‘CHOCOLATE’: Let’s Kick Some Ass, Girl!


Produksi: Baa-Ram-Ewe(2008)
Sutradara: Prachya Pinkaew
Cast: Yanin Vismistananda, Hiroshi Abe, Ammara Siripong 

Genre: Aksi/Drama
Durasi: 110"
Release Date: 06 Februari 2008 (Thailand)
My Grade: 2.5 out 5

Chocolate
Bukan. Ini sama sekali bukan film Lasse Hallstrom yang
dibintangi oleh Julliette Binoche dan Johnny Depp itu. Ini adalah sebuah film
aksi dari sutradara yang pernah menghadirkan aksi laga mendebarkan nan seru,
‘Ong Bak’ dan ‘Tom Yum Goong’, Prachya Pinkaew. Oleh karena itu jangan harapkan
adanya suatu kedalaman cerita ala film ‘Chocolate’-nya Mr.Lasse tersebut.

Zen (Yanin Vismistananda) adalah seorang gadis autis yang tinggal
bersama ibunya yang sakit kanker, Zin (Ammara Siripong) dan seorang saudara
angkatnya yang sedikit oportunis. Walaupun mempunyai kekurangan, ternyata Zen
dirahmati Tuhan dengan kemampuan istimewa, menyerap dengan luarbiasa kemampuan
tarung yang didapatnya dari film-film aksi Tony Jaa (sic), Playstation
dan tentu saja sasana Thai Boxing dekat tempat ia tinggal selama ia masih
kanak-kanak. Berbekal kemampuannya ini ia kemudian menagih hutang kepada
orang-orang yang pernah berhutang kepada ibunya.

Ternyata sang ibu ini
mantan anggota gangster, namun karena terlibat percintaan dengan Masashi
(Hiroshi Abe), seorang Yakuza Jepang, maka ia harus hidup mengasingkan diri dan
merawat Zen, anak hasil hubungannya dengan Masashi. Masalahnya, mantan boss Zin
mendengar sepak terjang Zen dan kemudian merasa terusik. Maka, dengan kemampuan
istimewanya, Zen harus menyelematkan hidup dirinya serta sang ibu yang
dicintainya.

Terus terang dengan cerita yang sangat tipis ini, kita
memang tidak bisa berharap banyak, walau sebenarnya jika Pinkaew mau sedikit
memfokuskan diri pada kedalaman dalam pengembangan cerita, maka film akan dapat
lebih menyentuh. Yah, sedikit-sedikit melodrama tidak berbahayalah. Akan tetapi
drama sepertinya memang bukan konsentrasi utama Pinkaew dalam membuat film. Baku
hantam yang seru dan memukau itulah tujuan utamanya.

Untuk itu, lagi-lagi
ia berhasil. ‘Chocolate’ adalah duel-vaganza yang intens. Bahkan kali ini
ia dengan berani tidak memakai Tony Jaa sebagai jualan utamanya, melainkan pada
seorang perempuan pendatang baru bernama Yanin Vismistananda. Akan tetapi soal
kelihaian, jangan diragukan! Ketangkasan, kecepatan dan akrobatisme
Vismistananda tidak kalah dengan Jaa. Sungguh memukau.

Dulu, seingat
saya di pertengahan 80-an hingga awal 90-an, nama-nama seperti Michelle Yeoh,
Chintya Khan, Moon Lee dan (tentu saja) Chintya Rotchrock, adalah jaminan akan
keseruan dari film-film aksi. Namun, saat ini memang belum ada lagi tokoh aktris
laga perempuan yang menonjol setelah Michelle Yeoh yang masih tetap bertahan,
sehingga tidak heran peluang ini dimanfaatkan oleh Pinkaew dengan menawarkan
Vismistananda sebagai chick kick ass barunya. Apalagi Yeoh juga sudah
mulai veteran, sehingga kehadiran Vismistananda sungguh tepat. Saya yakin,
dengan film ini deretan fans setia baru pasti sudah berharap banyak akan
film-film selanjutnya. Saya salah satunya, hahahaha.

Vismistananda memang
sangat berbakat. Namun tidak hanya untuk adegan laga, karena ia ternyata mampu
pula menunjukkan ekspresi dan gestur yang dibutuhkan oleh karakternya dengan
proporsi yang lumayan pas. Sayangnya, Pinkaew terlalu menekankan pada laga dan
kurang mengelaborasi kemampuan akting Vismistananda. Padahal jika ia
melakukannya, niscaya film tidak hanya menjadi sebuah aksi kosong tanpa bermakna
apa-apa.

By the way, Hiroshi Abe underused in this film.
Padahal penampilan singkatnya sudah memberi sedikit kedalam cerita. Imho,
loh?

More Posters

Chocolate_poster2

Chocolate_poster3



5 Responses to “‘CHOCOLATE’: Let’s Kick Some Ass, Girl!”

  1. aFiF Says:

    Wah borong nih reviewnya…. sip2

    Boleh tau kenapa nilainya cuman 2,5 saja? Apakah hanya krn ceritanya yg tipis. Soalnya gw kok kurang melihat kenapa mas Haris cuman ngasi 2,5. IMO, reviewnya kelewat positif utk angka 2,5.

    Kalo masalah cerita yg tipis keknya emang udah jd kecenderungan film2 aksi saat ini. Film 300 khan ceritanya jg tipis banget, tp nilainya lumayan.

    Kasih tanggapan ya mas Haris…. please2 ^_^

  2. APATIS VIAN Says:

    “…Film 300 khan ceritanya jg tipis banget, tp nilainya lumayan.”

    300 ceritanya tipis…tapi visualisasinya RUARRRRRRR BIASA…. semuanya digarap dengan duper-duper-apik bikin film ini jadi slh stu film paling ‘cantik’ ever made…

    akting2nya juga megang banget…padahal gak ada yg terkenal… viva 300!!!!

    choclate dah liat dvd nya tapi gak tertarik…. trus trang sekarang udah mulai ‘begah’ ntn film asia…. apalagi korea kesayangan gw… ah…smakin gak mutu ajaaaaaa…….. menyebalkan!!!!!! :(

  3. aFiF Says:

    Yach…sayangnya visualisasi 300 tuh, bukan tipe yg gw suka. Kebanyakan slow mo… jdnya kurang berkesan.

    Chocolat ini, segi teknisnya lumayan keliatannya. klo diliat dr trailernya sih ^_^

  4. aFiF Says:

    “”ntn film asia…. apalagi korea kesayangan gw… ah…smakin gak mutu ajaaaaaa…….. menyebalkan!!!!!! :( “”

    setujuh,….keknya ga ada lg yg nendang. Lebih seneng film jepang sekarang.

  5. hARIs Says:

    @ Afif
    ya..tipis sekali dan kurang dikembangkan…praktis kita bisa fast forward di cerita cuma untuk ngeliat aksinya doang

    @ Ahmad
    Tapi aku suka karena ni film entertaning abiiissss…
    Yanin Vismistananda is cool bgt….dia adalah penyelamat terbesar ni film

Leave a Reply