‘LOST IN LOVE’: In Paris, They In Love Again


Produksi: Itrema (2008)
Sutradara: Rachmania Arunita
Cast: Pevita Pearce, Richard Kevin, Arifin Putra, Barry Prima, George Rudy, Chrisye Subono

Genre: Drama/Komedi/Roman
Durasi: + 90"
Release Date: 22 Mei 2008
My Grade: 2.5 out 5

Lost_in_love
Rachmania Arunita sungguh beruntung. Mungkin banyak orang
di Indonesia yang sedari kecil sudah berbakat, akan tetapi kesempatan jarang
bisa diraih. Berbeda dengan Nia yang menulis ‘Eiffel I’m In Love’ saat duduk di
kelas menengah dan mengedarkan secara bergerilya, namun sukses sehingga kemudian
di cetak secara massa dan sukses lagi. Tidak heran perusahaan film mengincar
novel tersebut untuk diangkat menjadi produk layar lebar, yang kemudian menuai
sukses besar pula.
Dengan kesuksesan ‘Eiffel I’m In Love’ ternyata
membuat Nia berkeinginan untuk membuat kelanjutan cerita cinta Adit dan Tita.
Kali ini tidak main-main, ia menulis novel sekaligus mengarahkan versi filmnya!
Sungguh kesempatan yang sangat langka.

Cerita dari film ini merupakan
kelanjutan langsung dari akhir ‘Eiffel I’m In Love’ (2003). Di Paris, Perancis,
Tita (Pevita Pearce, Denias) berusaha meyakinkan cinta Adit (Richard
Kevin, Get Married) kepadanya. Namun sikap Adit yang kaku dan canggung
membuat sebal Tita, sehingga pada suatu kesempatan ia memutuskan untuk rendevouz
sendiri, yang malah menyebabkan ia nyasar di tengah kehidupan Paris.
Beruntung ia bertemu dengan Alex (Arifin Putra), pria ganteng yang mengaku dari
Thailand. Setelah merasa sebal dengan Tita, Alex bersedia menolong Tita untuk
kembali ke keluarganya dan juga menyelusuri hati Adit yang membingungkan Tita.
Sikap Alex yang chraming sendiri kemudian menarik hati Tita!

Terus
terang tidak ada yang istimewa dari cerita film ini. Semuanya berjalan dengan
linear dan tidak ada perkembangan plot yang berarti. Di beberapa bagian film
malah terasa datar nyaris tanpa emosi. Kadang malah terasa menjengkelkan karena
terasa kekanak-kanakan seperti karakter utamanya, Tita. Namun, harus diakui
Rachmania Arunita memang berbakat dan ia tampaknya belajar keras dalam
megarahkan film. Dalam usia yang relatif masih sangat muda ia mampu mengemas
filmnya dengan fisik yang cantik. Terima kasih untuk eksotisme Paris yang sangat
mendukung, sehingga film terselamatkan dari rasa bosan.

Sebenarnya Nia
bisa saja mengeksplorasi keindahan Paris dengan lebih elaboratif, sehingga bisa
saja ‘Lost in Love’ menjadi road movie yang menggugah dan informatif,
namun Nia terlalu menekankan pada konflik percintaan Adit-Tita-Alex, sehingga
film terasa datar.

Dari segi teknis, film memang terlihat menarik dan
kompeten. Dari segi akting, Pevita dan Richard mengingatkan akan Shandy Aulia
dan Samuel Rizal. Tidak ada yang istimewa. Entah mengapa Nia tidak memakai saja
sekalian Shandy dan Samuel. Yang paling mencuri perhatian itu Arifin Putra.
Kalau tidak salah ini film layar lebar pertamanya, dan ia menampilkan kualitas
akting yang sesuai untuk konteks ini. Dengan aksen Perancisnya yang kental ia
tampil dengan menarik. Way to go, Arifin Putra!

‘Lost in Love’
mungkin adalah proyek coba-coba dari Nia. Namun setidaknya film ini membuktikan
jika ia hanya butuh jam terbang yang lebih tinggi untuk menghasilkan karya yang
mungkin dapat memperkaya khazanah industri film Indonesia. Dan terus terang,
sebagai debutan sutradara bagi seorang penulis, ‘Lost In Love’ lumayan
menarik.


8 Responses to “‘LOST IN LOVE’: In Paris, They In Love Again”

  1. APATIS VIAN Says:

    yaaaaaaaaaahhhhh….baru mo ntn :(

    secara ada orang yg bilang mati2an kalo KALA over-rated, malah begitu meng over-rated kan film ini, padahal dari teaser nya aja dah kliatan dangkal banget… (hey, kev! ;p

    awalnya kirain rahmania yg begitu tergila dgn film2 france bakal make pendekatan yg sama u/ film ini…secara film2 france kan terkenal banget imajinatif dgn visualisasi yg luar biasa… gw dah ngebayangin nih film cinematography bakal kek amelie, love me if u dare, ato science of sleep…

    eh, pas liat trailer nya… gubrak…. bener2 sekuel eiffel…i’m ini love ternyata..mentok..

    ah…sudahlah…

  2. APATIS VIAN Says:

    btw, harus diakui posternya cihuy banget!!!! one of the best indo movie poster imho… bravo buat yg bikin posternya!!!

    poster-maker langganan maxima punya pesaing nih tampaknya… :)

  3. hARIs Says:

    yah..posternya okay

    ya nih..cuma kalau Tita lebih “berpetualang” dengan dunia Paris, pastinya film bakal muakin wuokeh…:))

  4. aFiF Says:

    not interested…….

  5. DN Says:

    segi teknisnya bagus gak si?
    yg bikin musiknya Aksan Sjuman …ga sembarang orang.
    Gw belon tonton filmnya,tapi sitenya sih oke…banget.

  6. hARIs Says:

    bagus..secara teknis bagus..beberapa scene malah mirip film2 asing gitu..Aksyan SJuman rocks..the score is cool!!!!

  7. Yunita Says:

    blum nonton filmnya sih, tp emg kalo film yg dibuat di luar negeri tu pasti q-ren abiezz. he he. ga lah yg penting kualitasnya. tp knp ga pake sammy sm shandy aj ? biar lebih kerasa tita yg manja dan adit yg nyebelin, he he. pkknya ttp chayoo tuk industri perfilman indonesia yg makin maju dan variatif. from _tary_

  8. auRor Says:

    menurut gw richard kevin ma pevita udh berhasil bgt bawain karakter mereka.menurut gw sammy masih terlalu cempreng buat meranin cowo cool(n badannya juga biasa aj lagi!),n shandy menurut gw,mukanya dah ketuaan buat bermanja2 ria lagi didepan kamera….n menurut gw rahmania arunia patut diperhitungkan koq!

Leave a Reply