‘MICHAEL CLAYTON’: The Good, The Bad, and The Ugly of The Truth


Produksi: Samuel Media (2007)
Sutradara: Tony Gilroy
Cast: George Clooney, Tilda Swinton, Tom Wilkinson, Sidney Pollack

Genre: Drama/Thriller
Durasi: + 120"
Release Date:  05 Oktober 2007 (USA)
My Grade: 4 out 5

Michael_clayton_2

‘Michael Clayton’ adalah sebuah thriller, tapi bukanlah jenis thriller yang
mengandalkan ketegangan non-stop atau kengerian. Ia lebih menekankan suspensi
cerita serta karakterisasi dan dinamika plot yang cerdas. Itulah ‘Michael
Clayton’.

Michael Clayton (George Clooney) adalah seorang mantan penuntut
hukum yang kini bekerja sebagai seorang fixer di sebuah firma hukum yang
bernama Kenner, Bach & Ledeen. Tugasnya disini adalah untuk membereskan
masalah melalui jalan belakang agar nantinya secara hukum urusan bisa jadi
"lebih lancar". Walau berpenghasilan besar, namun kehidupannya tidaklah seindah
yang dibayangkan. Ia telah bercerai dengan istrinya dan mempunyai hutang
sejumlah besar uang. Ia sendiri tampaknya tidak bangga dengan pekerjaan yang
dilakoninya.

Masalah timbul saat rekannya di firma, Arthur (Tom
Wilkinson) justru memilih untuk membongkar kebusukan perusahaan yang seharusnya
dibelanya. U/North, nama perusahaan tersebut, lantas mengutus Karen Chowder
(Tilda Swinton), seorang pengacara yang telah lama bekerja untuk U/North untuk
membereskan masalah ini. Maka boss Kenner, Bach & Ledeen, Marty (sidney
Pollack) mengutus Michael untuk bertemu dengan Karen dan mengatur jalan keluar
yang baik. Apalagi Arthur, yang kini keseimbangan mentaknya tengah terganggu,
adalah teman karib Michael.

Pada saat Arthur ditemukan meninggal, maka
Michael pun tiba diambang batas kebimbanganya, apakah memilih untuk melanjutkan
penyelesaian kasus secara damai dengan Karen Chowder dari pihak U/North atau
meneruskan "perjuangan" Arthur dalam membongkar kebusukannya. Masalahnya, secara
finansial, Michael juga tengah dirundung masalah. Lantas, langkah apa yang harus
ditempuhnya?

‘Michael Clayton’ pada awalnya mungkin mengingatkan akan
film-film bertema hukum yang diangkat dari novel John Girsham yang dulu sempat
menjadi populer. Akan tetapi, Tony Gilroy memutuskan untuk menjadikan filmnya
menjadi sebuah politik kesadaran dalam bungkusan thriller suspens yang tidak
meledak-ledak. Dalam pilihan "baik" atau "jahat" yang hitam-putih, ‘Michael
Clayton’ seakan menunjukkan ada area abu-abu ditengah-tengahnya, walaupun pada
akhirnya secara kontemplatif menyebutkan jika kebenaran mutlak untuk
ditegakkan.

Kadang film bercerita dengan non-linear, namun menjelang
paruh-akhir film kemudian konstan pada linearitas. Hal ini tidak dapat dinafikan
sebagai upaya Gilroy untuk memberi aksentuasi pada cerita yang sebenarnya tidak
terlalu luar biasa. Sederhana bahkan. Namun, Gilroy berhasil membangun rasa
penasaran penontonnya dengan cara itu, karena informasi cerita tidak dapat
diperoleh penonton dengan mudah. Untuk itu Gilroy membentuk tempo film yang
medium untuk menahan emosi penonton agar tidak terlalu meledak-ledak dan akan
tetap sabar untuk merelasikan diri dengan perkembangan plot dan karakternya.

Gilroy pun membangun karakternya dengan teliti, sehingga walau ada aura
protagonis-antagonis disini, namun tidak dalam ranah hitam-putih tadi, melainkan
mengindikasikan jika mereka adalah manusia biasa yang terjebak dalam kepentingan
yang berada diluar diri mereka namun menyeret mereka untuk berpusar didalamnya.
Elaborasi latar belakang karakter-karakter utamanya terasa pas dan informatif,
tanpa terkesan melodramatis apalagi berlebihan.

‘Michael Clayton’
didukung pula dengan akting yang mumpuni oleh Clooney yang mampu melepaskan imej
flamboyan-nya. Ia adalah Michael Clayton. Itu tidak terbantahkan lagi.
Seakan-akan Michael Clayton itu adalah karakter yang riil bukan fiski. Rasanya
akan aneh jika ada orang lain yang mencoba menjadi Michael Clayton.

Tilda
swinton sendiri pada dasarnya memang adalah aktris watak yang berkarakter.
Melalui film ini ia seakan menegaskan sudah seharusnya jika ia diganjar
penghargaan atas kemampuan aktingnya. Begitu juga dengan Tom Wilkinson dengan
segala pesona personanya. Sementara itu, agak janggal juga mengetahui jika
sutradara kenamaan Sidney Pollack ternyata mampu berakting juga.

‘Michael
Clayton’ adalah jenis film thriller yang mencoba tampil dengan lebih membumi
dalam suspensi maupun logika ceritanya ketimbang mengandalkan sensasi yang
menjadi formula dalam film sejenis. Walau begitu, ia tetap mampu tampil dengan
menarik dengan karakterisasi yang menawan pula. Pada akhirnya, ‘Michael Clayton’
adalah sebuah thriller cerdas yang mengajak penontonnya untuk berfikir,
ketimbang hanya duduk menonton.


3 Responses to “‘MICHAEL CLAYTON’: The Good, The Bad, and The Ugly of The Truth”

  1. Guzz Says:

    Uda nonton, menurut gw filmnya biasa aja. Ceritanya simple, tapi kok kayaknya dibikin berbelit-belit. Bingung aja nih film kok bisa dinominasiin Best Picture Oscar, padahal IMO, Into the Wild masih lebih pantes.

    Tapi actingnya George Clooney, Tilda Swinton en Tom Wilkinson emang bagus. Especially, Tom Wilkinson.

    Grade: 7/10

    O iya, Mas Haris tolong bikin list best 2007 movies versi lo donk. 10 aja juga cukup kok. Penasaran nih, he5…

  2. aFiF Says:

    Iya mas haris, setuju dgn Bung Guzz. Into The Wild itu emang sayang dilewatkan. “Disturbing” dengan caranya sendiri yang ga pernah gw alami di film2 manapun yg pernah gw tonton.

    Sean Penn, top abis lah. IMO, Into The Wild itu masih lebih bagus jika dibandingkan dengan Atonement.

  3. hARIs Says:

    yah…memang rasanya Michael Clayton tidak terlalu luar biasa…..ini kan cuma masalah besa perspektif antara kita penontonron awam di Asia dengan selera juri2 di Amrik sono

    list????? ntar ya…ada beberapa film yang harus dicicil nih..heheheh

    akhir maret jadi deh…PROMISE!!!!!

Leave a Reply