kabhir Bathia orang Indonesia.. soalnya dia begitu berbakat!! Bahkan salah satu yang paling berbakat mungkin…
Karena Malaysia kan terkenal penghasil film sampah no.1 di dunia(halah… setelah Indonesia tentunya ;p
Gak nyangka sama skali karena film terburuk sepanjang masa gw “cicak-man” adalah hasil sineas Malaysia… blom lagi DIVA yg super-duper goblok itu…
Kabir Bathia.. pindahlah kau ke Indonesia….
February 24th, 2008 at 9:21 pm
@ Kevin
“… Jakarta, je T’aime…”
Fans nya paris je T’aime ya?
Believe that this movie much-more-better-than-it!
Bahkan setelah ntn paris, yg langsung kepikiran di otak gw begini…
Sang konseptor film itu… nguber2 sutradara-sutradara terkenal yang kebetulan ke Perancis (well, cannes film festival adalah yg waktu yg paling tepat mgkn)… ngasih tu sutradara camera dan ngajuin pertanyaan.. “ cerita cinta apa yang lagi terpikir di otak lo sekarang? Tolong donk bikinin film nya… terserah lo deh kayak gimana aja… toh orang juga gak akan peduli hasilnya secara lo kan terkenal,”
Jadi kalo tuh sutradara pikirannya lagi oneng langsung aja nge jebret bikin film dgn tema2 cinta yg se ‘penting’ … badut yang jatuh cinta misalnya… atau orang yang lupa nanya alamat dsb…
Haha…gitu yg kepikiran di otak gw…
Bahkan alfonso cuaron dan wes craven yg paling gw arepin chapter nya.. ternyata memble gitu doang…
Yg paling mending cuman part nya Elijah wood n mrs.vampire… tapi itupun visualisasinya nyontek sin city …
Terserah sih… imho paris cuma film yg aji mumpung nglibatin para filmmaker yg punya nama… disusun secara berantakan… dan bahkan gue sama sekali gak nemuin esensi dari “I love you itu sendiri,”
Hah… sudahlah… cari masalah aja ya gw…HAHAHAHA ;D
PEACE
February 24th, 2008 at 9:23 pm
eh…anyway CLOVERFIELD JUGA HIGHLY RECOMENDED…
ni review gw…sapa tau bisa buat pertimbangan….
CLOVERFIELD
FEEL THE NEW EXPERIENCE OF WATCHING MOVIES!CLOVERFIELD is totally awesome!!
Awalnya gw yg anti handheld, sempet pesimis karna tau klo film ini di garap dengan full-hand held camera.
Tp setelah ntn-gak bermaksud lebay-im proudly present that this movie is most CORRECT movie with handheld ever made!
Penggunaan handheld di flm ini bnr2 bikin film terasa real, kayak emang pnonton sndiri yang ngalaminn kejadian itu(its feel like no director or other crew!This movie like goes just with viewers and main characters!)
Sang sutradara masukin background story ke film monster-disaster ini dgn begitu mulusnya(even lil bit remains me with “the host”),sehingga pnonton ngerasa klo karaktr2 dI film ini emang bnr2 nyata!2 thumbs up 4 actor/tris nya yg berakting dgn sgt natural)
Pnonton teriak khawatir “AWAS!” ,“YA..AMPUN!” , ato“ANJING.. TU MONSTER DI BELAKANG LO, TOLOL!”
gw biasanya langsung natap sinis ke orang2 kampungan yg teriak2 dibioskop kek gitu, tapi untuk film dgn tingkat tensi yg tinggi kek cloverfield gw sangat maklum.(anyway, yg teriakin kalimat yg terahir itu sebenernya gw;p )
Kursi bioskop goyang2(bukan…bkn goyang2 krna ada pasangan ga tau diri dgn gaya pacaran hyper-sex;p) tp karena smua orang bener2 ikutan panic megang keras2 pegangan kursi!Ikut ngerasain terjebak di situasi kota yg porak-poranda dgn monster raksaksa ganas yg berkeliaran&ngancurin sluruh kota!WOW!
Sampe ahirnya film abis dan pnonton smua teriak “YAH…KOK ABIS?”
Sampe asal usul monster yg tak kunjung terjawab sampe ahir…PDULI SETAN!Gw dah terlanjur jtuh cinta ma film ini!
Yg jlas cloverfield adlh film dgn credit “Thrilling from-start-to-end” paling bener yg prnh gw tntn.(film ni skaligus mempercundangi ‘I am legend’ film disaster menye2 -yg anehnya banyak dipuji2..CUIH- yg bikin gw ngorok saking boring nya)
Cloverfield adlh slh satu pengalaman mnonton film paling memorable imho n… the best monster/disaster movie? I think YEAH!
So, Fuck ur mainstream disaster movie.. n enjoy this breakthrough!
MY GRADE: 4 OUT 5
February 27th, 2008 at 6:50 am
gw senang loe senang ama LOVE.
rating gw cukup segitu..takut ntar overrated..
cloverfield pengen ntn..tapi belum main di sini (medan)
March 2nd, 2008 at 2:31 am
Film yang keren…gw rasa semua segi teknis bekerja dengan baik di sini.
Formula handheld kamera udah diterapin 1000,00 kali lebih baik daripada film2nya Rudy Soedjarwo.Itu satu,plus tata musik yg lumayan…
AKtor/aktris yg bermain di sini??Ada yg bagus tapi ada yg standar banget…..walau gak ada yg jelek.Yg bagus itu Acha (well,sejauh ini penampilan terbaiknya),duet legenda Sophan Sophiaan-Widyawati,dan Surya Saputra.Sisanya standar (apalagi Darius Sinathrya-Luna Maya)
But this is hellova verryy good valentine movie.
Enjoy it
March 5th, 2008 at 8:34 pm
wEw… baGuuUUuuuuUUUuuuUUuz bgT piLmnYa. . .
waKtu keMareN meeT & gReeT d soLo kuQ yg daTang cuMa gaDin9 maRteN thOx siH…pdHaL udaH d tunggu - tunGgu bGt ma fanSnya…