‘SHELTER’: Home Is Where The Heart Is


Produksi: Regent Releasing (2008)
Sutradara: Jonah Markowitz
Cast: Trevor Wright, Brad Rowe, Tina Holmes, Jackson Wurth, Ross Thomas, Katie Walder

Genre: Drama
Durasi: 97"
Release Date: 21 Maret 2008 (USA)
My Grade: 3 out 5

Shelter
‘Shelter’ adalah sebuah film kecil karya Jonah Markowitz yang namun memiliki
kelegaan yang luas dalam temanya. Film terasa jujur dan menyentuh walau
sebenarnya secara umum biasa-biasa saja. Mengapa biasa-biasa saja? Terus terang,
pendekatan yang dipakai oleh Markowitz memang tipikal dalam drama yang
menyangkut Gay-Lesbian-Bisexual-Transgender seperti ini. Gaya yang terlalu indie
jika tidak mau dikatakan made-for-tv, walau tidak sevulgar film-film
sejenis yang umum keluar akhir-akhir ini.

Inti utamanya itu ada di drama
dan cerita. Zach (Trevor Wright) adalah seorang pemuda berbakat dalam seni
lukis, namun ia terpaksa menyimpan cita-citanya, karena ia tinggal bersama
dengan kakaknya Jeanne (Tina Holmes, dari film cult Edge of Seventeen)
yang mempunyai satu anak laki-laki berama Cody (Jackson Urth) yang sudah
menganggap Zach sebagai ayahnya. Jeanne begitu manipulatif terhadap Zach,
sehingga ia kemudian merasa terikat dengan Jeanne dan Cody dan melupakan
cita-citanya bahkan hubungannya dengan kekasihnya Tori (Katie Walder) menjadi
hambar. Sahabatnya sendiri, Gabe (Ross Thomas) terlalu sibuk dengan kuliahnya
sehingga praktis Zach hanya sendiri.

Sampai tiba kembali kakak laki-laki
Gabe yang sudah dikenalinya sedari kecil, Shaun (Brad Rowe). Karena sama-sama
menggemari surfing, maka kemudian mereka menjadi akrab. Bahkan, pada akhirnya
pertemanan mereka berkembang menjadi romansa. Dari Shaun, Zach belajar untuk
menghargai dirinya sendiri dan mempunyai pilihan sendiri untuk hidupnya. Namun,
disaat lain ia merasa bimbang apakah ia bisa meninggalkan Jeanne dan Cody dari
dunianya?

‘Shelter’ jika diartikan secara harafiah dalam Bahasa Indonesia
berarti "penampungan". Kalau berbicara dalam konteks inibisa disebutkan bahwa
karakter-karakter dalam film ini sebenarnya sedang mencari tempat bagi
penampungan jiwa mereka, karena mereka begitu terbiasa untuk
dibutuhkan-membutuhkan, sehingga terlupa akan tempat dimana ia sebenarnya
seharusnya menempatkan diri dan jiwanya.

Walau berbicara dalam esensi
yang puitis, namun ‘Shelter’ tidak berbicara dalam kerangka itu. Melodrama
memang, akan tetapi tidak terlalu menekankan pada konteks mellow. Konflik
dianalisa dengan intensitas yang tidak terlalu meledak-ledak. Iringan
musik-musik folk-rock dan ballada membuat feel film yang terasa membumi
dengan issue yang biasa dihadapi oleh sehari-harinya.

Pada intinya
‘Shelter’ berbicara tentang coming-out-age serta menyikapi bagaimana
menjadi diri sendiri tanpa harus kehilangan ikatan dengan orang-orang disekitar
kita. Untuk itu Trevor Wright mampu memberikan kewajaran dalam kesubtilitasan
karakternya sedangkan Brad Rowe seperti seorang sparring partner yang
setimpal dan saling melengkapi. sebagai karakter yang lebih tua, Shaun seperti
seorang mentor yang memberikan enlightment sekaligus teman yang bisa
diandalkan bagi Zach. Ia adalah shelter bagi Zach!


8 Responses to “‘SHELTER’: Home Is Where The Heart Is”

  1. APATIS VIAN Says:

    herannn…tau aja ada film2 kek gini…perasaan di penjual dvd gak pernah liat deh…spesial delivery ya, sob? huehehehe…

    3? gay movie minimal wajib sgitu yah? ;p

    btw, udah wara-wiri di festival ya?penghargaannya banyak banget tuh… skarang film2 gay lagi naik daun nih di festival…ada apa gerangan? :)

  2. aFiF Says:

    Ga pernah liat ya… gw kemaren sempat liat kok pas ngobok2 DVD

  3. hARIs Says:

    @ Ahmad
    Special delivery dari HongKong???? Ubek2 aja kali tu lapak DVD

    Yah..katanya memang kalau mau bikin film bagus bikin yang bertema gay aja..hehehehehe

    Tuh…AfiF aja tahu

  4. aFiF Says:

    Iya lah LOL, siapa yg bakal lupa dgn cover se intriguing itu ^_^

  5. hARIs Says:

    EHm..Ehm…

  6. fredi Says:

    ini film lbh bgs dibandingkan film brokebeck yg endingnya berpisah.shelter adalah film terbaik yg pernah ada.menurut gw film ini riil bgt dgn kehidupan sehari2 jd gw menilai film ini adalah film gay terbaik yg pernah ada.gw berharap shelter dibwt lg yg k 2.

  7. lover Says:

    this movie the best film ever

  8. mark Says:

    gw berhrp Jonah Markowitz membwt cerita ke 2 sambungan dr yg pertama

Leave a Reply