‘SUMPAH POCONG DI SEKOLAH’: A Horror Comedy That Entertains But Fails To Undertand The Genre


Produksi: Maxima Pictures/27Ant (2008)
Sutradara: Awi Suryadi
Cast: Alex Komang, Marcell Darwin, Fandi Christian, Hardi Fadhillah, Herichan, Joshua Pandelaki, Henidar Amroe

Genre: Horor/Komedi
Durasi: (+) 100"
Release Date: 12 Juni 2008
My Grade: 2.5 out 5

Sumpah_pocong_di_sekolah
Saat sang hantu perempuan merangkak keluar dari televisi
dan mulai mencekik Alex Komang, saya langsung tahu kalau komedi sejatinya memang
ranah utama bagi Awi Suryadi (Claudia/Jasmine). Saya juga langsung tahu kalau
dia itu sama sekali tidak punya ide yang inventif untuk bagaimana menciptakan
atmosfir seram, sehingga harus mengkloning adegan-adegan seram dari film-film
horor lainnya yang jelas-jelas lebih superior!

‘Sumpah Pocong di Sekolah’
mempunyai judul yang sensasional dengan jalan cerita yang kini sudah jenerik.
Menampilkan hantu dengan penampilan yang jenerik pula, sehingga pada akhirnya
film ini adalah film jenerik yang berusaha menarik perhatian dengan aksi-aksi
yang "heboh".

Tidak ada yang baru disini. Menceritakan tiga orang siswa
dari sekolah elit khusus laki-laki yang tidak mempunyai karakter jelas kecuali
kalau mereka itu badung (yang rasanya juga kurang meyakinkan!). Saat mereka
diminta pertanggungjawaban akan kelakukan badung mereka, justru mereka semakin
badung dengan melakukan Sumpah Pocong.

Seperti sudah dapat ditebak,
sumpah ghaib tersebut mengundang makhluk ghaib lainnya dan mulai mengganggu
ketentraman hari-hari mereka. Uniknya, yang mencoba membongkar tabir sang mahluk
ghaib aka "hantu perempuan berambut panjang", bukan ketiga siswa
laki-laki yang rasa tanggung jawabnya diletakkan didengkul mereka tersebut,
melainkan seorang guru perempuan nan seksi yang motivasinya juga kurang kuat dan
berakhir dengan klimaks yang membuat karakter ketiga siswa laki-laki yang masa
depannya kurang jelas itu (dan juga guru seksi) menjadi tidak penting
lagi.

Memang kedengarannya konyol, tapi (dengan segala keterbatasannya)
saya juga langsung tahu kalau Awi ternyata memang mampu untuk meramu adegan demi
adegan dengan gaya bertutur yang lancar. ‘Sumpah Pocong di Sekolah’ tidak hanya
dipenuhi adegan (yang dicoba) seram, namun juga dipenuhi oleh banyak adegan
dagelan yang konyol dan tidak juga kehilangan dramatisasi yang menarik.

Ini menjadikan film menjadi menghibur dan tidak membosankan. Film ini
jelas diatas dari banyak film horor Indonesia yang tidak jelas kualitasnya.
Tidak dinafikan lagi kalau Awi Suryadi itu berbakat dan ia masih sangat muda dan
memerlukan jam terbang yang lebih tinggi lagi. Hanya saja mungkin horor bukan
pilihan yang tepat baginya dan he really should stick to the comedy
instead
.

Anyway, Awi is lucky to have Alex Komang and Hennidar
Amroe because they are great as ussual. The threee so-called lead actors should
learn more from them
.


Leave a Reply