‘MEREKA BILANG, SAYA MONYET’: Hati Manusia Itu Kacau dan Absurd, Akan Tetapi Menyenangkan Untuk Disimak
Release Date: 28 Desember 2007 (limited)

Mengikuti jejak Richard Oh dengan ‘Koper’-nya, maka Djenar
Maesa Ayu adalah penulis berikutnya yang menjajal bidang pengarahan film.
Sebenarnya dunia film tentu saja bukan hal yang baru bagi Djenar, secara ayahnya
adalah sang legenda perfilman Indonesia, Sumanjaya dan ia sempat pula berakting
di film ‘Koper’ dan ‘Anak-Anak Borobudur’.
dihati, apakah Djenar bisa menafsirkan dua cerpennya, ‘Lintah’ dan ‘Melukis
Jendela’ yang terdapat dalam antologi ‘Mereka Bilang, Saya Monyet’, menjadi
sebuah narasi seperti film. Untunglah Djenar, yang mengaku tidak bisa bercerita
dengan linear, dibantu oleh Indra Herlambang sebagai penulis skenario, hingga ia
kemudian bisa mengkhususkan pada bidang pengarahan saja.
Ternyata Djenar
memang berbakat. ‘Mereka Bilang, Saya Monyet’adalah pembuktiannya. Film berjalan
dengan pace yang lancar, gampang dicerna dan tetap terlihat surealis,
seperti yang memang menjadi ciri khas Djenar dalam penulisannya. Hanya saja
memang media film berbeda dengan novel. Walaupun sama-sama bermodalkan narasi,
Djenar sadar jika ia hanya akan membingungkan penontonnya jika tetap nekad
berkeinginan menggambarkan simbolisasi dalam penulisannya dalam bentuk film,
karena mungin ia sadar akan keterbatasannya sebagai sutradara debutan sehingga
akan cukup sulit untuk menggambarkan surealisme yang dapat dipahami.
Oleh
karena itu film tetap berjalan dengan plot yang cukup linear, walaupun
bermodalkan alur maju-mundur, yang bisa saja memusingkan. Namun, dengan cekatan
ia mengeksekusi adegan-adegan yang dapat terjalin dengan baik, walau
kadang-kadang terasa kurang rapi, karena emosi ledakan dari pengarahan Djenar
yang bersemangat, sehingga terasa overrated di beberapa bagian (sekuens
teleponnya sudah sampai pada taraf annoying, no pun
intended).
Djenar juga cukup cekatan dalam menyikapi bujet yang
minimal, karena hasil akhirnya, dalam skala independen, film tetap terasa
feel sinematisnya, berbeda dengan pendekatan yang sama oleh Rudi Sudjarwo
terhadap film-filmnya akhir-akhir ini, yang diproduksi oleh perusahaan film
besar namun malah terasa lebih condong untk konsumsi televisi dibandingkan untuk
sebuah layar lebar.
Beruntungnya lagi film ini didukung oleh pendatang
baru berkualitas seperti Titi Sjuman, yang notabene adalah saudari iparnya
sendiri. Kadang kala kemiripiannya dengan Djenar dan problematikanya dalam film
ini mengingatkan akan Djenar itu sendiri, terlepas disengaja atau tidak. Titi
memberikan kemampuannya dalam menerjemahkan karakter Adjeng, sehingga kita
benar-benar dapat merelasikan dengan karakternya. Plus, ada Henidar Amroe dan
Ray Sahetapy. Rasanya kekuatan akting mereka tidak perlu untuk diragukan
lagi.
‘Mereka Bilang, Saya Monyet’ mungkin bukan film yang besar, dan
hanya batu kecil dalam industri perfilman Indonesia akhir-akhir ini. Tapi ia
adalah batu kecil yang bernilai cukup tinggi, hingga rasanya cukup pantas
direkomendasikan untuk dipilih sebagai salah satu karya anak bangsa yang cukup
membanggakan. Dan untuk Djenar sendiri, ditunggu film-film berikutnya.
May 27th, 2008 at 3:11 am
huahaha…. ahirnya janjinya ditepati juga…
suka juga ma ni film… akting2 nya nendang banget (khususnya henidar amroe n titi sjuman!great!great perfomance!
favourite quote:
” percuma ngomong sama lo, lo tuh tau nya cuma NGEWEK doank… NGEWEK nya juga gak enak…”
haha…kayaknya dah lama banget gak denger orang ngemeng kata “ngewek”…udah gitu titi fasih banget ngemeng “ngewek” nya… waw….
btw, ngapain bang joko di pelem ini?
shot…dah ditungguin dari awal ternyata cuma muncul 10 second duank… namanya muncul di opening lagi… padahal cuman akting benerin sreting duang…(sayang scene ML nya ma titi gak di shoot… takut ketauan kali ya si abang yang satu ini…HAHAHAHA…
overall 3,5 juga dari gw… (untuk standar film independen)
padahal kalo cinematography nya di benahin biar lebih “layar lebar” mgkn gw akan ngilangin tulisan si dlm tanda kurung itu)
peace
May 27th, 2008 at 5:27 am
“padahal kalo cinematography nya di benahin biar lebih “layar lebar” mgkn gw akan ngilangin tulisan si dlm tanda kurung itu)”
tapi sebenarnya menurut aku udah lumayan okay. Mendingan daripada film2nya Rudi Sudjarwo yang memeningkan kepala!!!!!
May 28th, 2008 at 8:35 am
bang Joko senyum2 berpapasan ama Ray Sahetapy di depan lift
gw juga 3,5 of 5! Cerita rada standar -tapi sutradaranya tau gimana ngarahin scene supaya jadi gak standar.Good simbolization,good metaphore.
Satu lagi sutradra perempuan berbakat! Go Djenar!
May 28th, 2008 at 6:37 pm
“cerita rada standar -tapi sutradaranya tau gimana ngarahin scene supaya jadi gak standar.Good simbolization,good metaphore. Satu lagi sutradra perempuan berbakat! Go Djenar!”
YUP!!!! Setuju
October 17th, 2008 at 5:44 am
Dulu sy tdk tau sm sekali Henidar Amroe.Tp Maret 08 kmrn sy tersihir dg aktingnya di film Mereka Bilang.Terus sy cari informasi who she is.I thought she’ nice actor.Sy putuskan jd penggemar baru dia.Something miracle happened since then.Sy dpt sms dr Henidar langsung yg saat itu sdg umroh di Madinah.Dia b’sedia ktm sy.That’ the most beautiful day in last 5 years of my life.Seminggu kmdn stlh kmbl ke Ind,Henidar sms lg,buat janji ktm di MargoCity Depok.Then we met at Starbuck Cafe.She wore Abaya.I watched her walked so elegant.We shaked hands.Then she bought a hot cup of coffe for me.Then we talked for 1 hr 14 min.My face from hers was about 20 inch. She’ so beautiful,looked younger than her age.She talked so calm&nice,but w/ a deep voice.I said that I admired her performance in her new movie & on. We talked like we’ve known each other for long time before. I coudn’t stop wacthing her beauty. I tried so hard not to blink.When I went home then I decided to be her biggest fan of her coz of her sincerely nice personal inviting for me as a friend.She’ so kind,generous,warm. How can be a talented famous actor so nice to her fan? I think she’ an angel w/ a beautiful heart. Gosh! Do other famous actors also treat their fans w/ great attitude like her? Or just only Henidar does it? I felt like a dream,anyway. Gosh! The sensation of happiness when I met her is still in my heart now. I bring that moment in my mind anywhere I go. Now I stay abroad for years ahead to study for master program. She’ give me pleasures just with 1 special moment,but it really means for me as a fan. She’ brougt away my pains. She heals my wounds. She brights up my life everyday now. So I never feel afraid again of anything coz she makes me feel a luckiest person in this planet. That’ one of advantage being a public figure that admired by many people. They can bring happiness to us as their fans. Tell me,people! Tell me,please! Is there anyone else out there more lucky than me that treated so nice by their idols? Thank you so much Henidar.